4/5 Maukah Kau Berproses denganku? (Part1)
Aku menuliskan ini di atas BRT.
Bernapas sedikit lebih lega, alhamdulillah 3 hari super ini terlewati dengan terlalu banyak hikmah dan pengajaran dari ALLAH.
Qadarullah, berniat menuliskan cerita tentang Interna-Anak-Farmasi-Obsgyn-Bedah, baru bisa terlaksana hari ini, di waktu 3/5 hari stase Obsgyn (4 dari 5 stase Klinik).
1. Adaptasi itu, perkenalan. Maka komuda ini, mulai mengenal dunia klinik. Mulai mengenal setiap sudut rumah sakit tempatku menimba ilmu dari guru-guru terbaik, dosen-dosen terbaik yang penuh dedikasi di antara sekelumit padatnya 24 jam dalam hidupnya masih meluangkan waktu untuk mengajari kami, bocah-bocah yang tak tahu apa-apa.
2. Dari Residen-residen terbaik, yang di antara laporan, penugasan, follow up, hingga setumpuk tanggung jawab diri lainnya masih rela malam-malam memberi tentiran, mentransfer ilmu pada kami, junior-junior nya yang bahkan masih sempat berkeluh padahal bisa jadi kami tidak selelah apa yang mereka sudah rasakan.
3. Melakukan kesalahan itu, sebuah pelajaran. Bahwa esok, tak boleh lagi terulang. Bahwa ketika melakukan kesalahan, akan ada tanggung jawab yang mengikutinya untuk menebus kesalahan tsb. Bahwa bisa jadi, dengan kesalahan tsb penyesalan yang begitu dalam akan membekas, lantas kelak menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
4. Ur Support System. Kita hidup tidak pernah benar-benar seorang diri. Bukan, bukan ambisi pribadi yang dikejar lantas lupa akan hak hak orang di sekitar. My support system, aku tahu aku harus bersyukur dan terus bersyukur. Dengan sekelumit kompleksitas kehidupan, my support system adl orang-orang terbaik, setidaknya yang ALLAH ciptakan untuk diriku. Dan aku yakin, setiap manusia punya rejeki yang ALLAH sudah gariskan, termasuk tentang rejeki kehadiran orang-orang terbaik di hidup mereka yang menjadi support system bagi mereka.
5. Marahlah, bisa jadi kelak kamu akan menyesali kenapa kamu marah. Maafkanlah, sesungguhnya kebaikan hatimu akan membekas.
Qadarullah, minggu ini di stase obsgyn, dengan siap sedia hari Senin aku berangkat menuju rumah sakit. Tanpa bekal akan jaga malam! Bapak komting hanya berkata bahwa nim 1-7 siap jaga ya dengan perlengkapan baju jaga segala macam, lengkap. Jadilah aku, anak nim 13 santai super duper santai.
Terrnyata, ALLAH berkehendak lain.
Pukul 7, pengarahan dengan Bapak Residen super keren , aku kebagian jaga malam itu! Oke, biasa aja, aku bisa pulang sebentar terus balik lagi.
Siangnya, Dosen Favoritku (she is very jenius bagiku), memberi tugas 3 laporan kasus dikumpul besok Selasa pukul 8 ! Hoho. Oke, aku rasa jaga malam nanti bisa jadi sekaligus mengerjakan tugas. Aman.
Lalu, terjadwal bahwa kelompok kami harus maju kasus presentasi hari Rabu! Dengan posisi Senin zore kami baru mengetahui pasien mana yang akan menjadi guru terbaik kami.
Pukul 16, masih di rumah sakit. Dan aku harus kembali untuk jaga pukul 19.
Something happened. Ada sesuatu serangkaian peristiwa tidak diinginkan yang membuatku qadarullahnya, terlambat hanya 1 menit di jaga pertama itu!
Obsgyn. Stase dengan kedisiplinan super! Kedatanganku disambut riuh kakak-kakak tingkat. Ditegur oleh salah seorang Kakak Tingkat, yang kini aku ingin berterimakasih atas tegurannya malam itu. Sukses besar membuat malam ku kelabu, haha. Kelabu dengan setumpuk 3 laporan kasus plus diliputi rasa super bersalah, ga enak, dan penyesalan atas banyak hal yang sore itu terjadi karena kekanak kanakkan ku.
Sebagai tanggung jawab atas keterlambatanku, dari kemendikbud aku diarahkan untuk meminta tugas pada Ibu Residen yang super baik hati. Jadilah siang ini aku menghubungi beliau. Guess what?
Ibu Residen baik hati membalas dengan sangat besar kelapangan maafnya, membuatku jatuh cinta pada bagian Obsgyn lebih dalam lagi. "Gapapa dik. Lain kali jangan diulang. Tidak ada tugas. Tugas dari saya cuma satu, jangan terlambat lagi."
Huhuhu... super terharu ngebaca chat Ibu itu. ALLAH Maha Penyayang sekali, membuat ku harus belajar dan emmgambil hikmah bahwa terlambat itu tidak boleh. Bahwa barangkali satu menit itu waktu e,as yang bisa menyelamatkan nyawa manusia. Bahwa bisa jadi dalam satu menit itu bisa menyelamatkan seorang bayi lahir dengan normal.
Bahwa, datang terlambat itu tidak baik. Termasuk barangkali terlambat datang masuk ke kehidupan seseorang.
Eh, hehe.
Poinnya, jangan datang terlambat.
Intinya, :
Jika ada yang membuatmu marah, marahlah dan kau akan menyesal. Tapi barangkali kau bisa berlapang memaafkan, lalu kenangan tentangmu hanya tentang besarnya hatimu dalam memaafkan oranglain.
6. Ini poin paling penting. Berproses itu, membuatmu menginvestasikan waktu-tenaga-bahkan uang.
Dan kamu, maukah berproses denganku?
Bisa jadi, kawan bertumbuhmu melakukan kesalahan hari ini. Tapi diamlah, tahan amarahmu. Bisa jadi dari kesalahannya hari ini, dia menyesal dan menjadikannya pribadi yang lebih baik.
Sebaliknya, ketika kita merasa kita baik-baik saja tanpa cela tanpa salah, curigalah bisa jadi kita hanya diam ditempat. Tanpa belajar sesuatu yang baru, tanpa berusaha menjadi lebih baik.










