Generasi micin
Micin itu ibarat perselingkuhan dalam suatu hubungan, awalnya enak, tapi lama-kelamaan akan menjadi penyakit, jika dibiarkan akan berbahaya. Micin merusak jaringan-jaringan dalam otak, perselingkuhan merusak hubungan-hubungan dalam percintaan. Micin membuat bodoh otak, perselingkuhan membuat bodoh hati. Padahal kawan, jika ingin gurih cukuplah masukkan garam dan gula secukupnya,…
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Heads up my Otome tumblr is @xoxo-otome. I’ll be posting old and new works there.
I’ve been playing Midnight Cinderella and Ikemen Sengoku (I lost all my data for Ikesen tho) for a couple years and just started Samurai Love Ballad Party and Ikemen Revolution.
Janganlah kebencianmu pada mecin hingga membuatmu h̶a̶l̶a̶h̶ ̶s̶o̶k̶-̶s̶o̶k̶a̶n̶ seakan tak pernah merasakan mecin seuprit pun. Kebanyakan kamu pasti pernah b̶e̶r̶b̶u̶a̶t̶ ̶d̶o̶s̶a̶ cicipi mecin. Dan jika kamu sekarang merasa b̶o̶d̶o̶h̶ tidak pintar, itu karena kurang baca buku.
Membina adalah sunah rasul. Walaupun tidak disebutkan menggunakan istilah yang sama, Rasulullah Muhammad saw telah melakukan proses pembinaan selama perjalanan dakwahnya. Para sahabat dibina ketika berinteraksi dengan beliau. Tak melulu melalui tausiyah atau ceramah, dengan pribadinya yang agung itu, perbuatannya sehari-hari telah menjadi pelajaran mencapai kesuksesan dunia akhirat. Bahkan diamnya saja menjadi pembinaan pada sahabatnya. Maka tidak heran didikan dari seorang pribadi berakhlak Al Quran melahirkan orang-orang hebat.
Kita tahu Abu Bakar Ash Shidiq ra. Pribadinya yang lemah lembut ditambah pembinaan Rasulullah saw dalam ber-Islam, menghasilkan akhlak yang mulia. Lemah lembutnya menjadi kekuatan dalam berdakwah. Menjadi pribadi yang amat bijaksana hingga dinobatkan menjadi pengganti pemimpin umat Islam sepeninggal Rasulullah saw.
Begitu pula sahabat yang lain. Umar bin Khaththab ra, Utsman bin Affan ra, serta Ali bin Abi Thalib ra. Kerasnya Umar tidak dihapuskan oleh Rasulullah saw. Namun dengan sentuhannya, sifat keras itu diarahkan pada kebaikan. Keras dalam membela agama Allah namun tetap sejalan dengan kasih sayang yang Islam ajarkan. Utsman yang pemalu tidak diubah pribadinya agar menjadi seperti Umar. Karena didikan Rasulullah saw, Utsman malu jika sedekahnya lebih sedikit daripada Abdurrahman bin Auf atau tahajjudnya yang masih kurang banyak. Ali, pembawaannya yang humoris dapat dimanfaatkan dalam berdakwah. Membina bukan membangun salinan-salinan pribadi, tapi menjadikan pribadi yang telah ada terbangun dan berkembang dalam keagungan Islam.
Pola pembinaan seperti itu berulang. Dari Rasulullah saw kepada para sahabat. Dari sahabat yang satu ke sahabat yang lain. Terus menerus hingga umat manusia zaman itu menjadi generasi terbaik peradaban manusia.
Namun dengan segala problematika zaman, peradaban berganti. Generasi terbaik tinggal puing-puing menyisakan generasi micin. Terlepas dari manfaat micin yang akhir-akhir ini seolah kita tiadakan, generasi micin menjadi gambaran bahwa peradaban manusia zaman ini bukanlah peradaban yang baik. Anak-anak kecil kini bereaksi cepat melanjutkan lirik-lirik dangdut ketika mendengar potongannya. Di rumah secara istiqamah senantiasa diperdengarkan kepadanya musik-musik dari yang-tidak-usah-saya-sebut-siapa. Kita tahu lah. Sementara keahlian dalam melanjutkan ayat Al Quran, itu pun tidak perlu ditanyakan. Musik-musik dangdut dan murotal memiliki penggemar yang berbeda. Selain itu, pemuda kita banyak menjadi papa atau mama bahkan sebelum lulus SD. Yang lebih tua, begitu mudah tersulut emosinya, begitu lantang menyuarakan kesalahan saudaranya di kolom komentar Instagram atau YouTube. Antusias sekali pada tempat-tempat wisata, konser musik, dan berbagai bentuk hiburan keduniaan. Kalangan orang tuanya memiliki selera tersendiri. Kita tidak kekurangan contoh tokoh-tokoh dari berbagai bentuk tindak kriminal. Serakah jabatan, haus kekuasaan, latah pada penyuapan, hingga masalah bisnis nikah siri.
Sampai kapan mau seperti ini?
Baiklah, kita yang membaca tulisan ini in sya Allah berada di jalur lebih baik. Paling tidak, kita yang bisa menyebut generasi micin, bisa membedakan micin dengan garam. Mana yang harus dilanjutkan dan mana yang tidak boleh dibiarkan. Tidak cukup bila kita menjadi garam sementara teman-teman kita tetap micin, dalam arti, masih berada pada pemahaman yang keliru, jahiliyah. Maka harus ada rasa peduli yang kita tambahkan.
Jangan dulu berharap pada terbinanya 1/3 bumi. Lingkungan kita biasa hidup saja, jika semua terbina, in sya Allah akan kita rasakan ketenteraman. Bisa dianalogikan dengan nuansa masyarakat di bulan Ramadhan, bulan pembinaan. Dapat juga bercermin pada Jogokariyan. Kampung yang masyarakatnya telah terbina dengan baik berkat kerja keras takmir masjid atas izin Allah.
Indonesia kaya secara demografi. Bila semua orang terbina agamanya, maka bisa dibayangkan betapa makmurnya Indonesia. Sumber daya alam yang melimpah dikelola oleh orang yang takwa, pemimpinnya sekaligus ulama, mengaryakan ilmuwan-ilmuwan salih, pengusahanya selalu gagal miskin. Masya Allah.
Cukup. Mimpi ini tidak usah terlalu panjang digambarkan. Mari sama-sama mengingatkan dengan cara yang baik pada saudara kita agar makin banyak lagi yang terbina. Sebab generasi yang sekian banyaknya pasti membutuhkan pejuang dakwah yang tidak sedikit. Di berbagai sendi kehidupan, di segala tempat, untuk semua kalangan. Dengan menjaga karakternya masing-masing.
Seperti para sahabat, pembinaan tidak membuat pribadi gaul kekinian menjadi kolot dan pasrah. Kita bisa ber-Islam tanpa kudet gawai. Justru Islam menuntut muslim untuk terus belajar, meluaskan wawasan. Tidak hanya belajar pada apa yang disukai. Membina menuntut untuk peka zaman, terampil bersosialisasi, dan tentu konstruksi pemahaman agama yang kokoh. Yang jelas, dengan membina orang lain, kita juga dituntut untuk membina diri sendiri. Karena siapa sangka bila ternyata ada micin diproduksi dalam diri kita.
summary: three times nico tries to not confess, and the one time he fails. nico/mc (unnamed)
"do you love me?"
the first time she asks the question, her words are timid, trembling in an anxiety born of fear and tricking out her mouth like blood.
and it may as well be, with how nico needs to dab away her worries with reassuring remarks, heal the wound with cheerful "I like you as a friend, too!"s. his fingers slide into hers, smoothing over clenched knuckles and tracing circles in the palm. as (in)capable a butler he may be, he's much better at wielding daggers and hiding intentions than he is at wielding someone's heart and hiding a forbidden relationship.
though, if he could be honest, he'd love to try.
"but I just can't answer you now, princess." nico laments, still holding her hand, kneeled at her bedside. the candle on her nightstand dims with an erratic flicker, and for once he is grateful for the darkness - the scarce light makes his bitter smile hard to see, and nico really prefers that his precious princess not see it.
a hiss sounds and echoes off the walls. when he turns to the source, he finds the candle dying, the melted wax precariously scorching the nightstand's veneer. it's time to go, it must be nearing midnight, and this cinderella must get her beauty sleep.
nico kisses her fingers, ruffles her hair, and bids her goodnight. when his touch abandons her, and his shoes clack away, the princess sits up with a start.
"will you tell me why, one day?"
there's a painful silence, and the tension in the room grows thick. nico's lips quiver, wanting desperately to confess yes, yes, maybe I'll be able to tell you I love you one day, but instead, he blurts out something else.
"maybe!" nico defaults to his cheeky grin, his face beaming with a faked mischief.
then he runs, runs out like he's the cinderella. there's only so much he can stand, so much of her pleasing voice he can hear before the wolf in him takes over.
"can you tell me no- ow!"
the second time she asks the question, the carriage runs over a rock. what great timing. for her, maybe not, but for nico, it's a welcome distraction.
he runs through the basics, though he's not sure if there's any basics to butlering besides being kind and obedient. hands rubbing the top of her bumped head, nico coos through a string of "are you okay? does it hurt? we're almost there soon, so hang in there, okay?"
the princess nods, smiling at him through her tears (to which she claimed she was NOT crying, she swears. it just hurt a lot, sniff.) nico laughs at this and asks how she could be so adorably casual about it, but the princess only turns her nose away, a faint blush betraying her hostile "hmph!"
then alyn pokes his unwanted face into the window. nico barely makes out the hand signal for “arriving at destination in five minutes”, blinded by the rays of light bouncing off his extravagant suit of armor.
"stein, huh?" the knight mutters, and nico thinks of king byron and the ever so strict albert. he thinks of home, of how he belongs there, but what also intrudes into his thought is how both of them would be able to marry the princess without a consequence.
for a minute - or maybe longer - he's envious. nico envisions white wedding attire and flyaway rose petals, the banners streaming in the air and the pastor announcing "here we gather today to witness the holy matrimony of the princess of wysteria and - "
he would like that too. his name, next to the princess'. his hand in hers, their noses awkwardly bumping as the warmth of her lips meets his. just to hold her and call her his, and not to feel any guilt or fear about it -
maybe that's too much of a dream.
nico closes his eyes, suddenly feeling bitter again.
he doesn't hear the princess ask him if he loves her for the second time.
third time's the charm, they say.
whoever "they" are is correct, perhaps. it is not the third try that gives the attempt a charm, however, so that was a slight misnomer. it was the princess, drenched in wysteria's summer sunlight, plucking away at the petals of a petunia to her heart's content.
"he loves me, he loves me not..."
she doesn't try the question anymore, he notices. maybe the princess has given up on him finally, maybe she's pining for another man. whatever it is, she still keeps the same longing look in her eyes, and nico is curious if there's any eligible man out there who would refuse her. there couldn't be.
or... maybe there was. maybe it's only him.
nico hasn't had anything in his life. a mother, a father, a proper brother...
so, he reasons, it might be okay to take something for himself this time.
"he loves me - "
"I do love you."
their words collide, smashing into a bundle of gibberish. regardless, the princess appears to have heard him anyways; in less than a minute, she had launched onto him, dragging him with her down in the grass.
nico wraps his arms around her, tilts her face closer. losing restraint at the sound of her delighted sigh, he kisses her once and trails down her jaw, her collarbone.
they're covered in dirt and leaves, a music box of giggles and gaps. It's the very image of disgrace that Giles or Albert would faint at, but nico doesn't care to maintain a favourable impression anymore.
they are a princess and her butler, a wysterian and stein couple, but most of all, they are in love.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hai hai kembali lagi setelah vakum cerita dari Jogja neh. Mana suaranyaaa? Mana yang rajin baca yooo? (kaya ada aja zzz). Berhubung har ini tanggal seventeen bulan juli yang mana anak-anak sekolahan (baca TeKa sampai eSeMa) udah pada mulai sekolah kan? Cie cie udah pada naik kelas ciee, berhasil melewati hujan, abu, meteor rintangan terus naik kelas. Cie ciee udah gabisa lenyeh-lenyeh manja unch dikasur lagi~~
Berhubung gue ternyata sudah mulai menua dengan kondisi bukan anak TeKa lagi(kalo ini jelas nggak banget sih, muka tidak mendukung), dan gue meskipun suka disangka cowo ganteng style anak eSeMa gitu kan tapi gue gamau public lier walaupun kalian semua memaksa gue maaf kita gabisa bersama, kamu terlalu baik buat aku, gue harus jujur gue mulai memasuki masa akhir dalam tahap persilatan dunia pertogaan :")
Jadi sekarang gue mau berbagi tips en trik untuk adik-adik mahasiswa baru yang mau ngekos neeh. Gimana lolos SBMTPN kaga? Ato kamu milih swasta? Ato masih galau?Yang masih galau coba baca refleksi gue di Part VI ke Jogja deh, siapa tau membantu~ membantu kamu move on gabisa sih. Susah. Bngsd. HEHE APASIH KONSEN WOI! Barang-barang yang harus selalu ada demi menunjang hidup kalian di tanah rantau. Yuk simak dibawah karena yang diatas adalah langit kamar kosan!!!
1. STOK MAKANAN YANG BANYAK, CIKI, DAN SEGALA CEMILAN MICIN
KAMU MAU JADI ANAK KOSAN KANN? GAMAU KELAPERAN KAN? KAMU KUDU RAMPOK ISI DAPUR RUMAH MAMAH KAMU DAN CARI MAKANAN DEMI MENUNJANG HIDUPMU SEBULAN! (ceritanya kepslock jebol karena makanan itu hal dasar hidup manusia jadi gue taro poin pertama). Kamu kudu bawa cemilan sebanyak mungkin untuk nyetok. Oiya bawa wadahnya juga, soalnya kalo nanti temen-temen kamu mampir, kamu bisa menyembunyikan stok tersebut~
contoh cemilan micin
2. Obat-Obatan lyke Diapet, Entrostop
Penyakit anak kosan adalah DIARE! Karen untuk bertahan hidup, semua hal akan kamu makan, jadi peluang kamu kena diare alias mencret cukup tinggi. jadi jangan lupa selalu sedia yes walau yang selalu ada kadang dianggep bukan siapa-siapa~
bukan endorse yak!!
3. Parfum + Rexona + Sabun
Kamu anak kuliahan kan? Udah ngga jaman dekil-dekilan bau ketek!! Haram hukumnya. Sedikitlah berubah dan coba tebar pesona, caranya? cukup wangi aja! Kamu beli parfum seliter, terus pake mandi deh. Setelah itu kamu akan dianggap kurang kerjaan. Sabun juga penting untuk melakukan kenikmatan duniawi tiada tara~ apaan tuh? YAK BETUL, collllllllllllllllll (gausah ngeres) coba tebak apa HEHE colek cuci tangan keles~
contoh mencuci tangan yang baik
4. Pulsa-Kuota-Batere-PowerBank
Kamu punya pacar kan pas SMA? Cie cie!! Cie jadinya LDR gegara beda kota ciee, buat yang beda rumah ibadah, elus lah dada masing-masing~ Buat yang punya pacar, terus LDR, hal ini penting banget kann? Buat telponan tiap malem cuma nanyain “qMuH h4r! !n! 33k uD4h cH3Bh0k b3Yum cHuYunK?” Hati-hati LDR (Longdistancerelationshit) menjadi LDR (lama-lama direbut orang) jika kamu ga menyiapkan poin ke 4 secara baik!
pulsa token tersedia di indomaret
5. Tissue
NAH INI BAGIAN TERPENTING! apa gunanya? Untuk mengelap sesuatu~ Pasti pada nethink nih, pret. Tissue untuk ngelap air mata kamu karna kamu tau pacarmu ternyata sudah memilih yang disana untuk berbahagia. Jadi tisue itu cukup berguna sih.
cara mengambil tisue yang baik dan benar
Sekian 5 barang terpenting untuk anak kosan. Terms and Condition is available yes! segala bentuk resiko seperti dicoret ato di TipX dari kartu keluarga adalah tanggung jawab pembaca. Sekian!
Salah satu tren yang muncul dan pergi adalah tren tanaman, bermunculan banyak jenis tanaman yang tampak di rumah rumah. selain itu mulai bayak orang orang rumahan menggunakan berbagai jenis bahan sebagai pupuk yang mudah di dapat dari kebutuhan sehari hari, diantaranya adalah penggunaan monosodium glutamat atau MSG yang dirasakan bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Namun yang perlu di…