Assalamu'alaikuum.
Hi, apa kabar? Bagaimana kamu setelah lama sekali menghilang dari dunia indah dibalik huruf yang tidak begitu banyak jumlahnya?
Apakah kamu masih menyimpan banyak luka bahkan setelah angin badai yang datang tanpa henti? Bahkan setelah banyaknya air mata yang tidak lagi kamu tunjukkan pada dunia, kecuali pada malam yang selalu memelukmu dalam gelap.
Bagaimana kabarmu di tahun 2026, Arini?
__________ 🫠 __________
Hi...
Aku masih bernafas dengan baik, oksigen masih jadi hal gratis paling membahagiakan di hidupku. Aku sibuk memperhatikan betapa banyak penjilat di sektor pendidikan. Aku sibuk mengamati ruang-ruang kesempatan untuk pengembangan penelitian disalahgunakan untuk mengeruk rupiah demi kehidupan yang lebih baik, dan tentu saja demi mendapat validasi dari manusia. Bahkan untuk memperoleh satu kata "Hebat", manusia rela membuat nota kosong, stempel palsu, dan laporan yang tidak masuk akal. Bahkan rela menggunakan data orang lain demi satu kata "UANG".
Lukaku kian membesar, tapi sekarang alhamdulillah ia berjalan denganku dan Allah sebagai penengahnya. Kadang kami menangis sesenggukan karena hak kami ditekan oleh kekuasaan yang entah kapan bisa berakhir. Kami menangis di sepertiga malam untuk sekedar melaporkan betapa sakit hati ini oleh ucapan manusia yang betgelar tinggi namun mulut dan akalnya seperti tidak pernah lulus di bangku sekolah. Seolah yang lulus raganya saja, yang disekolahkan EGO-nya hingga tak jarang lupa memanusiakan manusia. Bahkan kata maaf tak lagi terasa tulus, hanya sekedar formalitas "yang penting saya sudah minta maaf", padahal lupa urusan dia dengan Allah tidak selesai begitu saja.
Aku masih hidup. Perlahan membaik, tapi masih suka tidur berlama-lama, masih harus di paksa beraktivitas agar pikiran tentang kematian cukup Allah dan Malaikat Maut saja yang tahu.
Semoga... kita selalu bisa melewati ujian hidup seberat apapun itu. Ahh.... tulisan apa ini?










