Kalau Hidup Terus Berdasarkan "Nanti apa kata orang!" Maka Ketenangan Tidak Pernah Datang.
Jadi, aku pernah denger potongan ceramah Ustad Adi Hidayat. Ini tentang kisah Lukman, Anak, dan Keledainya.
Lukman dan anaknya naik keledai itu lalu jalan kepasar, kemudian orang-orang pasar berkata "Tega sekali ayah dan anak itu, keledai sekecil itu ditunggangi berdua". Karena ucapan orang dipasar itu akhirnya Lukman dan anaknya turun dari keledainya.
Lalu saat mulai berjalan lagi ada lagi orang yang berkomentar, "Bodoh sekali ayah dan anak itu, punya keledai tapi tidak ditunggangi". Karena sudah pernah ditegur diawal, akhirnya Lukman berinisiatif agar anaknya yang menunggangi keledainya dan dia berjalan sambil memegang tali keledainya. Tak jauh berjalan Lukman mendengar perkataan orang berikutnya, "Anaknya sungguh kurang ajar, ayahnya disuruh berjalan sementara dia enak duduk diatas keledai". Karena merasa tidak nyaman dengan ucapan orang ketiga, akhirnya Lukman naik keledai anaknya yang berjalan. Setelah cukup jauh Lukman lalu bertemu kaum berikutnya. Orang itu berkata, "Dzolim sekali ayahnya. Bapaknya duduk enak diatas keledai, anaknya disuruh jalan".
Akhirnya Lukman dan anaknya memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon. Lalu Lukman berkata pada anaknya, "Kalau kita sudah mulai tahu tentang yang baik nak, maka komitmenlah, dan konsistenlah untuk selalu mengerjakan hal baik itu, jangan selalu mendengarkan apa kata orang. Kecuali orang yang memberikan solusi".
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah ini? Tahu tidak sebagian kita hidup di dunia dengan beberapa orang yang masih sering mendengarkan "nanti apa kata orang". Menurut kita ini baik, tapi karena tagline "NANTI APA KATA ORANG", akhirnya yang kita pikir baik jadi abu-abu, samar, kemudian setan membuatnya jadi tidak lagi baik.
Jadi, selama yang dilakukan adalah hal-hal baik yang tidak melanggar perintah Allah yang tertulis dalam Al-Qur'an dan Hadits, maka kerjakanlah, sekalipun orang-orang mengatakan sebaliknya. Dan, kalau kita tidak diminta untuk memberi solusi saat seseorang bercerita cukup dengarkan saja tanpa menghakimi, tanpa berkomentar apapun. Kadang kala manusia hanya ingin didengarkan bukan meminta pendapat saat bercerita.








