12 Rabiul Awal dan 3 Peristiwa Besar
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” [TQS 33: 21]
12 Rabiul Awal, hari Senin pagi di Makkah, kala itu dikenal dengan tahun Gajah. (Rawwas Qal’ahji, Sirah Nabawiyah (terj.), hlm. 15; Ibnul Qayyim, Zâd al-Ma’âd, 1/28). Terlahir dari seorang wanita bernama Aminah seorang bayi laki-laki. Kelahiran Nabi saw. banyak diiringi dengan berbagai keajaiban. Qadhi Iyadh menyebut ada 132 keajaiban (Qadhi Iyadh, Asy-Syifâ` bi Ta’rîf Huqûq Al-Mushtafâ, hlm. 205). Malam itu purnama bersinar bagaikan terik mentari. Malam itu tenang suasana. Masyarakat melihat ada cahaya besar yang turun di rumah Aminah. Sang kakek, Abdul Muthalib mengatakan bahwa cucunya ini yang akan menjadi rahmat bagi seluruh alam dan menyandang gelar sebagai Nabiy ar-Rahmah. Adalah Rasulullah Muhammad saw. nabi akhir zaman. Hadirnya sebagai penutup dari para anbiya’.
Kini sudah beribu tahun setelah kepergian beliau. Setiap yang beriman pasti mengenang. Setiap yang berakal pasti berpikir juga berpegang teguh pada wasiat beliau (Kitabullah dan As-Sunnah) agar selamat menjalani dunia.
Sejatinya hadirnya Rasulullah saw. tak semata mengajarkan tentang akhlakul karimah, naun lebih dari itu, Rasulullah saw. mengajarkan setiap jengkal amal mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, mulai dari masuk kamar mandi hingga menerapkan setiap aturan dalam bentuk negara.
12 Rabiul Awal, tak semata menjadi momentum peringatan kelahiran beliau. Namun ada 2 peristiwa besar yang juga terjadi pada tanggal itu. Peristiwa terbesar kedua adalah hijrahnya beliau ke Madinah. Beliau memasuki Madinah pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah (Lihat: Shafiyurrahman Mubarakfuri, Sirah Nabawiyah (terj.), hlm. 232-233; Ahmad Ratib Armusy, Qiyâdah ar-Rasûl, hlm. 40). Hal ini menandai pendirian Daulah Islamiyah secara sempurna (Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Dawlah al-Islamiyyah, hlm. 48).
Sebelum Nabi saw. hijrah, terjadi peristiwa Baiat Aqabah II di Makkah antara Nabi saw. dengan perwakilan Suku Auz dan Khazraj dari Yatsrib (Madinah). Baiat ‘Aqabah II ini merupakan akad penyerahan kekuasaan kepada Nabi saw. sekaligus penobatan beliau sebagai kepala negara. Baiat ‘Aqabah II itu sekaligus merupakan pendirian Daulah Islamiyah (Lihat: Al-Marakbi, Al-Khilâfah al-Islâmiyah bayna Nuzhûm al-Hukm al-Mu’âshirah, hlm. 16).
Dengan baiat tersebut secara hukum (de jure) Nabi saw. sudah menjadi kepala negara di Madinah. Namun demikian secara fakta (de facto) kepemimpinan ini baru efektif setelah Nabi saw. sampai di Madinah. Dengan demikian hijrah Nabi saw. atau tibanya Nabi saw. di Madinah pada 12 Rabiul Awal 1 H itu merupakan penyempurnaan pendirian Daulah Islamiyah yang dipimpin oleh beliau. Karena itu setiba di Madinah, Rasul saw. langsung menjalankan syariah Islam dan bertindak sebagai kepala negara.
Hijrah Nabi saw. ke Madinah bukan karena beliau takut akan dibunuh Quraisy. Alasan sesungguhnya adalah karena di Madinah terdapat kesiapan masyarakat untuk menegakkan Daulah Islamiyah dan mendukung dakwah Islam yang diemban Nabi saw. (Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Dawlah al-Islâmiyyah, hlm. 47).
Dengan demikian sejak tiba di Madinah Muhammad saw. memegang dua kedudukan sekaligus, yakni sebagai nabi dan kepala negara. Sebagai nabi karena penobatan dari Allah SWT dan sebagai kepala negara melalui pengangkatan oleh umat. Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahulLâh berkata, “Jadi Nabi saw. dulu memegang kedudukan kenabian dan kerasulan. Pada waktu yang sama beliau juga memegang kepemimpinan kaum Muslim dalam menegakkan hukum-hukum Islam.” (Taqiyuddin an-Nabhani, Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, hlm.116-117).
Sedangkan peristiwa besar ketiga yaitu berdirinya Khilafah pasca wafatnya Rasulullah saw. Rasulullah saw. wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah (Ibnu Katsir, As-Sirah an-Nabawiyyah, IV/507). Ibnu Katsir berkata, “Inilah tanggal yang dipastikan oleh Al-Waqidi dan Muhammad bin Saad.”
Wafat Rasulullah saw. sekaligus menandakan kelahiran Negara Khilafah ar-Rasyidah. Tersebab pada hari yang sama, bahkan sebelum jenazah Rasulullah saw. dimakamkan, umat Islam telah membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq ra. sebagai Khalifah.
Bulan Rabiul Awal, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal, telah terjadi 3 peristiwa besar sekaligus: Maulid Rasulullah saw., Maulid Daulah Islamiyyah (Daulah Nabi saw.) dan Maulid Khilafah Rasyidah (Daulah yang mewarisi dan melanjutkan Daulah Nabi saw.). (Buletin Kaffah Ed. 17, 12 Rabiul Awal 1439H-1Desember 2017)
Ketika diri ini mengaku umat Rasulullah Muhammad saw. sudah berapa banyak keteladanan yang sudah kita ambil dari beliau sehingga kita layak mendapatkan syafaat beliau di hari Akhir kelak?
Sebuah tulisan untuk kembali mengingat Maulid Rasulullah saw. sekaligus sejarah besar umat Islam.
Tulisan ini dipersembahkan untuk mini project @xyouthgen dengan taggar #CintaRasulullah semoga kita menjadikan Rasulullah saw. satu-satunya uswah dalam kehidupan kita.