Hari ini betul-betul penuh eksperimen perasaan yang naik turun. Dari bahagia yang ada karena rasa syukur, menjadi sebuah refleksi penataan diri. Saya tahu rasanya tidak dimengerti sebagai jiwa yang utuh itu sakit, Rum. Saya tahu rasanya, karena saya pernah di posisi yang sama.
Luka-luka hidup di dalam dirimu untuk dirawat. Kelak nanti kamu baca ini, tolong ingatkan dirimu sendiri bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik sampai hari ini. Bukan sepenuhnya salahmu, kita hanya menikmati waktu dan melakukan hal yang membuat kita bahagia. Mereka tidak mengerti, dan mereka mengatakan kita durhaka—padahal tidak merugikan mereka sama sekali.
Jangan hidup dalam pengakuan orang lain. Mereka berupaya mengendalikanmu, menutupinya sebagai kedok kepedulian. Saya harap kamu tidak lupa untuk terus memilih diri sendiri, Rum. Untuk terus melakukan hal yang kamu suka, meskipun tidak disukai orang-orang.
Kami semua sayang kamu, Rum.