Setiap manusia itu udah dijamin rezekinya sama Allah. Jadi, kalau saya boleh beropini, kayanya kurang tepat kalau ada yang bilang
"kalau aku meninggal dan belum cukup persiapannya untuk bekal anak-anak, nanti gimana kehidupan anak-anak?"
"kalau aku meninggal lebih dulu, aku khawatir anggota keluargaku ga bisa hidup layak."
"Kayanya ga adil kalau aku ga mempersiapkan kehidupan yang layak bagi anggota keluarga/anak-anak/siapapun yang tersayang, kalau aku meninggal duluan."
Kalimat sederhana itu maknanya dalam menurut saya. Ada dua aspek yang saya mau highlight, keyakinan tentang rezeki dan kematian.
Pertama, in my humble opinion, ada 'pengerdilan' kuasa Allah disana, sedangkan rahmat Allah itu luas banget. Allah ga mungkin menelantarkan hamba-hambanya. Allah ga mungkin ga kasih rezeki, Allah pasti kasih rezeki untuk orang-orang tersayang kita, rezeki mereka pun udah tertakar dan tercatat, dan kita harus yakin rezeki mereka cukup sampai maut memisahkan mereka sama dunia yang fana ini.
Entah kita bekerja keras atau engga, mau kita siapin bekal atau dana yang cukup atau engga untuk kehidupan orang-orang tersayang dan generasi berikutnya, Allah pasti kasih rezeki dan Allah pasti kasih rahmatnya.
Bukan semata-mata kita yang kerja keras dan siapin ini itu, bukan. Itu semua karena kehendak Allah. Gimana tentang konsep takdir yang ada dalam hidup kita? Bukankah semuanya udah ditulis Allah di Lauhul Mahfudz?
Jadi siapa kita bisa bilang kalimat-kalimat begitu? Serius, meskipun kita dikasih free will sama Allah dan ranah kita di 'berikhtiar'-nya, kita bukan siapa-siapa kalau bukan karena pertolongan Allah.
Kedua, tentang kematian. Sebagai orang Muslim mestinya yakin, kalau kehidupan dan kematian itu semuanya Allah yang atur. Mau kita meninggal besok, lusa, tahun depan, ketika anak-anak kita udah dewasa, ketika orang-orang tersayang kita lagi butuh-butuhnya sama kita, mau kita udah siapin dana kehidupan yang layak atau belum untuk anak-anak dan orang-orang tersayang, dan dalam kondisi apapun, itu terserah Allah. Itu udah tercatat, ga akan meleset, bahkan perpanjangan umur yang kita alami pun semua udah tercatat.
Jadi, in my humble opinion, mestinya ga ada lagi kalimat 'aku rasa aku ga adil kalau ga ngelakuin ini dan itu kalau nanti aku meninggal duluan'. Saya pikir kalau kita bilang begitu, kita jagoan banget di dunia ini, seperti kita bisa atur semua urusan diri kita dan urusan orang lain, padahal kalau bukan kehendak dan pertolongan Allah, kita ga ada pengaruhnya untuk orang lain.
Mesti lebih sering lagi ini sih ngaji tauhidnya.
Hanya Allah yang Maha Pemberi Pertolongan dan Maha Mengatur yang ada di langit dan di bumi.