Apakabar? Bagaimana keimanannya hari ini?
Pagi ini penulis ingin share terkait “Mimpi”. Tentu setiap orang punya “mimpi” yang menjadi penyemangat di dalam hidupnya. Apapun itu. Penulis yakin setiap orang punya suatu impian, walaupun dia bukan tipe orang yang penuh target. Begitupun penulis :’)
Penulis selalu bikin catatan yang berisi list-list mimpi penulis, dan tidak ada mimpi yang tidak “melangit” :’)
Sebenarnya itu salah satu cara penulis untuk memotivasi diri sendiri. Ya, motivasi terbesar penulis berasal dari “kekuatan” mimpi yang sering penulis tulis.
Sedikit cerita, dulu penulis ingin sekali menjadi bagian dari tim redaksi jurnal di kampus penulis dulu. Tapi saat itu, penulis awam di bidang penulisan ilmiah, karena memang saat SMA dulu, penulis tidak bergelut di bidang penulisan-penulisan ilmiah.Â
Pada saat itu, syarat untuk masuk tim redaksi jurnal harus punya tulisan yang bagus, yang dipilih oleh dosen. Sedikit ciut sih nyali penulis saat itu. Tapi.. penulis mencari cara untuk belajar bagaimana menulis yang baik dan benar. Akhirnya, penulis memutuskan untuk masuk organisasi yang bergelut di bidang penulisan ilmiah.Â
Penulis bukan tipe orang yang ketika mengikuti suatu organisasi hanya ingin “eksis” semata. Inilah sebabnya penulis tidak tertarik dengan organisasi-organisasi yang terlalu eksis. hehe.. mungkin karena penulis tipikal introvert. Jadi lebih suka kerja di belakang layar.
Banyak ilmu dan pengalaman yang penulis dapatkan dari oraganisasi tersebut. Mungkin penulis satu-satunya orang yang sangat awam dan tidak mengerti apa-apa di dalam organisasi tersebut. Tapi penulis selalu belajar dari teman-teman satu organisasi dan senior-senior. Sampai pada akhirnya penulis direkomendasikan untuk jadi bagian tim redaksi jurnal. Alhamdulillah...
Itu salah satu impian penulis dulu... dan sebenarnya ada beberapa impian besar yang pada akhirnya bisa penulis capai. Termasuk saat ini. Ya, menjadi bagian dari kampus ini, merupakan impian penulis :’)
Oke. Kita kembali ke pembahasan mimpi. Cerita di atas hanya selingan saja, untuk membuktikan bahwa sekecil apapun usaha kita, mimpi kita pasti akan menemukan jalannya. Walaupun jalannya tidak pernah disangka-sangka datangnya.
Saat ini, yang penulis khawatirkan adalah ilmu penulis tidak membawa manfaat untuk orang lain. Penulis takut tidak dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah penulis dapatkan selama ini. Wallahualam...
Dulu... penulis pernah nulis di daftar riwayat hidup skripsi, kalau penulis ingin menjadi bagian dari orang-orang yang akan membangun daerahnya. Sampai saat sidang akhir, penguji menanyakan hal tersebut. Menanyakan bagaimana peran kamu di masyarakat nanti? Tentu penulis menjawab sesuai dengan pemikiran penulis saat itu.
Entah apakah ini jalan atas mimpi penulis dulu atau apa. Yang jelas, penulis merasa, masuknya/diterimanya penulis di sekolah pascasarjana IPB ini merupakan jalan untuk impian penulis.
Ketika awal masuk, sempet kaget juga, karena ilmu-ilmu yang diajarkan merupakan ilmu baru bagi penulis. Tapi.. ada satu hal yang penulis sukai, yaitu ideologi yang ditanamkan. Penulis rasa, jalan ini merupakan jembatan yang harus penulis lalui dengan rasa syukur.
Walaupun jalannya nggak mulus, penuh liku, dan yang jelas ada perjuangan yang sangat keras di dalamnya. Tapi penulis mampu melewatinya sampai saat ini. Alhamdulillah... :”) *terharu
Penulis selalu memikirkan “Apa yang bisa saya lakukan untuk membawa perubahan? Apa yang bisa saya lakukan untuk daerah saya? Bagaimana caranya? Harus kemana dulu?”. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu penulis tanyakan pada diri sendiri.
Penulis bukanlah orang yang hebat seperti teman-teman penulis. Bukanlah orang yang pandai, dan bukanlah orang yang berwawasan luas. Tapi penulis selalu ingin belajar dari mereka. Selalu ingin menjadi orang yang dapat memberi manfaat untuk orang lain. Salah satunya... ya dengan ingin selalu mengupgrade diri dan berusaha untuk mewujudkan mimpi penulis tersebut... “Menjadi bagian dari orang-orang yang dapat membangun daerahnya.”
Bagaimana caranya????? Yaa... penulis hanya yakin saja, akan ada jalan untuk ini. Entah gimanapun. Pasti ada caranya...
Kalau dikatakan idealis... (mungkin) saja, karena penulis selalu takut ketika nanti terjun di dunia kerja yang terikat oleh birokrasi. Takut tidak seidealis sekarang. Takut terbawa oleh arus dan ikatan tersebut.
Kalaupun nanti penulis tidak bisa masuk ke salah satu birokrasi dan membawa perubahan. Penulis ingin membuka lapangan kerja untuk orang-orang yang membutuhkan dan patut dibantu. Entah gimanapun caranya.. :”)
Ada beberapa hal yang udah penulis pikirkan untuk membuka lapangan kerja ini. Tapi sebelum ini, penulis juga harus bisa memanage dan mengatur strategi untuk hal ini. hehe... mimpinya melangit banget kan yaa??? :’)
Tapi... menurut penulis, impian itu harus melangit, harus tinggi. Kenapa? Ya... jangan mau mimpi yang biasa-biasa saja. Mimpi itu akan menjadi acuan kita untuk terus bergerak dan berfikir dalam mencapai sesuatu. Jadi... tetap percaya kemampuan diri sendiri dan tetap berhusnudzon ya... Insyaallah, semua akan ada jalan-Nya...
Untuk kamu yang di sana.. yang akan menjadi pendampingku, yang akan menjadi sahabat, partner, dan ayah dari anak-anakku kelak... semoga selalu menjadi pendukung di setiap impian-impianku. Aku pun akan menjadi penyemangat dan bagian dari setiap mimpi-mimpimu.
Ayoo.. kita wujudkan bersama mimpi kita. Ayo.. menjadi partner dunia akhirat yang tangguh dan amanah... :”) Insyaallah... Aamin Aamiin Ya Robbal Alamin :)
Selamat beraktivitas para pejuang “mimpi” Â