Sedikit tentang Si Single dan Pernikahan (1)
Beberapa orang yang seneng banget bahas perkara nikah selama bertahun-tahun, ternyata ujiannya malah dipersulit ketemu jodoh. Iya, gak semua orang begitu. Tapi saya jadi belajar dari mereka, kalau mau dapat apa-apa sewajarnya aja, mesti banyak tawakal sama Allah, dan gak perlu merasa paling jago ilmu tentang pernikahan, karena kalau bukan Allah yang tolong, kita bukan siapa-siapa.
Satu hal yang penting lainnya, kalaupun mau bahas-bahas tentang pernikahan, jangan hanya diskusi bagian seneng-senengnya aja, coba berpikir logis juga tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi setelah menikah, karena kita menikah sama manusia yang sama-sama punya dosa. Gak mungkin seseorang akan selalu kasih kamu hal-hal yang berbau surgawi, sedangkan dia sendiri hanya penduduk bumi.
Harus realistis. Itu kuncinya.
Juga perkara menunggu. Perempuan rentan banget kena janji-janji palsu suruh nunggu sekian tahun kemudian nanti dia akan datang lagi untuk melamar. Bagi saya, suruh nunggu setahun aja udah red flag banget. Bukan masalah ‘aku sanggup kok nunggu selama itu’ atau ‘aku udah terlanjur suka sama ikhwannya’ (ini yang bahaya), hanya di rentang waktu itu, pasti akan ada banyak setan yang berisik di benak kamu untuk menyelundupkan pikiran-pikiran setengah gak waras ala-ala orang yang dimabuk cinta. Minta pertolongan sama Allah banyak-banyak adalah koentji. Jadi, kalau menurut saya, lebih cepat ya lebih selamat, insyaa Allah.
Tapi, tapi nih, gak berarti cepet-cepet itu jadinya bikin kita teledor. Banyak hal yang bisa ditanyakan ketika masa ta’aruf itu entah yang sebulan, dua bulan, tiga bulan, atau mungkin kalau ada yang yakinnya setelah enam bulan ya kenapa enggak.
Pertolongan Allah itu dekat.