JANGAN DIBACAAAAA !!! Tentang Mesin Penenun Hujan. Inspired by "Mesin Penenun Hujan" - FRAU
“Merakit mesin penenun hujan .. Hingga terjalin terbentuk awan
Semua tentang kebalikan .. Terlukis, tertulis, tergaris di wajahmu
Keputusan yang tak terputuskan .. Ketika engkau telah tunjukkan
Semua tentang kebalikan .. Kebalikan diantara Kita
……
Kau sakiti aku, kau gerami aku .. Kau sakiti, gerami, kau benci aku
Tetapi esok nanti kau akan tersadar .. kau temukan seorang lain yang lebih baik
Dan aku kan hilang .. ku kan jadi hujan
Tapi tak kan lama ku kan jadi awan”
Mungkin satu kali dengarkan lagu ini belum begitu mengerti apa maksud yang disampaikan oleh Frau. “Mesin Penenun Hujan” bercerita tentang hati yang bersiap-siap untuk patah hati dari segala bentuk kenyamanan yang selama ini selalu menyelimuti dan membuatnya ceria. Dalam lagu ini Frau menggambarkan hati seorang gadis yang mulai melihat tanda-tanda tidak sehat dari pacarnya, merasakan berbagai ketidak-cocokan. Frau menggambarkan (idealnya) ketegaran seorang gadis dengan indah. Seyogyanya seorang gadis tidak lantas cengeng, galau berkepanjangan. Tapi harus mempersiapkan segala sesuatu (mulai dari sugesti positif, teman bertukar pikiran yang membangun, lingkungan yang ceria, kegiatan-kegiatan yang padat, dll), yang disimbolkan dengan merakit mesin penenun hujan. Meski pasti setiap orang yang patah hati akan merasakan kesedihan (kan jadi hujan), tapi dengan persiapan yang cukup begitu meraba adanya hal yang tidak beres dalam suatu hubungan, kesedihan akan dengan cepat berganti dengan keceriaan (kan jadi awan).
Diluar itu semua, selama hujan datang, pasti kelak berubah menjadi awan (kembali). “Badai saja pasti berlalu, apalagi hujan.."













