Puisi lama waktu aku masih muda. Sudah lupa ini berkonsep apa. Kalau menulis aku kan mabuk. Baiklah kutitip sini.
Biar lembayung yang jadi saksi
akan kisah tak terujar perihal
sang pujangga dan sang pelantun,
lidah mereka berucap
dua bahasa berbeda.
Mulanya mengamini koneksi,
kini terpaut dimensi
tak kasat netra namun mematri
jarak antar melodi dan puisi.











