Memaksakan menikah?
Enggak pernah menyangka aku menikah di usia 33, mepet ke 34. Yang dulu pas kuliah s1 terkenal "si ingin nikah muda", "wisuda didampingi suami", eh bablas sampe 33.
Enggak pernah menyangka menikah di usia 33, yang emang dari 30 awal udah don't expect too much. Ya tetep usaha, tapi ga begitu ngoyo sampe sengsara. Karna, ya mungkin udah siap-siap juga kalo misal masih belum menikah sampai usia mendekati 40. Untuk apa menikah dengan orang yang kita tidak mau? mending liburan hepi-hepi.
Kemarin dia bertanya padaku, "gimana kalo populasi laki-laki berkualitas tinggal dikit, sementara wanita usia 30an nya lebih banyak?".
Aku jawab, "ya gak masalah, perempuan 30an tuh gak terlalu memaksakan mesti nikah, ngapain kalo sama orang yang salah? Mereka bisa mencari kebahagiaan sendiri. Gak perlu dikasihanin, mereka bukan rakyat jelata".
Aku berkata seperti itu dengan pov ku sebagai 30an, lebih tepatnya single sampai usia 32 tahun. Teman-temanku yang usianya lebih dariku yang masih single? Banyak. Apa mereka ingin menikah? Sangat. Tapi apakah mereka memaksakan asal menikah? Enggak.
4 Mei 2026













