IYA, SAMPAI DETIK INI, GUE MASIH CEMBURU.. HHHUUUUUUU
Di depan masih ada gue yang sah, tapi tetep nanya nya ke yang ono,, emang gue mah SELALU dianggap gaada sih ya :')
Three Goblin Art

Kiana Khansmith
Show & Tell
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

★

blake kathryn
noise dept.
KIROKAZE

Jules of Nature
d e v o n
Alisa U Zemlji Chuda

❣ Chile in a Photography ❣
wallacepolsom
Xuebing Du
Not today Justin
AnasAbdin
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

shark vs the universe
h
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United Arab Emirates

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Mexico
seen from Mexico

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@rikanurdiani
IYA, SAMPAI DETIK INI, GUE MASIH CEMBURU.. HHHUUUUUUU
Di depan masih ada gue yang sah, tapi tetep nanya nya ke yang ono,, emang gue mah SELALU dianggap gaada sih ya :')

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Plot twist malam ini adalah :
Duluuuu sekali masih ingat jelas ketika aku curhat sama mamah tentang perasaan yang sedang galau wqwq. And you know jawaban mamah kek mana???
"selagi belum nikah gak usah lah cemburu. Dia kan bukan siapa-siapa nya enengg,, kecuali kalo neng udah nikah,, baru lah tuh boleh cemburu sama suamiii"
awal-awal masih lola tuh maksudnya apa,,, karena otak masih dalam batas anak-anak remaja,, dan sekarang setelah menikah jadi ngangguk-ngangguk sendiri sih "ooohhh ternyata ini toh maksudnya mamah ngomong waktu itu"
Tapi kan tapi kan suami hanya titipan,, jadi cukup cemburu sewajarnya aja ya neng,, gak usah lebay pliiisss 😂🥲
Orang menyebutnya "Cemburu"
Dulu, ketika kita masih belum terikat janji pada Tuhan, aku tak bisa cemburu. Karena kamu bukan siapa-siapa nya aku. Masih mungkin kamu memilih yang lain untuk menjadi pendamping sampai akhir
Sekarang, ketika sudah terucap janji pada Tuhan sebagai pendamping pun, aku tak bisa cemburu. Karena kamu bukan milikku. Masih mungkin kamu akan mencari yang lain ketika aku sudah tiada selamanya
Semua hanya tentang menundukkan pandangan. Pandangan pikiran dan hati, tidak cuma mata
Tegal, 03.47 | ~~
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan.
Menikah bukan hanya menyoal menyatukan persepsi. Atau membangun komunikasi.
Bukan pula menyoal maklum-memaklumi. Atau menerima segalanya dengan besar hati.
Menikah adalah perihal nafkah lahir dan batin yang diberikan oleh suami kepada istri. Juga perihal pengabdian dan ketaatan dari istri untuk suami.
Menikah adalah tentang mengubah kebiasaan, mengatur waktu, merencanakan masa depan, mengolah finansial, pun mengambil peran dalam pengasuhan.
Jika segala urusan rumah diberikan sepenuhnya kepada istri, maka bukan penampakan baru lagi. Jika di kemudian hari kita mendapatkan para istri yang hidupnya penuh dengan tekanan, penuh dengan derai air mata, penuh pembangkangan dan penolakan.
Sebab mentalnya rusak, fisiknya lemah akibat dari pekerjaan rumah yang dianggap - oleh hampir keseluruhan manusia - adalah tanggung jawabnya.
Padahal rumah adalah tentang bersama. Pekerjaan yang melingkupi di dalamnya adalah tanggung jawab anggota keluarga.
Pun sama ketika seorang suami hanya memposisikan diri sebagai tulang punggung keluarga, sebagai sumber dana, sebagai pencari nafkah. Sehingga mindset yang tertata hanyalah menyoal uang. Untuk kemudian lahirlah sifat dan sikap yang menggurat luka di dalam diri sang istri.
Tidak ingin berperan dalam urusan rumah dan mendidik anak. Tidak ingin meringankan beban istri, tidak ingin berusaha lebih untuk menyenangkan hati istri.
Karena tidak selalu perihal uang yang membuat seorang istri bahagia.
Adakalanya pelukan hangat, bantuan mengurus rumah dan menjaga anak, waktu-waktu yang dihabiskan berdua, janji-janji yang ditunaikan, perasaan-perasaan yang dihargai; adalah bentuk bahagia yang lain.
Karena menikah adalah upaya mengubah kebiasaan. Mengubah semua hal-hal yang pernah dilakukan seorang diri, menjadi kebiasaan yang harus dilakukan berdua bersama pasangan.
Karena menikah adalah upaya memberikan lebih banyak waktu kepada keluarga. Menomorsatukan mereka, menjadi peka terhadap perasaannya.
Karena menikah adalah perihal saling; saling meringankan beban pekerjaan rumah; saling menghargai dalam setiap keputusan; saling menghormati dalam berbagai keadaan.
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan. Menjadi tahu dan paham bahwa begitu banyak kebiasaan yang mesti diubah jika telah hidup berkeluarga.
Bukan malah berlaku seenaknya hanya karena dia adalah kepala rumah tangga. Dan bukan pula bertingkah semaunya hanya karena dia adalah seorang wanita yang mesti dimuliakan oleh suaminya.
Karena sungguh, menikah adalan tentang kesadaran untuk mengubah kebiasaan.
Kesadaran untuk mau memahami bahwa sebaik-baik waktu yang dihabiskan seorang laki-laki adalah bersama keluarga dan istri.
Kesadaran untuk mau mengerti bahwa sebaik-baik ketaatan yang mesti dilakukan oleh seorang perempuan adalah ketaatan kepada suami.
06.13 a.m || 13 Juni 2023
Berprasangka Baik Jangan pernah hidup dalam asumsi burukmu. Kamu akan lelah karena pikiranmu sendiri. Cobalah untuk memvalidasi perasaanmu, kenapa sering berpikir negatif? Diurai satu persatu dan mulailah belajar untuk berprasangka baik pada apa maupun siapa, karena itu jauh lebih melapangkan hatimu Mulailah belajar untuk menerima sesuatu yang tidak menyenangkan sebagai introspeksi diri Lalu hiduplah secukupnya. Menyukai sesuatu sekadarnya, pun tidak menyukai sesuatu cukup biasa saja. Sebab, apapun yang kita hadapi, tentu semuanya atas izin Yang Kuasa
Jakarta, 19 Mei 2023 | Pena Imaji

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Manusia yang paling menyayangimu adalah diri sendiri. Dan yang lain yang paling mencintaimu adalah Allah.
Dari sekian babak belur yang sudah dirasakan, bukankah cuma Allah yang paling membuka tempat untukmu menjadi diri sendiri?
Allah yang paling menyambutmu dengan bahagia. Manusia? Memang mengecewakan.
@terusberanjak
setelah sekian tahun bertapa dari tumblr, sekalinya repost tentang ini..
Yupss,, harus lebih percaya diri lagi ya wahai diri, karena cuman diri kamu yang sudah pasti berhak kamu percayai..
Pada Masanya
@rikanurdiani
4 tahun berlalu. Hai apa kabar rindu? Tak sedikit waktu yang telah dilalui tanpa kabar dari diri. Kini, datang dengan status yang sudah berganti. Menjadi ibu juga istri..
Banyak sekali jalan cerita yang dilalui, penuh dengan berbagai macam emosi. Rasa senang dan bahagia, juka sedih dan duka, silih berganti menemani diri..
2 tahun sebelumnya, ketika awal-awal menikah, sempet bilang ini sama mas suami "mas, ridhoi aku ya jadi istrinya mamas ya. Semoga aku terpilih jadi ratu bidadarimu di syurga. Karena sekarang pun, aku sudah cemburu jika mamas di syurga nanti dengan bidadari yang lain." Mas suami hanya merespon ucapanku dengan tersenyum, lalu langsung memelukku untuk menenangkanku.
Dan ternyata Allaah kasih kalimat penenang tentang itu di 2 tahun selanjutnya melalui salahsatu guru ngaji ku yang mengucapkan "nanti ketika kita sudah di syurga, kekuatan laki-laki dan perempuan akan disamakan yaitu 70x kekuatan lebih besarnya laki-laki di dunia dalam beberapa hal (agak lupa apa saja jenisnya), semua kebutuhan akan terpenuhi, dan bahkan nanti seorang istri ketika melihat suaminya di syurga bersama dengan para bidadari syurga yang lain tidak akan ada rasa cemburu. Karena Allaah mencabut rasa itu nanti di syurga."
MaasyaaAllaah wa tabaarakallaah..
Cukuplah menjadi bukti bahwa semua jawaban kehidupan tidak harus selalu hari ini, ia datang ketika kita sudah siap menerima..
Air Mata Rindu
@rikanurdiani
Terkisah, ada seorang gadis perempuan yang sedang merasakan hampa dalam hidupnya. Tersebab ada rasa takut sehingga menggoyahkan keyakinannya. Hatinya berkecamuk. Pikirannya melayang. Khawatir dan was-was yang selalu dirasakannya.
Ia pun merenung, sejenak, lantas menemukan. Bahwa salahsatu charger semangatnya sudah lama tak dijumpainya. Hingga tibalah waktunya, Allaah beri kesempatan padanya untuk bisa menemui mereka.
Dengan hati yang terpaut, dengan langkah yang tergesa, ditambah dengan segenap harap yang menjadi bekalnya, dengan izin Allaah, gadis itu menemui penyemangat hidupnya.
Memandang wajah mereka yang teduh, membuat hati tergetar, merasakan kerinduan yang teramat dalam, pada sosok teladan dari semua insan, hingga air mata pun akhirnya jatuh, tak terbendung.
Sampai-sampai gadis itu merasa malu. Malu pada Tuhannya. Banyak nikmat yang ia terima, namun masih kecil bukti penghambaan dirinya pada Tuhannya.
Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzdzibaan (Q.S Ar-Rahmaan : 13)
Al-Faqir
@rikanurdiani
Kesimpulan yang didapat dari momen hari ini. Ingin bersuara, namun masih terkungkung dalam keniscayaan. Ah sialnya, aku masih belum terlepas dalam rantai yang sedari dulu mengikatnya. Hingga pilihan diam dan menjadi pendengarlah yang menjadi jurus andalannya
Mungkin aku tipe orang yang enak diajak berdiskusi jika fikiran dan hati ikut hadir membersamai. Dan ini, tidak semua masalah mampu menghadirkan kedua kunci ini. Ada salahsatunya yang dominan menduduki.
Ibarat sedang ingin melangkah dari garis pita merah, namun kaki masih menggelantung diatas bumi. Belum berpijak dengan pasti. Ntahlah. Apalah yang menjadi sebabnya.
Ketika Aisyah Tak Diberi Segelas Air Putih Oleh Rasulullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka.
Namun, ketika berselisih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, Beliau berkata, “Tutuplah matamu!”
Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”
Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata,
“Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’,” (HR Ibnu Sunni).
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perjalanan jihad fisabilillah diiringi para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang kota Madinah, Aisyah radhiyallahuanha menunggu dengan rasa rindu.
Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tengah kota Madinah. Aisyah radhiyallahuanha bahagia menyambut suami tercinta. Tiba di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat melepas lelah.
Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata: “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”
Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu, Aisyah radhiyallahunha meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.
Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah radhiyallahuanha langsung meminta maaf kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda: “Saling Berpesanlah kalian untuk memperlakukan Wanita dengan Baik,
Karena sesungguhnya Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk, Dan Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian Atasnya,
Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, Niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok, Karenanya saling Berpesanlah (saling menasihati) Berkenan dengan Wanita,” (HR. Bukhari dan Muslim).
~*
Kau mungkin bisa memahami banyak bidang ilmu, namun tidak untuk memahami hati seorang perempuan. Beberapa orang bahkan dari kaum mu pun akan mengatakan bahwa hati seorang perempuan itu seperti cuaca. Dan seorang laki-laki mau tidak mau harus menerima perubahan cuaca setiap waktunya. Tapi entah kenapa, setiap kali baca sirah Rasulullah selalu saja dibuat senyum-senyum sendiri. Betapa manis sekali akhlak beliau terhadap istri-istrinya. Rasulullah mah gitu orangnya hehe..
Cukup,. Buku sirah kesekian kali ini tamat. Kita sambut buku selanjutnya (soksokan)..
Merapikan kenangan || 07.27

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semakin hari, semakin ingin tak dikenal
@rikanurdiani
Perjalanan hidup yang ke 21 tahun ini benar-benar memiliki banyak hikmah yang bisa saya petik. Ketika energi raga sudah sampai pada batasnya, ketika fikiran dan hati pun sudah sampai pada batasnya, merenung dan bermuhasabah diri menjadi jalan ternikmat bagi pribadi yang mempunyai tipe introvert seperti saya.
Mungkin pernah tiba-tiba merasa bingung sendiri, galau sendiri, khawatir, was-was, ujung-ujungnya sedih, gak PD, rasanya pengen ngejauh dari orang-orang, rasanya pengen ada satu hari buat ngecharge diri buat jadi up lagi.
Mungkin keliatan orang-orang diliatnya berasa jadi kaya yang BT dan jutek. Pleaseee.. bagi orang yang introvert kaya saya, itu tandanya lagi ada awan-awan mendung yang menyertainya. Sorry ya.
Yang pasti itu cuman sementara ko. Bener-bener lagi pengen sendiri. Kalo saya sih khususnya pengen bener-bener tidur. Biar lupa. Meski sementara.
Ah iya, setelah diteliti-teliti, lagi-lagi ini masalah keyakinan. Hanya dari cara itulah salahsatu jalan untuk bisa bercermin sudah seberapa yakin nya kamu terhadap Tuhan? Yang Maha Menggenggam Seluruh Kehidupan. Semua kebaikan ada padaNya. Jalan pasrah mungkin bisa menjadi jalan untuk bisa menerima keajaiban yang Allaah berikan atas segala ikhtiar yang sudah kita usahakan.
Kaum Halu?
@edgarhamas
Peristiwa Khandaq 5 Hijriah memang fenomenal. Di saat Kaum Muslimin terkepung, dijebak pasukan Arabia, dicekik lapar dan ditusuk dingin; Rasulullah malah memberi isyarat bahwa Umat ini akan menguasai dunia. Tentu saja ini membuat orang-orang munafik membanyol, “bagaimana bisa menguasai dunia, lha wong untuk kencing saja kita tak bisa! (karena menjaga parit)”
Beda frekuensinya, maka akan beda caranya memandang cara kerja kehidupan.
Orang-orang yang sekadar tahu, tidak akan bisa menggambarkan kekokohan orang-orang yang mengilmui dan mengimaninya. Mereka yang tak yakin, barangkali bahasa kekiniannya akan menganggap orang beriman sebagai “Kaum Halu.”
Seperti Firaun yang memandang Musa dengan remeh. Dalam pikirannya, tak akan mungkin lelaki ‘buronan’ negara dan kaumnya akan menggetarkan singgasananya, “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan bukankah sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?” (Az Zukhruf 51)
Tahu-tahu, sudah di bibir Laut Merah. Di hadapan ada samudera bergejolak, sementara di belakang ratusan ribu kereta perang Firaun membelah padang pasir, di situlah Musa berkata amat yakin tanpa ragu,
“Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
(Asy Syu'ara 62)
Totalitas keyakinan pada Allah, diiringi ikhtiar strategis merupakan ciri sejati orang beriman. "Ketika kezaliman makin kalap, dan orang beriman makin kokoh, di situlah pertolongan Allah akan mendekat”, kata Khalifah Ali. Dan benar, situasi terbalik dengan plot twist:
Firaun pemilik Mesir itu tewas, hanya dengan guyuran air!
Bahkan di antara orang beriman, tingkat keyakinannya pada pertolongan Allah pun bisa bertingkat-tingkat. Ada yang merasa, “tak mungkin, susah sekali rasanya kita menang.” Narasi itu ada pada kisah Thalut melawan Jalut. Ketika sebagian pasukan berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” (Al Baqarah 249)
Abu Bakar pun pernah merasa khawatir —dan itu fitrah— ketika ia dan Rasulullah bersembunyi di Goa Tsur, "Andai mereka melihat ke bawah, mereka akan bisa membunuh kita”, Namun, setelah ikhtiar strategis bernama hijrah itu, Rasulullah mengajarkan keyakinan total pada pertolongan Allah,
“Apa pendapatmu wahai Abu Bakr, jika ada dua orang, dan Allah menjadi pihak ketiganya?”
Memang sulit secara hitung-hitungan kekuatan untuk menang, rasanya tak ada jalan selain pasrah. Begitulah yang mereka inginkan. Dunia menganggap kemenangan kita sebagai halusinasi. Utopia. Namun jika kamu lihat lembar sejarah kita; seringkali sejarah kita mengandung miskalkulasi.
Kita menang, dengan cara-cara spektakuler yang mematahkan hipotesa banyak orang.
“Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul (dan para pengikutnya), yaitu mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang. Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu. Dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat.” (Ash Shaffat 171-175)
Kerupuk
@rikanurdiani
Semalam ceritanya dinner, dilengkapi sama kerupuk. Eh bikin aku mengenang. Kira-kira 3 atau 4 tahun yang lalu. Pas lagi zamannya masih pake seragam putih abu.
Dulu, ceritanya lagi ngobrol sama bibi (panggilan buat adik perempuannya mamah), and you know ngobrolin apa? ngobrolin kerupuk wkkwkw 😅
"kenapa yah Ng, kerupuk dibikinnya kriuk-kriuk gitu, toh pada akhirnya pas masuk ke mulut mah melempem-melempem juga."
Dulu mah respon aku cuman ketawa-ketawa doang, nganggep sebagai joke atau hiburan semata. "Ya biarin lah. Kalo gak kriuk, mungkin namanya bukan kerupuk. Tapi apa lah gitu ya.. wkwkwk" fikirku gitu..
Dan, setelah dipertemukan lagi dengan kerupuk, ciaelah wkkwkw.. 3 atau bahkan 4 tahun lamanya kayanya baru Nemu nih sama jawabannya.
Awalnya mikir ala-ala merenung gitu. (Kebiasaan, Ampe lagi makan juga otak mah tetep dibawa mikir, wkkwkw). "Iyaya, kenapa ya (ngulang perkataan bibi), kenapa kerupuk bentuknya gini? Kenapa makanan itu harus berbentuk sih? Toh kalo pada akhirnya badan kita cuman perlu saripatinya aja. Kenapa gak langsung hancur lebur aja? Apa biar menarik aja gitu?"
Oke, sejenak ngalihin pandangan. Ada lagi satu makanan. Kayanya sih itu termasuk golongan buah-buahan, atau bisa jadi biji-bijian, hehehe. Kalo gak salah bahasa sundanya "leunca". Bulet-bulet ijo gitu..
Aku liatin terus tuh leunca itu. Terus mikir lagi "iya, leunca juga bentuknya bulet gini. Tapi ini emang dari awalnya udah bentuknya bulet sih. Bukan sengaja dibikin bulet."
.... Kembali loading ....
"oh aku tau. Kalo makanan langsung hancur lebur, gak berbentuk, mungkin manusia emang bener-bener jadi makhluk yang hina kali ya. Kenapa makanan itu berbentuk? Sepertinya Allaah sedang menunjukkan kebesarannya lewat kerja lambung (ciptaan Allaah) yang mampu menghaluskan makanan berbentuk itu jadi hancur lebur. Kalo gak berbentuk dari awal, kayanya manusia gak akan bersyukur. Dapet nikmat aja masih kurang bersyukur, apalagi ditambah ini? Huhu
Iya, Allaah Maha Baik. Ngajak kita semua untuk selalu bersyukur dalam setiap hal :')
@rikanurdiani
Aku selalu terpana menatap birunya langit
Juga terpesona memandang teduhnya rembulan
.
Iyakah aku sedang jatuh cinta?
“Plot Twist”
@edgarhamas
Tak ada yang baru di bawah kolong langit, dan sejarah menjadi pembuktiannya. Para pengkaji sejarah akan memahami gaya sunnatullah yang terjadi berkali-kali pada mereka yang yakin akan kuasa-Nya, sepenuhnya, sebakda ikhtiar sebaik-baiknya. Ada akhir yang mengejutkan, yang tak pernah diperkirakan siapapun.
Awalnya, Kaum Muslimin hanya berniat menghadang Kafilah dagang Abu Sufyan. Tapi di tengah cerita, 1000 bala tentara Quraisy lantang menyeru perang yang tak diperkirakan Kaum Muslimin. Semua kabilah mengira Madinah akan hangus di Badar, tapi plot twist terjadi; 313 muslimin memenangkan pertempuran dengan jaya.
Awalnya, semua rakyat Arabia begitu yakin berkumpulnya 10 ribu pasukan koalisi kabilah musyrikin akan meruntuhkan dinding pertahanan Madinah yang membuat Khandaq. Keyakinan mereka berdasarkan logika; penduduk Madinah kehabisan logistik di tengah musim dingin mencekik. Namun plot twist terjadi; pasukan musuh tercerai berai, ditambah lagi angin meluluhlantakkan kemah mereka.
Awalnya, Kaum Muslimin mengira Perjanjian Hudaibiyah merugikan mereka. Survei-survei pun berkata bahwa Umat Islam yang dipimpin Rasulullah akan kalah dalam menghimpun koalisi. Namun ternyata plot twist terjadi; justru 2 tahun setelah Hudaibiyah, Rasullullah memimpin Fathu Makkah yang jaya raya bersama 10 ribu sahabatnya.
Awalnya, setelah Rasulullah wafat banyak sekali kabilah-kabilah Arab kembali murtad. Nabi-nabi palsu bermunculan dan Madinah terhimpit. Para sahabat bahkan menyarankan Abu Bakar untuk berkompromi dengan kabilah yang tak mau membayar zakat. Namun plot twist terjadi; Abu Bakar ambil langkah tegas, umumkan kesiagaan segera; 2 tahun pemerintahannya Jazirah Arab bersatu dalam bendera Kekhalifahan.
Awalnya, Umar melarang Kaum Muslimin terjun ke medan lautan untuk berjihad, karena keadaan samudra dikuasai penuh oleh Kekaisaran Romawi, sedangkan bangsa Arab bukanlah ahlinya bertempur di atas kapal. Namun plot twist paling legendaris terjadi, justru ketika 200 kapal Muslimin dipimpin Abdullah bin Sa'ad berhasil meredam serangan 1000 kapal raksasa Romawi di medan Phoenix.
Awalnya, Bangsa Mongol seperti hantu mengerikan yang mengancam hidup matinya Kekhalifahan Abbasiyah, merongrong nyawa jutaan Kaum Muslimin di Timur Tengah. Jutaan muslim dipenggal, kota-kota dihancurkan oleh Hulagu dan tentaranya. Namun tak lama setelah itu, plot twist terjadi; anak cucu Hulagu justru memeluk Islam dan menjadi penyebar Islam di daratan Asia.
Yang punya zaman dan plot peradaban itu Allah. Sebesar-besarnya makar dan logika-logika manusia untuk meredam kebenaran, justru biasanya kemenangan muncul dari arah yang tidak disangka. Dan amat mudah bagi Allah menyiapkan plot twist yang mengagetkan bahkan untuk orang beriman.
Saatnya bertawakal dengan ikhtiar, mintalah tolong pada Allah dengan shalat dan sabar. Orang-orang beriman tak akan gusar, tiada khawatir, tiada ragu seperti Daud menghadapi Jalut, seperti Yusya hadapi Jabbarin, seperti tsabatnya Para sahabat yang tetap kokoh walau ada Psy War wafatnya Rasulullah di Uhud.
Saatnya spirit sejarah bicara padamu tanpa sekat, karena disana ada penguat hati dan pengokoh jiwa. “Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.” (Hud 120)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
@rikanurdiani
Satu lagi peristiwa yang benar-benar menjadi sebuah perenungan. Allaah mentakdirkan bertemu dengan seseorang untuk menyampaikan hakikat rezeki itu datang.
Saya bersama dengan puluhan teman-teman lainnya, ikut menyaksikan, ikut mendengarkan, kalimat-kalimat yang beliau lontarkan.
"siapa nama malaikat yang Allaah perintahkan untuk memberikan rezeki pada kita?" Beberapa menjawab serentak "Malaikat Mikail". "Apa? Jibril?" Candanya beliau. Semua tertawa.
Back to topic
"Allah menitipkan rezeki kita dimana?" Tanya beliau lagi. Ada yang bilang di muka bumi, di setiap diri, dan lain macamnya jawaban. Tapi semua jawaban belum ada yang tepat
"Ini serius gaada yang tau Allaah titipkan rezeki kita dimana? Kan kita disuruh buat menjemput rezeki ya, bukan untuk mencari rezeki." Hening, ada juga yang menganggukkan kepala.
"gini, saya analogikan deh. Kalian pernah ke kebun binatang? Masa atuh ya belum pernah ke R*gunan? Hehe.. pernah liat jerapah? Yang lehernya panjang itu.. kalo dia mau makan, makanannya disimpan dimana? Di pucuk-pucuk daun pohon kan ya? Kan gaada jerapah lagi di got, gitu ya. Nah, binatang aja yang gak dikasih fikiran, Allaah titipkan rezeki itu di pucuk daun. Nah kalo kita?"
Saya pribadi berfikir keras. Mentok. Mungkin efek lelah dikerjain sama angka-angka tes psikotest yang berhasil bikin "olab" :(
"ada 2 tempat yang Allaah titipkan rezekiNya pada kita. Dan ini sudah Rasulullaah sebutkan. Catat ya! Catat! Satu, kebahagiaan orang lain, satunya lagi, kemuliaan orang lain."
*mulai berimajinasi*
"kalian pake f*cebook? Kenal kan sama pendirinya? Mark, disaat usia 25 tahun dinobatkan sebagai anak muda yang paling kaya sedunia. Dia yang bukan muslim saja mengaplikasikan hal yang tadi, tapi cuman 1. Yaitu kebahagiaan orang lain. Iya gak? Dari aplikasi itu, kita bisa kontak lagi sama temen lama, reunian, bikin orang seneng gak? Iya kan.."
"nah kita, harus melakukan kedua hal itu. Agar rezeki kita lancar. Kalo cara memuliakan, ya bisa dengan cara menghargai misalnya. Bukannya 'eh dia baru S1 ya saya mah udah S2'. Itumah namanya sombong. Kalo kita sombong, dipangkas tuh, bikin seret rezeki"
End.
Semoga dapet hikmahnya ya :')
Aku Ingin Seperti .....
@rikanurdiani
Aku seorang perempuan. Yang ingin seperti Maryam binti 'Imran. Yang mampu menjaga kesucian dirinya, dari hal-hal yang Allaah haramkan pada setiap manusia. Yang mampu menjaga nafsunya, dari hal-hal yang Allaah larang pada setiap insan. Yang mampu menjaga kehormatannya, dari hal-hal yang bisa menjatuhkan harga dirinya.
Aku seorang perempuan. Yang ingin seperti Khadijah binti Khuwalid. Yang bisa menenangkan orang terdekatnya, pendamping hidupnya. Yang bisa membantu dakwah dengan seluruh harta yang dimilikinya. Yang bisa membersamai suka maupun duka dalam bahtera rumah tangganya.
Aku seorang perempuan. Yang ingin seperti Fatimah binti Muhammad (Shalallaahu 'Alayhi Wasallam). Yang senantiasa menjaga fitrah cinta dalam diamnya. Yang senantiasa menjadikan malu sebagai mahkotanya. Yang senantiasa menjadi anak yang selalu berbakti dan dekat pada orangtuanya.
Aku seorang perempuan. Yang ingin seperti Asiyah binti Muzahim. Yang senantiasa bersabar atas kehidupan rumah tangganya. Yang mampu menyadarkan pasangannya ketika sedang khilaf. Yang bisa taat pada pasangannya sekalipun ingkar pada TuhanNya.
Aku seorang perempuan. Yang biasa. Sangat biasa. Tidak ada hal yang istimewa. Tidak ada hal yang membuat luar biasa.
Tapi.
Aku seorang perempuan. Yang ingin. Dan yang sedang berusaha. Seperti wanita-wanita yang mulia.
Wahai kamu, ukhti ku. Kamu ingin seperti siapa?