#12 Takdir Spesial (Untuk...)
Takdir-Nya selalu baik, sangat baik. Bahkan meski kita tak tahu apa artinya.
Bahkan meski sering kali terjebak dilema.
Dengan segudang keluh dan tanya.
Kenapa harus begini? kenapa harus aku?
Padahal status kita hanya seorang hamba, tapi acapkali merasa kita seorang raja.
Merasa berhak mendapat begini begitu, merasa paling tahu tentang apa-apa yang telah terjadi.
Sesederhana tragedi pandemi yang cukup banyak menyita emosi.
Karena rencana-rencana dan apa-apa yang hendak kita upayakan akhirnya tertunda.
Padahal siapa yang tahu jika semua yang terjadi justru untuk satu alasan terbaik. Alasan yang tak pernah kita sadari.
Untuk menyelamatkan dari hal-hal yang tak baik dan barangkali terburuk.
Dan yang diselamatkan dari petaka itu adalah kita, diri kita sendiri.
Siapa yang menyangka? siapa yang berpikir sejauh itu?.
Tak ada mungkin.
Bayangkan bila apa-apa yang terjadi saat ini, yang tidak kita harapkan, adalah satu garis takdir penyelamatan yang Allah berikan untuk kita, sebuah penyelamatan, bahkan sampai mengorbankan manusia ratusan atau bahkan ribuan.
Siapa yang tahu?
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
Ditulis di gerimis sayup malam ke empat belas Syawwal 1441 H
Cilacap, 5 Juni 2020 (23.34)













