Ternyata Menjadi Tidak Sempurna Adalah Sebuah Keharusan
Ketika sedang menyusun materi untuk murid lesku, aku tiba-tiba penasaran: kenapa perfect tense disebut perfect?
Rasa penasaran itu membawaku mencari tahu, dan aku menemukan sesuatu yang menarik.
Kata perfect ternyata berasal dari bahasa Latin: perfectum. Akar katanya adalah per- yang berarti thoroughly (secara menyeluruh), completely (sepenuhnya), atau to the end (sampai akhir), dan facere yang berarti to do (melakukan) atau to make (membuat). Secara harfiah, perfect berarti sesuatu yang dilakukan secara tuntas.
Itulah mengapa perfect tense dinamakan demikian: karena ia menggambarkan suatu tindakan atau kejadian yang telah selesai pada saat dibicarakan, tetapi masih memiliki kaitan dengan masa sekarang atau titik waktu tertentu.
Dari sini aku berpikir lagi:
kalau begitu, kenapa perfect dalam bahasa Inggris juga berarti sempurna?
Ternyata, bagi orang Latin dan Inggris Kuno, sesuatu yang belum selesai dianggap “cacat”. Bayangkan seorang pemahat patung. Selama patung itu masih dipahat, karyanya belum bisa disebut selesai. Baru ketika tidak ada lagi yang perlu ditambah atau dikurangi, ketika prosesnya benar-benar tuntas, patung itu mencapai titik maksimalnya. Titik maksimal inilah yang disebut perfection.
Dari pemahaman ini, aku berpikir....
1.Perfect is Earned
Sempurna adalah hasil dari proses. Bukan sesuatu yang tiba-tiba ada atau turun dari langit. Ada tahap-tahap pengerjaan yang harus dilewati sampai mencapai titik selesai. Karena secara etimologi sesuatu tidak bisa disebut perfect kalau tidak ada aksi (facere) yang dilakukan secara total (per-) sampai selesai. Sesuatu tidak bisa disebut sempurna jika ia tidak pernah dikerjakan.
2. “Tidak Ada Manusia Sempurna” Adalah Fakta Teknis
Istilah tidak ada manusia yang sempurna bukan sekadar kalimat penghibur ketika gagal tapi sebuah fakta teknis karena selama masih bernapas, manusia berada dalam kondisi imperfectum (belum selesai). Manusia terus berproses dan berprogres. Maka menjadi tidak sempurna adalah tanda sah bahwa kita masih hidup dan memiliki ruang untuk berkembang. Manusia tidak sempurna bukan karena lemah tapi karena manusia adalah makhluk yang dinamis.
3.Selesai=Berhenti
Jika merujuk akar katanya, kita baru benar-benar mencapai titik “sempurna” (tuntas) ketika kita mati.
4.Ternyata Tuhan “Tidak Sempurna”
Jika sempurna berarti “tuntas dikerjakan” maka istilah itu sebenarnya terlalu sempit untuk Tuhan. Tuhan tidak berawal dan tidak berakhir. Tuhan tidak pernah dimulai dan tidak pernah selesai. Beyond sempurna! Tuhan itu Transenden; melampaui segala kategori, batasan, ruang dan waktu.
5.Ketidaksempurnaan Sebagai “Ruang Kosong”
Mungkin kita diciptakan sebagai “mesin bertumbuh: yang tidak akan pernah tuntas agar kita selalu punya alasan untuk menoleh kepada Yang Transenden. Ketidaksempurnaan kita adalah ruang kosong yang didesain agar kita terus bergerak melampaui diri sendiri, mencari sang Pemilik Kesempurnaan.
6.Korelasi dengan Rahmat Allah
Konsep ini sangat selaras dengan QS. Az-Zumar:53, “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” Putus asa berarti menganggap proses kita sudah berakhir atau “mati” sebelum waktunya. Padahal, seperti kembali ke poin sebelumnya, manusia selalu memiliki kemungkinan untuk terus berprogres dan berkembang selama masih hidup. Dan sepanjang proses itulah rahmat Allah terus dilimpahkan.
7. Konsep Taubat
Konsep taubat adalah bukti kita tidak harus sempurna. Ketika bertaubat, manusia bukan berarti menjadi tanpa salah atau tanpa cela tapi artinya kita harus terus kembali ke proses. Justru karena manusia didesain sebagai makhluk yang imperfect (terus berproses), maka rahmat Allah disediakan sebagai jaring pengaman agar saat kita jatuh, kita tidak berhenti melainkan bangun lagi untuk melanjutkan pengerjaan diri.
Menjadi tidak sempurna ternyata tidak seburuk itu. Ketidaksempurnaan adalah izin bagi kita untuk terus mencoba, ruang untuk terus bertumbuh dan kesempatan untuk menjadi versi terbaik hingga nanti saat “garis finish” itu tiba, kita benar-benar tuntas.
Perfection through process.











