Ciri-Ciri Masjid Sunnah Sekuel Ke-2
Kriteria ciri-ciri "Masjid Sunnah" nambah dua. Dari 6 jadi 8.
Dua tambahan baru dalam 8 ciri yang gak ada di 6 ciri sebelumnya:
Qunut subuh sebenarnya adalah masalah khilafiyah dalam fikih. Menurut mazhab Syafii hukumnya sunnah. Menurut Maliki hukumnya mustahab. (Silakan googling apa beda sunnah dan mustahab). Yang gak memperbolehkan qunut itu mazhab Hanafi. Sebab qunut hanya untuk di shalat witir.
Jadi, qunut subuh yang menurut dua mazhab besar fikih hukumnya sunnah dan mustahab, menurut kaum Salahiyyun yang bermazhab Salahiy (aliran yang senengnya nyalah-nyalahin) hukumnya nganu ... mbuh gatau apa. Pokoknya bukan sunnah. Sebab ciri masjid sunnah adalah yang gak ada qunut dalam shalat subuhnya.
Jadi, kaum muslim Indonesia yang mayoritas fikihnya bermazhab Syafii dan masjidnya atau mushalanya atau di rumahnya membaca qunut saat shalat subuh ... masjid Anda, mushala Anda, dan rumah Anda itu gak sunnah. Gak nyunnah. Menurut mazhab Salahiy.
Soal tasbih ... zikir itu ibadah, tasbih itu tradisi yang maslahat. Tidak ada larangan menggunakan tasbih, tidak ada pula ada perintah menggunakan tasbih. Menurut kaidah fikhiyyah dalam mazhab Syafii, jika tidak ada larangan atau perintah tentang sesuatu, maka sesuatu itu boleh--selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat. (Soal ini, ada bab khusus dalam kaidah fikhiyyah mazhab Syafii).
Btw, kenapa tambahannya dua ya? Kenapa milih jumlah genap? Enam dan delapan. Kenapa gak milih jumlah ganjil, jumlah witir? Okelah. Itu rahasia mereka.
Tapi, kalo nanti ada pembahasan kembali untuk menambah ciri-ciri "Masjid Sunnah" sekuel berikutnya (sekuel ketiga, biar jadi trilogi), saya mengusulkan dua kriteria lagi. Jadi nanti total cirinya ada 10. Nambah dua lagi. Kayak jumlah penambahan sebelumnya.
Karena mereka senengnya yang "tidak-tidak" dalam merumuskan ciri-ciri "Masjid Sunnah", dua ciri tambahan untuk kriteria Masjid Sunnah usulan saya adalah:
Tidak membaca dan atau mengeraskan bacaan basmallah sebelum surah Fatihah dan surah lain. (Gak usah peduli dengan mazhab Syafii yang mengharuskan baca basmallah).
Tidak menyediakan makanan-minuman setelah Jumatan.
(Nah, Anda yang barusan selesai Jumatan dapet jajanan-minuman dari masjid, masjid Anda bukan masjid sunnah. Buat apa makan jajan gratis kalo gak sesuai sunnah?! Rrrasssakan! Besok-besok lebih baik Anda beli aja jajan di abang-abang gerobak yang biasa mangkal di depan masjid--somay, batagor, mi ayam, toge goreng, gorengan, es doger, es podeng, atau lainnya).
Demikian. Semoga usulan saya diterima.