Seketika aku teringat istikharah yang pernah aku lakukan di tahun 2012 (Mengenai ini, sempat aku posting sebelumnya).
Hidup ini begitu mengejutkan bukan?
Kita tak bisa hanya mengandalkan perencanaan semata. Tapi kita juga harus mempersiapkan ketika tidak sesuai dengan perencanaan tersebut.
Bukankah sebaik-baik perencana memang Dia (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) semata? :”)
Tahukah kau?
Dulu.. aku tak pernah berfikir menjadi seperti indri saat ini. Tak pernah berfikir bisa menempuh pendidikan sampai sejauh ini, dan tak pernah berfikir untuk mengenal cinta-Nya… :’)
Kau tau kenapa dulu aku melakukan istikharah? karena saat itu, aku bimbang atas seseorang yang datang padaku saat itu.
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat itu, dan aku mempercayakan ini pada-Nya.
Akhirnya, aku memutuskan untuk sholat istikharah. Beberapa kali aku lakukan sholat istikharah, dan pada suatu malam aku bermimpi bertemu seseorang.
Kau tau seseorang itu?
Dia seseorang yang sederhana, berpenampilan apa adanya, saat itu ia mengenakan baju koko dan celana bahan yang tidak ketat. Dia menggunakan motor yang sederhana untuk memboncengku. Tak tau pasti wajahnya, tapi saat itu ia sedang memberiku nasihat tentang suatu hal. Saat itu pula, aku merasa sudah punya ikatan pernikahan dengannya.
Di mimpiku saat itu, aku mengenakan kerudung panjang, dan berpakaian syar’i. Padahal, ketika itu aku sama sekali belum mengenakan pakaian syar’i, dan kerudungku pun tidaklah sepanjang yang ada di mimpiku itu. Ketika aku mimpi, aku tidak merasa kalau itu sebuah mimpi. Bahkan aku lupa dengan istikharah yang aku lakukan.
Aku tak tau pasti apakah mimpi itu jawaban atas istikharahku atau bukan, aku juga tak tau apakah di masa depan aku akan mengenakan pakaian syar’i dengan kerudung lebar atau ngga, tapi yang jelas karena mimpi itu aku memutuskan hal yang tidak pernah aku sesali.
Karena mimpi tersebut, aku berusaha menjaga diriku sebaik mungkin. Aku berfikir dan berhusnudzon pada-Nya kalau ada seseorang seperti di mimpiku itu. Untuk itu, aku harus menjaga diriku dan hatiku hanya untuk seseorang yang telah Allah takdirkan untukku saja.
Tentu semua itu tidaklah instan. Semuanya butuh proses dan perjalanan panjang. Sampai suatu ketika aku memutuskan untuk memakai rok, untuk memperdalam ilmu agama, untuk membaca buku-buku tentang islam dan makna cinta, dan… pada akhirnya aku memutuskan untuk melebarkan kerudungku… :’)
Sungguh… setiap perjalanan dan perubahan yang aku lewati, semuanya aku rasakan. Aku merasakan setiap level ujian dari-Nya :’)
Rasanya… nano-nano :’)
Teringat QS. Al-Ankabut: 2-3: “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan kami telah beriman, sedang mereka belum diuji”.
Tentu, setiap orang yang hijrah dari kondisinya yang benar-benar “jahiliyah” menuju-Nya, akan benar-benar merasakan perubahan tersebut, karena aku pun demikian. Aku merasakan setiap perubahan yang telah aku lakukan. Masyaallah…
Allah selalu menuntunku ternyata. Menuntun untuk selalu kembali ke jalan-Nya.
Adakah nikmat yang lebih besar dari ini? :’)
Jujur, ketika tahun 2012 aku memutuskan istikharah, di saat itu sebenarnya aku juga tidak pernah berfikir untuk nikah cepet, dan aku rasa… aku dikategorikan belum mampu saat itu.
Sekarang aku benar-benar merasa kalau Allah telah menjagaku, telah memberikan jalan terbaik menurut-Nya, dan telah menuntunku untuk menuju seseorang di mimpiku itu. Kaukah itu?
Lagi-lagi aku tidak pernah berfikir bisa menjadi indri seperti yang sekarang ini. Tak pernah sedikitpun berfikir demikian :’)
Masyaallah… aku tidak menyesal atas apa yang telah aku lewati dan rasakan, karena semua itu benar-benar terbaik untukku.
Mungkin, jika bukan karena kekecewaan, rasa sakit, dan lain sebagainya yang pernah aku rasakan dulu… aku tak akan bisa seperti saat ini.
Kau tau?
Aku selalu percaya atas setiap penjagaanku, setiap apa yang aku lakukan menujumu, kau pun melakukan hal yang sama.
Aku selalu berharap, kau tidak sedang berada di hati yang salah, kau tidak sedang menjalin hubungan dengan seseorang, dan kau tetap dalam penjagaanmu. Sama sepertiku :’)
Kau tau?
Aku selalu berdo’a agar dipertemukan denganmu di saat yang tepat. Di saat kita telah mampu mencintai-Nya, dan di saat aku sudah pantas untukmu.
Untuk itu, aku berusaha memantaskan diri dengan mendekat pada-Nya.
Aku percaya pilihan-Nya :’)
Entah mimpi saat istikharah itu petunjuk dari-Nya atau bukan. Tapi… mimpi itu menjadikan aku percaya seseorang yang ada di dalam mimpiku tersebut.
Saat ini, aku berfikir kembali tentang mimpi itu. Mimpi yang sudah aku lupakan karena banyaknya kegiatan dan hal lainnya.
Saat ini, aku berfikir kembali… apakah “Sekarang saat yang tepat untuk bertemu dengan seseorang itu?”
Sampai sekarang pun aku percaya setiap pilihan-Nya, setiap skenario-Nya, dan apa-apa yang telah Ia tetapkan untukku tidak ada yang lebih baik dari itu.
Jika memang benar, saat ini adalah saat yang tepat menurut-Nya. Maka, aku akan berusaha menjadi yang terbaik. Aku akan menghargai setiap usaha seseorang yang memperjuangkanku dengan mengharap ridho-Nya, dan aku ingin menjadi seseorang yang membuatnya tidak menyesal telah memilihku :’)
Jika kau punya masa lalu, aku pun sama. Jika kau melewati perjalanan hijrahmu dengan berangsur-angsur, aku pun sama.
Kita punya masa lalu, dan kita punya perjalanan yang menjadi titik temu kita.
Untuk itu, mari kita hidup bersama :’)
Memulainya bersama-sama dan melukis indahnya masa depan bersama :’) karena kita tidak hidup di masa lalu, aku pun tidak ingin berjalan mundur.
Maka temukan aku di masa sekarang, dan ajak aku ke masa depan bersama-sama menuju Ridho-Nya… :”)