Menit ke 9:27
"Orang-orang banyak berpikir, jadi perempuan tuh lu mendingan diem aja, kalem aja. Kaya baru terjadi sama gue beberapa hari yang lalu, salah satu ada yang komen : "Sebenernya aku tuh suka sama ka Gita, entah cuma kenapa, beberapa belakangan, ka Gita terlalu (kasarnya) terlalu banyak bacot lah. Dulu perasaan humble tapi kok sekarang lu terlalu banyak omong, semua lu permasalahin."
"Gua rasa dia ga sadar bahwa kalimat itu problematik dan mungkin dia dapatkan itu dari emak bapaknya yang selama ini dirumahnya "nak kamu diem aja ya. Kamu tuh cewek, kamu harus kalem."
Ketika nonton video ini, gue totally ngangguk-ngangguk.
Didikan orang tua emang ngaruh banget buat nentuin bentukan kita. Emak bapak gue adakalanya ketika memutuskan sesuatu terkadang bilang, "coba tanya ka Bi." Secara gak langsung, mereka membentuk gue jadi orang yang suka berpendapat. Bonyok gue ngasih porsi gue buat speak up looh.
Lalu negara api pun menyerang. Gue merantau di kampung orang yang model 'cewek kalem iya-iya aja' itu hampir mendominasi. Hal ini jadi bikin gue ada perasaan guilty ketika jiwa speak-up gue lagi keluar. Lebih ngerasa, "gue keras ya jadi cewek ?"
Sebenernya gak begitu juga. Emang dasar culture disini yang mengajarkan 'jadi cewek harusnya diem' dan itu ga suitable buat diri gue. Kalau gue hidup di lingkungan dgn culture 'speak up itu ga terhalangi oleh gender' mungkin akan fine aja ketika gue berpendapat.
Kebetulannya, sebelum nonton video ini gue abis baca buku yang membahas bagaimana hadirnya Islam mengangkat hak-hak para wanita yang sebelumnya gak terpenuhi.
Got the point ?
Ceritanya istri Umar lagi mengingatkan, Rasulullah ngasih porsi ke anaknya Umar (Hafshah binti Umar, istri Rasulullah) untuk berpendapat loh. Kok kamu, wahai Umar, ga gebolehin saya berpendapat juga ?
Dari sini gue menangkap point bahwa seorang wanita, dan akan menjadi istri nantinya, punya hak loh untuk mengingatkan dan memberi saran (include bependapat dong ?). Kewajiban bagi para laki-laki untuk mendengarkan dan menimbang saran yang diberikan. Listening, bukan cuma hearing. Kalau kata orang bilang, jangan masuk kuping kanan keluar kuping kiri.










