Selamat Hari Kartini Wanita Indonesia
Kalau ngomongin hari Kartini pasti nyambungnya sama kata 'emansipasi'. Ya emansipasi wanita yang sudah di perjuangkan pada zaman dahulu oleh Ibu R.A Kartini, yang pada saat itu wanita tidak mempunyai hak hak untuk menjalani mimpinya serta tidak bisa mengutarakan pendapatnya.
Melihat adanya perbedaan kebudayan dan lingkungan zaman dahulu dan zaman sekarang yang serba canggih dengan adanya kemajuan teknologi, disini gua cuma mau berpendapat sebagai seorang wanita yang melihat bagaimana perkembangan wanita wanita di Indonesia.
Gua wanita dan manusia juga pastinya, pasti ada salah dan pasti banyak yang berbeda dari segi pendapat dan pemikiran. Ya kalau ada yg baca terus merasa tersinggung atau merasa gak sependapat, gua minta maaf dan balik lagi ini hanya isi kepala gua, dan gua tidak melakukan survey.
Beberapa minggu ini gua suka baca thread di twitter tentang bagaimana sedihnya si cewe yang ditinggal pacarnya, atau gebetannya atau mantannya setelah melakukan 'HS'. Disitu dia speak up, dan meminta pertanggung jawaban.
Kemudian ketika tidak dikabulkan permintaannya atau ternyata ketika si pria menghilang begitu saja, kisahnya dijadikan thread entah oleh si korban, teman korban, atau keluarga korban. Dengan tujuan agar mengedukasi teman teman wanita lain agar tidak seperti dia.
Gua sangat setuju dengan tujuannya si perempuan untuk membagi pengalaman pahitnya yang sejujurnya itu gak gampang, speak up membuka 'aib' ke sosial media agar teman teman perempuan lain belajar dari kesalahannya. Gua benar benar menghormati apa yang dia lakukuan.
Tapi ada beberapa kejadian yang membuat gua agak bingung dengan kelakuan si perempuan di beberapa thread. Selain dia berbagi pengalaman dia juga membuat para komentator atau netizen berpendpat.
bukan hanya pemberian motivasi tapi banyak juga penggiringan opini publik untuk menyudutkan si pria. Disini gua sebagai perempuan agak sedikit bingung dengan beberapa thread yang dibuat. Gua sebagai perempuan jelas marah, sedih, hancur kalau diperlakukan seperti itu.
Siapa sih yang mau dijadikan 'habis manis sepah dibuang'. menurut gua ya si pria memang b*jingan, dan semua netijen yang baca tau kelakuan si b*jingan itu. Tapi menurut gua alangkah baiknya tidak dilakukan penggirigan opini publik. dan dibeberapa thread juga, gua gak suka kalau si perempuan menuntut untuk si pria balik, tanggung jawab sampai membuat netizen ikut campur. mohon maaf, itu masalah anda dengan si pria. si perempuan juga menuntut agar si pria tetap bertahan dengannya setelah 'semuanya' dia kasih.
Ya pasti begitu semua wanita maunya juga. tapi gini ya.. pertama mungkin di beberapa kasus ada yang dijebak, mereka HS karena gak tau bakalan begitu. di beberapa kasus berikutnya setelah tau dijebak dan bakalan diajak HS mereka mau dan suka sama suka. Maaf, disini gua akan bilang si perempuan bodoh kalau dia menuntut si pria untuk stay padahal dia bukan suaminya. Maaf ya, pria akan stay untuk kalian kalau dia mau stay. mau kalian kasih badan atau engga.
Jadi kalau kalian udah ngasih dengan se rela relanya terus si pria malah menghilang saat di tanyakan tanggung jawab, ya itu konsekuensi kalian. Anggep aja 'amal', kenapa gua bilang gini? karena lu ngasih aja udah salah, padahal dia bukan suami lu. Jadi kalo perempuan nuntut tapi si pria menghilang, maaf gua akan bilang terima aja. Disini lu emang harus mawas diri, apa yang sudah lu lakukan dan apa konsekuensinya.
Kalian mau HS sebelum nikah atau engga itu terserahlah dosa dosa lu, asal kalian tau konsekuensinya apa buat diri kalian, buat hubungan kalian. Dan untuk si perempuan yang sudah menggiring opini publik padahal dia juga salah. Please jangan bodoh, kalau lu salah ya terima aja, jangan mencari pembelaan dibalik komentar netizen yang gak tau faktanya kaya gimana
Tentu saja Gua sangat gak mendukung HS diluar nikah. itu terserah diri masing masing karena ya kalian berakal. Gua cuma mau memperlihatkan kenapa HS diluar nikah dilarang, karena bisa menyebabkan ganggguan pada fisik, psikis, dan sosial. Jadi Kalau kalian para perempuan gak siap terima dengan konsekuensinya, jangan bodoh untuk mencoba melakukan, karena apa yang kalian kasih gak akan bisa balik lagi.
Sekian celotehan panjang siang ini, Kalau ada yang tidak sependapat silahkan, isi otak manusia kan memang beda beda.