Mau dimainin atau diseriusin?
Dear kamu, jadi perempuan harus kuat yaa!
Kuat imannya, kuat wawasannya, kuat jasmaninya, kuat perasaannya.
Jangan bermudah-mudah termakan semua omong kosong bujuk rayunya si dia.
Jangan bermudah-mudah membangun harapan besar padanya.
Jangan bermudah-mudah memberi perasaan yang belum waktunya untuk diberikan.
Sungguh hal itu bikin merugi sayang. Rugi waktu, rugi perasaan.
Kau tahu kan laki-laki semacam apa yang sedang dibicarakan?
Sebab Laki-laki yang baik, tak akan bermudah-mudah untuk merayu sembarang perempuan.
Sebab Laki-laki yang terhormat, paham betul bagaimana cara menghormati perempuan.
Sebab laki-laki yang baik, tak akan menggantungkan perasaan perempuan. Ia akan tegas bersikap, Jauhi atau Datangi Wali-mu.
Jika suatu hari ada laki-laki yang mendekatimu, kemudian berucap cinta namun hanya memintamu untuk jadi kekasihnya tanpa dinikahi, abaikan saja sayang! Kuatkan Imanmu, kuatkan hatimu. Jangan percaya dengan cintanya. Sebab jika ia sungguh benar mencintaimu, ia takkan sampai hati untuk mengajakmu menuju ke dalam gerbang kemaksiatan. Jika demikian, ia tak benar-benar mencintaimu.
“Kamu terlalu berharga untuk diperlakukan seperti demikian sayang.”
Sebab yang main-main, tak akan mengajakmu pacaran. Ia akan menjemput cintamu dengan cara terhormat. Menemui ayahmu, kemudian meminta izin untuk menikahimu.
Jadi, mau dimainin atau diseriusin?