Sudah dari dulu saya punya mimpi untuk keliling dunia. Mimpi itu selalu saya tulis di buku, saya tempel di dinding, atau sekadar coret-coretan kalau sedang bosan. Negara-negara yang ingin saya kunjungi antara lain, Spanyol, Korea, Inggris, Rusia, dan Norwegia –sampai akhirnya- seorang teman saya bertanya, “Kenapa gak ada rencana ke tanah suci?”
Seketika saya diam. Hmm, benar juga.
Dengan pengetahuan sekadarnya saat itu, saya ringan menjawab, “Bukannya kalau mau haji nunggu bertahun-tahun ya?”
Sekarang gantian teman saya yang diam.
“Malah karena harus nunggu bertahun-tahun, harusnya direncanakan dari jauh jauh hari dong”
Lalu obrolan itu berlanjut jadi cerita pengalaman teman saya selama di tanah suci, sejak kecil dia memang sudah mondar-mandir Makkah-Jakarta.
Dan mulai hari itu, saya mulai menyelipkan mimpi berkunjung ke tanah suci sebagai salah satu tujuan keliling dunia saya di masa depan. Bahkan jadi prioritas utama.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
The Power of Inquiry: Navigating Life's Journey Through Questions
Colosseum Roma
In the timeless proverb, “Shyness in asking questions leads to confusion on the path,” lies the essence of the importance of inquiry. It suggests that hesitancy to ask questions results in missing out on solutions and knowledge. To me, asking questions is a vital component in the process of decision-making and daily activities.
In my view, asking questions is a learning process…
Setelah Jerman, WNI Keliling Dunia dengan Motor ini Lanjut ke Belanda
Setelah Jerman, WNI Keliling Dunia dengan Motor ini Lanjut ke Belanda
RiderTua motor – Mungkin ada yang masih ingat dengan Stephen Marx Langitan. Dia adalah warga Indonesia yang berkeliling dunia menggunakan motor Kawasaki Versys 250cc. Dia mengawali perjalanannya pada tanggal 25 Maret lalu, dan kini singgah di Jerman. Setelah Jerman, WNI keliling dunia dengan motor ini lanjut ke Belanda.
Keliling Dunia Naik Skuter, Pasangan Kekasih Asal Italia Sampai Indonesia
MALANGTODAY.NET - Kemesraan ditunjukkan pasangan asal Roma, Italia, Filippo Genito (50) dan Fransesca Montanari (32). Sepasang kekasih ini rela menghabiskan hari-harinya di jalan untuk keliling dunia dengan menunggangi skuter cinta merk Lambretta SX 150 tahun 1969. Dalam ekspedisi keliling dunia bertajuk 'Wild Ride on Lambretta' ini mereka berkesempatan singgah di kota berjuluk "Little Swiss", Kota Batu, Senin (18/12). Kepada awak media, Fransesca mengatakan, ekspedisi yang telah dimulai sejak Agustus lalu ini menargetkan mengelilingi 50 negara dunia. "Indonesia ini negara ke-17 yang kami kunjungi. Kami berkesempatan singgah di sini, di Kota Batu. Kita disambut hangat sama komunitas vespa, Forum Komunikasi Vespa Malang Raya FKVMR (eks Malves)," kata Francesca saat ditemui di Kopitiam, Senin (18/12). Adapun 17 negara yang telah dikunjungi mulai Italia, Yunani, Turki, Georgia, Azerbaijan, Nepal, Kazakstan, Uzbekistan, New Delhi (India), Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Fransesca melanjutkan, ide perjalanan ini lahir karena terinspirasi kisah perjalanan legendaris, Cesare Battaglini tahun 1956-1959 bersama seorang rekannya. "Perjalanan mereka telah menyentuh semua benua menggunakan dua skuter Lambretta 150 D. Mereka yang sangat menginspirasi kita," ungkapnya. Ditanya soal bagaimana mereka bertahan hidup dengan biaya perjalanan, bagi mereka bukan jadi masalah berarti. Dalam sehari, mereka bisa menguras kocek mencapai Rp 750 ribu. "Itu belum biaya lain, belum termasuk transportasi, menyeberang pulau, biaya tinggal. Ongkos termahal habis untuk kirim motor antar pulau maupun antar negara," paparnya. Mengatasi kendala tersebut mereka masih bisa menekan biaya pengeluaran dengan bekerja di kapal layar, tidur di tenda, tidur di rumah komunitas. "Kalau beruntung kita juga terkadang diundang menginap di hotel, kadang juga di guest house," ungkapnya. Dari 17 negara yang dikunjungi, mereka memuji keramahan orang-orang Indonesia yang berbeda dari negara lain. Selain itu, ragam budaya dan kesederhanaan orang Indonesia juga membuatnya tertarik berlama-lama. "Sayang sekali tapi gak bisa lama menetap di satu tempat. Di Indonesia, orangnya benar-benar ramah," pujinya. “Setelah dari Indonesia, rencananya kami naik pesawat menuju Australia. Melanjutkan perjalanan ke Chili, Amerika, Maroko lalu finish di Italia,” tutup Francesca.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dari sejak kecil aku selalu ingin keliling dunia. Berkunjung ke berbagai daerah baru, bertemu dengan berbagai orang baru. Menatap langit yang sama namun dari tanah yang berbeda-beda. Bahkan, sempat terpikir dalam benakku untuk tinggal dan hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara yang lain setiap beberapa bulan sekali pada suatu titik dalam hidupku ini. Mimpi itu tetap terjaga hingga hari ini ketika akhirnya aku memahami makna dari kata ‘pulang’.
Sebelum membahas makna tersebut, perlu kita pahami terlebih dahulu bahwa diri kita di kehidupan ini bisa diibaratkan seperti sebuah papan puzzle raksasa. Dari sejak mata kita pertama kali melihat dunia ini hingga beberapa saat sebelum kamu membaca kalimat ini, selalu ada potongan puzzle yang kita susun di papan diri kita. Tidak hanya peristiwa besar saja, potongan-potongan puzzle yang kita susun juga termasuk secuplik peristiwa remeh temeh atau bahkan sekedar sepotong kalimat dari seseorang yang sepintas kita dengar.
Kamu mungkin pernah mengalami ketika beberapa detik kalimat pujian seseorang bisa bertahan berhari-hari di kepalamu. Mungkin pula masih terngiang hingga hari ini. Ada seorang teman yang sekadar terpleset kulit pisang sewaktu ia kecil membuatnya membenci buah pisang sampai sekarang. Bahkan, sekedar mencium baunya pun ia tidak mau. Belum lagi peristiwa-peristiwa besar seperti pindah kota, lulus sekolah, bekerja, menikah, hingga peristiwa perpisahan. Semua itu terkumpul di dalam papan puzzle yang membentuk siapa kita hari ini.
Singkatnya, kita hari ini adalah ‘kesimpulan sementara’ dari sekumpulan potongan kehidupan kita di hari kemarin. Setiap detailnya, mulai dari apa yang kita alami, apa yang kita pahami, hingga apa yang kita rasakan.
Tentu hal tersebut tidak hanya berlaku pada diri kita sendiri, namun juga pada orang lain. Siapa pun dia. Memahami hal sederhana ini akan membantu kita untuk tidak langsung menghakimi orang lain dari siapa dia hari ini. Memahaminya akan membantu kita lebih mudah menerima setiap orang yang hadir dalam hidup kita dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Karena seperti apapun kepribadiannya, dia juga mempunyai latar belakang sejarah yang membentuk siapa dia hari ini. Entah dari potongan puzzle yang dia susun sendiri atau lebih seringnya, potongan puzzle yang orang lain pasangkan secara paksa.
Aku menyebut ‘kesimpulan sementara’ karena bagaimanapun bentuk susunan puzzle kita hari ini, selalu ada ruang kosong yang bisa kita isi dengan potongan-potongan puzzle yang baru. Pun kita juga masih punya kesempatan untuk mengganti potongan yang sudah ada dengan potongan yang baru. Meskipun untuk melakukannya tentu membutuhkan usaha yang besar, tapi prinsipnya tetap sama. Kita selalu mempunyai kesempatan untuk berubah selama kita mau.
Kalaupun kita tidak mau, percayalah bahwa akan ada berbagai peristiwa yang memaksa kita mengubah siapa kita hari ini menjadi lebih baik. Peristiwa-peristiwa itu akan membentuk pemahaman baru di kehidupan kita, baik pemahaman itu masuk secara perlahan seperti tetesan air yang melubangi batu atau secara langsung seketika seperti petir yang menyambar pohon.
***
Kembali ke impianku untuk keliling dunia. Kini aku menyadari bahwa impianku itu pun terbangun setumpuk demi setumpuk dari sejak aku kecil. Mulai dari keinginan orang tuaku agar aku menjadi seorang pilot, hobiku bersepeda keliling kampung, jarak sekolahku yang cukup jauh, caraku mengisi hari minggu dengan berjalan sepanjang rel kereta api, hingga berbagai peristiwa lainnya yang membuatku selalu tidak betah berada di rumah. Pada akhirnya, aku menyadari bahwa impianku keliling dunia hanyalah jawaban dari keenggananku untuk berlama-lama berada di rumah. Aku seakan ingin menjauh dari keluarga.
Aneh memang, tapi begitulah kenyataannya. Kalau mau lebih jujur, salah satu motivasi terbesarku untuk berkuliah jauh di tempat yang tidak ada sanak saudara maupun teman sepermainan adalah atas dasar pelarian itu. Bahkan, sebelumnya aku tidak tahu Bandung itu apa. Sekadar terlintas di pikiran pun tidak sebelumnya, yang penting berada di tempat yang jauh dari rumah. Agar aku bisa bebas layaknya burung yang keluar dari sangkarnya. Bahkan, sepertinya kesukaanku memandang beragam corak langit pun berawal dari sana.
Entah sudah berapa banyak tulisan terbaca yang seharusnya cukup untuk memberikan pemahaman. Entah sudah berapa banyak nasihat terdengar yang seharusnya cukup untuk menumbuhkan kesadaran. Namun, ternyata memahami dan menyadari bahwa ada yang salah dengan diri ini tidaklah cukup untuk membuat kita berubah. Terkadang justru perlu potongan-potongan batu kecil yang dilempar ke titik-titik yang tepat untuk merobohkan dinding mental yang terlanjur terbangun kokoh. Potongan-potongan itulah yang terlempar secara beruntun beberapa hari belakangan ini.
Potongan pertama berawal dari sebuah ajakan menonton film berjudul “Coco” yang tak kuduga malah menjadi jalan untuk menjawab kegalauan antara dua pilihan. Chase the dreams or money? Nope, it’s Family. Bahwa kita akan benar-benar mati ketika kita dilupakan oleh orang-orang terdekat kita, yakni keluarga kita.
Potongan berikutnya berlanjut dari sebuah obrolan ringan dengan seorang kawan hingga akhirnya dia terceletuk untuk mengatakan, “sebenarnya kamu sudah sadar dari dulu kalau kamu melewatkan satu hal dalam hidup ini. Keluarga.” Kau tahu rasanya membaca kalimat itu seperti apa? Persis seperti orang yang mencari-cari remote tv padahal dia mencarinya sambil memegang remote tv itu di tangan kanannya!
Potongan selanjutnya adalah kabar duka dari seorang kawan yang ibunya meninggal dunia. Kabar yang mengingatkan secara tajam bahwa tidak ada kata ‘tiba-tiba’ ketika detak sudah berhenti. Yang ada hanyalah kita yang tidak pernah mau mengerti atau selalu terlambat untuk mengerti. Menganggap hitungan waktu kita maupun orang yang kita cintai akan terus berdetik, padahal semuanya sudah terjadwal sempurna dengan batasnya masing-masing. Kita tahu waktu berputar tanpa ada ulangan tapi tetap saja kita seperti bersiap diri untuk menyesal di akhir.
Akhirnya, dinding pemikiran yang terselubung dengan judul ‘impian keliling dunia’ tersebut runtuh malam ini. Ketika seorang kawan mengetikkan kalimat sederhana yang sebenarnya ditujukan untuk menjawab bercandaanku.
“Mungkin itu tanda kamu harus pulang.”
Aku tidak tahu kata-kata itu keluar dengan sengaja, sadar, dan serius atau hanya sekedar meluncur begitu saja darinya sebagai kalimat bercanda, yang jelas kalimat itu seakan melengkapi potongan-potonganku dalam perjalanan memahami makna kata ‘pulang’.
Terkadang kita memang perlu jujur pada diri sendiri terlebih dahulu untuk bisa mengubah diri kita menjadi lebih baik. Akan apa yang kita rasa, akan apa yang kita pendam. Selanjutnya, tunggu dan bersiaplah untuk menyambut satu momen tepat yang akan datang setelah kumpulan momen-momen kecil lainnya mendahuluinya. Karena seringkali tidak cukup hanya diri kita sadar bahwa ada yang salah dengan diri kita. Kita perlu orang lain untuk menggetok kepala kita dan berteriak, “Woii sadar, wooiii!”
Tidak hanya sekali, namun berkali-kali.
***
Terima kasih, kawan. Aku akan tetap menjaga mimpiku untuk keliling dunia. Namun kapanpun mimpi itu terjadi suatu saat nanti, aku akan selalu ingat bahwa aku tak perlu lagi mencari alasan untuk pulang. Aku pasti akan pulang. Segera.
Seorang ayah di China memutuskan menjual rumah seharga 2 juta yuan atau sekira Rp4,4 miliar beserta sebuah perusahaannya demi sang buah hati. Hasil penjualan digunakan pria itu untuk membeli sebuah karavan untuk berkeliling dunia bersama anak perempuannya tersebut. Pria bernama Zhu Chunxie telah 10 tahun tinggal dan mencari nafkah di Shanghai. Selama jangka waktu tersebut, dia berhasil mendirikan…
A 333 days away From Home, an Interview with Rani Aulia
There will be always the benefits of learning more about other cultures, religions, traditions and becoming more tolerant. That’s what Traveling has taught most of traveler I know. This month I finally have a chance for an Interview with the one that have been traveling around the world for almost a year. If you've ever wondered what it's like to be a Muslimah who really loves to travel, this Friendly-Lady will seriously tell you about the meaning of life.
Tell us the basic about yourself ?
Saya Rani lengkapnya Rani Aulia, saya dari Bandung coret, gadis kampung dari perbatasan Bandung - Garut.
Do you still remember, the first time this idea "333 days away from home" came up ? and Then what was you said to your self at that time ?
Well, kita luruskan dahulu, awalnya saya sama sekali tidak berpikir akan 333 hari saya hanya berpikir kalo saya harus pulang pas puasa, dan ternyata itu pas 333 hari.
Itu adalah mimpi saya jadi memang sudah ada di dalam pikiran saya sejak lama, tapi the idea itu datang ketika saya ditengah happiness project saya, saya sedang bikin list apa sih yang kira-kira bisa membuat saya merasakan ultimate happiness dan keliling dunia ada di list paling atas. Kenapa keliling dunia? Karena saya kepingin keliling dunia.
What’s inspire you the most to travel ? and why ?
Sesuatu yang baru. Melihat sesuatu yang baru, exited dengan segala petualangan melihat dan belajar hal baru.
Karena saya senang sekali belajar langsung dari dunia, saya bukan tipe orang yang senang belajar di dalam ruangan kelas atau jalur formal saya lebih senang untuk terjun langsung melihat dengan kepala saya sendiri.
Since when actually you started to love this kind of activity (Traveling) ?
Sudah lama, tapi yang jelas pas mulai bekerja sudah punya pendapatan sendiri saya semakin menjadi-jadi dulu kerjaan saya mendukung. Saya bekerja pindah-pindah dan disela-sela itu saya backpacking.
Do you still remember the first time you went out for a journey ? tell us lil bit about it..
Saya minta maaaaaaf! Memori saya ga bagusss.. hahaha tapi ada yang saya ingat saat saya di probolinggo saya mencari sebuah candi batur, candinya ada jauh di desa di pedalaman probolinggo, begitu sampai candinya ditutup dan digembok, sayapun harus manjat kawat-kawat berduri demi melihat candi itu dari dekat. Ukuran candinya imuuuut banget hahaha tapi saya betul-betul menyukainya karena ada cerita garuda di relief candi itu dan saya jatuh cinta ama cerita garuda, saya mendatangi semua candi di Indonesia yang ada relief garudanya.
How Does it feels to travel wearing hijab (headscarf) ? Meanwhile "islamophobic" is still a current issue in some countries ?
itu salah satu concern utama saya, apakah akan ada kesulitan? Jawabannya sama sekali tidak. Oh manusia itu mahluk yang luar biasa indah. Mereka menerima saya apa adanya beruntung saya bertemu dengan orang-orang baik yang menerima saya apa adanya. Mereka menghormati dan menjaga saya, justru karena saya berhijab saya merasa lebih aman karena orang-orang menghormati saya. Saya tidak pernah sekalipun bertemu dengan orang yang membenci agama saya. Mereka menghargai perbedaan dan mereka sangat luar biasa.
In my case, "current circumstance" sometimes become a big problem for some people to travel. I mean, did you get any problems with your friends, family, and loved ones at that time when you told them about your plan to travel ?
Well. For me everything was easy. Saya bilang ke orang tua dan awalnya sih shock tapi mereka memahami, karena mungkin mereka melihat kemampuan saya dan mereka tahu kalo saya mampu. Ini adalah hobi yang saya cintai dan akan membuat saya bahagia. Keluarga saya ingin saya bahagia jadi yah mereka mendukung saya.
Mungkin pada intinya sih kita harus memperlihatkan kepada mereka kalo kita mampu melakukannya, banyak orang bilang susah karena orang tua tidak mengijinkan yup tapi itu juga bukan tanpa alasan, menurut saya itu karena orang tua mengenal kita, jadi kalau mereka tidak mengijinkan alasannya bisa jadi karena kita tidak mempelihatkan atau belum bisa membuktikan kalau kita mampu untuk melakukannya.
What was the most thoughtful and meaningful places that you've been up to ?
India. Saya belajar banyak di India. India adalah negara dimana saya sudah bisa hidup di jalanan dimana saya berpikir kalau hidup di jalanan adalah hidup saya sekarang dan di India saya mengalami masa-masa paling down karena masalah pribadi tapi saya bisa mengatasinya. Saya belajar hal-hal yang berhubungan dengan spritual dan kebahagiaan juga. Saya bertemu banyak teman juga. Saat saya down mereka datang dan mendukung saya serta memberi support dan membesarkan hati saya. Kebaikan all over India. Bukan cuman di India aja Kindness all over the world. You are never alone.
What are 3 words that describe you for now ?
Bahagia, Bebas dan Penuh akan Rasa Syukur.
Have you ever feel lonely, bored or stressed, and how did you cope with that situations ?
Tentuuuuuu sering saya merasa itu. Sekali saya hampir beli tiket pulang saat di Maroko! Sering banget kecapean. Jalan keluarnya tarik nafas tutup mata inget kemudia membayangkan kerja keras saya untuk meraih mimpi ini, kalo saya blessed karena bisa hidup di mimpi saya. Trus saya memikirkan apa yang saya mau sekarang? Kalo saya ingin istirahat ya saya istirahat aja diem ga kemana-mana. Kadang saya hanya online ngobrol bareng teman-teman atau keluarga.
How do you deal with your health, appearance, and of course money ?
Sebetulnya ga ada yang khusus, saya makan biasa saja. Penampilan ya apa adanya, uang yah diusahakan seirit mungkin. Kebetulan banget saya bukan orang yang ribet yah.. saya betul-betul flexible. Ada saat saya ga ganti baju selama 7hari and I am okay with that. Makanan juga yang penting makan aja. Ga usah fancy makan di restaurant karena harus ngirit jadi kadang cuman nasi ama telor aja, yang penting makan.
How do you get around in a completely new places, stay with locals, trust them without feeling insecure at all ?
Itu proses ya.. setelah beberapa saat akhirnya saya bisa beneran blending di perjalanan saya. Saya melihat perbedaan diantara manusia tapi pada intinya mereka sama. Ada kebaikan di tiap orang. Dan saya selalu dipertemukan dengan orang yang baik yang mau menolong saya agar saya menyelesaikan perjalanan ini. Mereka juga excited karena mereka jarang ketemu dengan traveler Indonesia yang lagi berkeliling dunia.
What do you do for life now ? What do you want to achieve this year ? or Where do you want to go next ?
Soo I decided to be a jobless woman. Hahaha saya ga mau orang mencuri kebebasan saya lagi. Saya mau coba berbisnis kecil-kecilan, saya punya kebun kopi jadi saya sekarang sedang membuat produk kopi untuk travelers. Untuk tahun depan saya dedikasikan untuk membantu orang yang ingin traveling dengan cara open trip with free guiding. Saya ingin menunjukan ke orang-orang kalo traveling itu gampang dan simple dan bisa sangat murat.
Fill in the blanks: If I could travel the world....
I totally would.
After all ? do you call yourself an expert for this ?
I think yeah. Tapi jelas expertnya khusus gaya saya. Kalo traveling gaya lain ya saya ga expert. Kalo traveling absurd ala Rani ya jelas expert.
Last but definitely not least, could you please give us one powerful sentence to inspire and encourage others out there about traveling and the meaning of life ?
Saya suka banget quote ini.
“one day your life will flash before your eyes, make sure it’s worth watching.”
Where we can find you ? Would you please give us the list of your Social Media…