More catcil

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Mexico
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from Romania
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
More catcil

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
CatCil Belajar... Belajar.... dan belajar. - belajar bersabar. tatkala seseorang terlalu senang untuk selalu mengoreksimu dengan memusyawarahkan setiap sikap mu yang menurutnya kurang baik di belakang mu. - belajar untuk tetap tersenyum. untuk tetap membalas senyum dari orang yang kurang terlalu menyukaimu - belajar untuk senantiasa bahagia. walau semua terasa sulit. yakinlah, bahwa semua itu indah karena Allah maha adil atas setiap hamba-Nya. dan terakhir. belajarlah untuk menangis. di setiap 1/3 malam. curahkan setiap noda dan dosamu. agar dirimu tetap bersabar, tersenyum dan bahagia. Jakarta, 27 Oktober 2017. *di bawah langit malam yang dingin beriringan oleh langkah kecil hujan di temani secangkir kopi tubruk gayo.
Used the top ref for Carlos down there. Then as mentioned before, the bottom ref, top left I used for Cecil. CATCIL AND CATLOS EVERYONE *Applause* AGAIN!! shoutout to short-blonde-andaverage
Of Cats and Gods
He was wandering along the outskirts of town when he saw a small cat with seemingly a mark that looked like a third eye on its head. He halts, looking at the little creature, hesitating. His weakness for animals wins, and he approaches it, kneeling down and extending his hand.Ā
āHey there little oneā he greets the feline softly, a slight smile on his face. Cats were nice. All animals were nice, really. He would have had so many pets to keep him company if it werenāt for his allergy.
thecasettetapes
meow! <3
My muse has turned into a cat! Send me "Meow!ā and Iāll generate what happens next!
8. They sit on your museās lap and dig their claws into their legs.
It happens involuntarily. Heās just sitting around on Wynnās lap, purring softly as he gets pet, and for some reason he decides that this is the perfect (or, perhaps, purrfect?) moment to unsheathe his claws and dig them into Wynnās thighs, yawning as he does so. His dark brown tail flicks and sways lazily, brushing the underside of their jaw.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Pertemuan dan Perpisahan
Setelah membaca sekian banyak status di beranda Facebook dan sekian banyak postingan di dashboard Tumblr, dilengkapi dengan sekian ratus kicauan di timeline Twitter, aku lantas tertarik untuk menuliskan ini, sesuatu hal yang tiba-tiba terpikirkan olehku setelah melewati pembacaan itu;
Kita, sebagai manusia, seringkali terjebak (atau āditakdirkanā jika ingin memakai istilah yang lebih halus) dalam drama pertemuan dan perpisahan. Beberapa pertemuan memberikan kesan yang begitu mendalam, memberi kenangan yang seolah-olah akan selalu menyuburkan perasaan rindu. Bagi beberapa jiwa yang sentimentil, pertemuan-pertemuan berkesan mendalam itu akan coba untuk selalu dikenang sepanjang masa. Namun mereka tidak sadar; Waktu adalah pembunuh yang tabah. Ia membunuh segala macam idealisme, janji manis, komitmen, dan rindu.
Semua yang tampak pada awalnya akan langgeng, ternyata menguap tidak lebih lama dari buih. Hiruk pikuk dunia ini rupa-rupanya telah membuat suara-suaran kenangan tak lagi menghiasi hati dan pikiran orang-orang.
Kebanyakan manusia akan kalah oleh waktu. Bisa jadi ketika momen pertemuan mereka berkata dengan bangga dan jumawaĀ āaku takkan melupakanmu selamanyaā, namun ketika momen perpisahan tiba mereka adalah yang pertama-tama akan lupa. Betapa banyak manusia seperti ini! Apalagi mereka yang saking banyaknya larut dalam pertemuan dan perpisahan kedua hal tersebut menjelma hanya sekadar seremonial belaka dalam hidup mereka. Pada kesempatan pertemuan mereka akan mengumbar kata-kata manis yang dengan begitu saja terlupa ketika pertemuan berikutnya menyapa. Pada kesempatan perpisahan air mata merekalah yang paling membanjir, namun setelah perpisahan terlewati, air mata mereka pula lah yang paling cepat mengering.
Untungnya, selalu ada tempat bagi orang-orang baik di dunia ini. Orang-orang tulus yang menghargai setiap pertemuan dengan sepantasnya dan menangisi setiap perpisahan dengan sewajarnya.
Pujian
Pujian, memang selalu memabukkan. Pujian, mirip-mirip denganĀ āujianā, masih satu sajak. Mungkin karena itu tidak salah jika dikatakan bahwa pujian itu adalah ujian juga, ujian tersendiri dari-Nya untuk mengukur kapabilitas keikhlasan seseorang. Siapa coba yang tidak senang ketika dipuji, langsung maupun tidak langsung. Dihindari sampai jungkir balik sekalipun, tetap saja ada perasaan senang yang menelusup ketika pujian menyapa dan kekecewaan yang cukup menggetarkan ketika pujian itu tidak ada.
Ingin rasanya bersikap sebagaimana ustadz-ustadz yang tampak keren dan penulis-penulis yang tampak terkenal itu; berkata dengan jumawa bahwa pujian bukanlah segalanya, bukan sesuatu yang mereka kejar dan ingin mereka pertahankan. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak bisa mengatakan aku tidak senang dipuji sebab bagaimanapun juga pujian tersebut menyenangkan bagiku.
Di era facebook ini, puji memuji sudah menjadi hal yang lumrah, biasa saja. Like untuk like, koment positif untuk koment positif, favorite untuk favorite, adalah sikap yang wajar-wajar saja. Di tengah pusaran badai fenomena seperti ini mencari pujian yang tulus dan kritikan membangun yang halus sangatlah sulit. Kita tidak bisa menentukan motif seseorang begitu saja. Perlu berbagai macam indikasi untuk sampai pada suatu kesimpulan. Karenanya kita tidak bisa apa-apa dalam situasi pujian-pujian yang mengharapkan pujian-pujian itu selain menikmatinya dengan lapang dada.
Aku tidak ingin menetapkan sikap apa-apa dalam masalah ini. Biarlah ia menjadi remah-remah kebahagiaan yang sukur-sukur dapat memberikan kontribusi positif dalam bangunan kebahagiaanku. Jika toh aku terperangkap dalam suatu waktu dalam lubang hitam pujian, aku berharap tanganmu ada untuk menyelamatkanku.
Persepsi Tanpa Klarifikasi
Kita setiap hariĀ āterjebakā dalam arus informasi yang selain sangat deras, juga sangatlah memabukkan. Informasi-informasi ini terhidang tersaji di hadapan kita meskipun tanpa kita minta, bahkan meskipun kita enggan dan menolaknya. Informasi ini menjadi santapan kita yang melimpah-limpah sampai-sampai kita betul-betul kekenyangan. Otak kita buncit dan penuh sampai tumpah ruah dengannya.
Maka perlahan, dengan gerakan halus (karena begitu terbuai) Informasi ini menggiring pandangan kita menuju suatu sudut yang sempit, naif, terkadang juga bodoh, sesuai dengan selera tangan-tangan dibalik layar Informasi itu. Sedikit demi sedikit persepsi kita dibangun berdasarkan kehendak tangan-tangan tersebut dan kita (karena masih saja terus terbuai) tidak lagi ingin menggunakan akal pikiran demi memilah apakah persepsi tersebut adalah persepsi yang benar sebagai sebuah fakta kebenaran ataukah ternyata ia adalah persepsi yang salah sebagai suatu prasangka semata.
Segala sesuatu yang memabukkan adalah haram, bukan?