Pada post pertamaku ini, aku mau sharing tentang perjalanan kehamilan pertama ku dengan diagnosa Hyperthyroid. Ternyata (mungkin) banyak new moms yang mengalami gejala-gejala hyperthyroid selama kehamilan, namun didiagnosa lain oleh dokter Obgyn-nya. Salah satu gejala umum yang aku rasakan, yaitu: mual muntah, tidak bisa makan minum.
Kejadian ini aku alami pada akhir tahun 2020, kondisi badanku terus mengalami penurunan karena mual muntah yang berkepanjangan. Minum obat pun (Ondansentron) tidak lagi bisa membantu. Akhirnya per 2 minggu aku harus masuk RS untuk menerima infus dan multivitamin sebagai pengganti makanan.
Nah selama opname saya menggunakan BPJS ya, Mom. Sharing sedikit mengenai ini, selama kondisi badan kita mengalami kegawatdaruratan (semisal, ibu hamil dengan gejala dehidrasi) pasti akan diterima oleh semua RS melalui UGD. Pertama kali opname, aku putuskan untuk masuk RSIA karena pertimbangannya lebih aman drpd RS Umum ya (selama covid). Biaya tambahannya Antigen Test untuk pasien dan 1 penunggu, lainnya bebas biaya, Mom.
Nah, di RSIA ini aku ditangani oleh salah satu Dokter Obgyn yang terkenal di kota Malang. Diagnosa awal, aku mengalami mual muntah karena faktor bawaan kehamilan. Hari ke 3 opname sudah bisa makan tanpa ondansentron, akhirnya hari ke 4 aku bisa pulang. Tak berselang lama, 1 minggu kemudian aku kembali mengalami susah makan karena mual muntah. Akhirnya opname lagi dan harus pindah RSIA karena yang kemarin full, Mom.
Di RSIA yg kedua ini (masih dengan Dokter Obgyn yang sama ya), aku harus opname 2 kali. Paling lama sampai 6 hari walaupun sudah infus dan injeksi obat. Ditambah drama tangan sampai bengkak dan harus pindah infus 4 kali. Di hari ke 6, aku minta izin untuk pulang karena mulai terasa lebih stress di RS ya, Mom. Jenuh sekali. Berharap dengan pulang ke rumah, bisa semangat makan lagi walaupun mual muntah. Setelah bertahan 2 minggu di rumah, kondisi badan terus drop (turun 10kg) dan aku putuskan untuk ganti Dokter Obgyn. Oh, it's the best decision I've ever made during this pregnancy.
Sudah lewat petang waktu itu, aku putuskan masuk UGD Persada Hospital. Tim UGD yang memilihkan Dokter Obgyn untuk handle aku (karena BPJS ya, Mom). Inilah pertama kalinya aku bertemu dengan dr. Nurfianti ❤ Dokter penyelamat hidup aku dan anakku, alhamdulillah.
Next story, aku lanjutin lagi cerita nya yaa, Mom.
Keep healthy, stay happy 🌸