Berprasangka Baik Kepada-Nya
"Jika Allah tetap berlemah lembut kepadamu sedangkan kamu masih banyak dosa & maksiat, maka tidak mungkin Allah malah menelantarkanmu disaat kamu menaati-Nya." -Syaikh Hamid Al Atiq

#dc comics#dc#batman#tim drake#dc fanart#bruce wayne#dick grayson#batfam#batfamily


seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Yemen

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Italy

seen from Iraq
seen from China
Berprasangka Baik Kepada-Nya
"Jika Allah tetap berlemah lembut kepadamu sedangkan kamu masih banyak dosa & maksiat, maka tidak mungkin Allah malah menelantarkanmu disaat kamu menaati-Nya." -Syaikh Hamid Al Atiq

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
HIDUP
Hidup itu adalah sebuah perjalanan Perjalanan yang semuanya telah diatur dengan baik oleh Allah
Kita hanya diminta untuk patuh dan yakin agar bisa sampai ke tujuan dan berusaha semaksimal mungkin yang bisa kita lakukan
Terkadang manusia masih merasa khawatir akan apa yang akan terjadi selanjutnya Apakah akan berhasil? Atau mungkin gagal?
Padahal perlu kita ketahui bahwa manusia itu terbatas sedangkan Allah tak terbatas atas segala rencana dan kehendaknya.
Senantiasa berhusnudzon kawan :)
Menciptakan Titik Balik
Judul tulisan ini, merupakan judul sebuah sesi materi yang saya moderatori hampir tiga tahun yang lalu. Narasumbernya, sosok yang saya kagumi sejak zaman mahasiswa sampai kini, Mba Birrul Qodriyyah. Di bawah ini, sedikit banyak mengulas pesan beliau di kelas Ahlan Ramadhan saat itu.
Pernah tidak ada momen dalam hidup, dimana kita merasa sangat kesulitan? Rasa-rasanya ingin menyerah, tapi tetap kita usahakan melaluinya. Sampai beberapa waktu berjalan, kita menyadari... Momen itu telah banyak mengubah diri kita. Pasti ada kan titik-titik tertentu yang membuat kita jadi move up? Sebut saja momen itu sebagai: TITIK BALIK.
Sebenarnya kalau ditilik lagi, titik balik tak melulu bicara tentang kesulitan dan perjuangan. Namun, sebagian besar manusia yang saya kenal, memang menyebut “momen sulit” sebagai titik balik mereka. See? Bukankah dari sini terlihat, kesulitan juga merupakan bagian dari kasih sayang Allah.
Kalau kata Mba Birrul, "What challenge you the most, itulah cara Allah membuat kita berkembang.” Justru kalau tidak ada challenge, akan gitu-gitu saja kan? Kalau kita selalu berpikir positif dan husnudzon dengan tantangan-tangan itu, kemudahan Allah akan selalu menyertai. Allah juga menyebutkan di Al-Insyiroh...
فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا Karena sesungguhnya, bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
“Kita bisa menciptakan titik balik, dan membuat timeline-nya,” begitu tutur Mba Birrul. Betul juga, ya. Tantangan kan bisa diciptakan sendiri di waktu yang diinginkan. Dan di setiap crucible time (begitu Mba Birrul menyebutnya), akan ada banyak hal yang membuat kita belajar.
Kalau terbentur dalam prosesnya, pasti itu cara Allah agar hamba-Nya terbentuk kan? Allah pasti sedang menyiapkan kita untuk menghadapi hal yang jauuuh lebih sulit. Jika menghadapi suatu kesulitan, yakin saja akan ada dua kemudahan setelahnya. Hadapi dengan positivity, lalu sisanya? Kembalikan ke Pemberi tantangan.
------------------------
Di Jogja, 09/01/2023 | 7:53 WIB
BELAJAR HUSNUDZON
"Taz, itu yang umroh pada selfie. Itu riya ya?". Tanya mereka.
"Bukan, itu lagi promo travel. Agar kaum muslimin gak salah pilih travel. Menunjukkan travelnya bukan abal-abal." Jawab saya.
"Taz, kok para ustaz senang nge-Vlog dan foto-foto jalan-jalan yah. Apa itu riya ya?"
"Bukan. Itu sedang menunjukkan bahwa mereka baik-baik saja. Mereka sehat dan bahagia. Sedang mencontohkan kepada ummat agar gembira dan tidak stres. Sembari memasukkan nilai-nilai islami di dalamnya, berupa pesan-pesan dakwah. Mereka tak mau ummat sedih dan stres."
"Taz, itu Imam pada riya sekarang ya. Kalau ngimamin suka memvideo sendirinya?!"
"Bukan. Itu untuk menuhin medsos dengan tilawah, bukan dengan musik. Sedang mencontohkan bacaan yang benar. Sedang mencontohkan jadi Imam yang benar."
"Taz, itu para ustaz mulai pasang gelar-gelar di belakang namanya. Sudah mulai pamer ya?"
"Bukan. Mereka begitu karena amanah ilmiah. Bahkan bila perlu mereka pasang plang di rumahnya dengan tulisan: 'Ahli Qiraat, Ahli Fikih, dll'. Agar ummat tak salah alamat dalam mengambil ilmu, agar mengambil dari pakarnya."
"Taz, sebagian Thalib suka becanda-becanda di medsos. Suka bagi-bagi foto makanan segala. Itu gak bener ya, Taz?"
"Bukan. Itu sedang menunjukkan kebahagiaan, agar yang lain juga ikut bahagia. Jika menunjukkan aib dan kemelut hidup terlarang menurutmu, mangapa menunjukkan kebahagiaan juga terlarang? Adapun makanan enak yang ia posting itu sedang mempromokan dagangan kaum muslimin. Itu kan keren."
"Taz, itu orang sok ngustaz/ngustazah. Postingannya tentang dakwah melulu."
"Bukan. Itu sedang berupaya memenuhi beranda dengan kebaikan. Apa kamu mau isi berandamu penuh sama video-video buruk, foto-foto jelek, kata-kata jahat dan jorok? Selain itu mereka berupaya menambah pahala karena mereka sadar bahwa bekal kita sedikit untuk akhirat, maka memanfaatkan kebaikan sekecil apapun akan diperjuangkan. Siapa tahu bisa masuk surga gegara postingan."
Jika mau menuruti syahwat suuzanmu, maka kau bak berlayar di samudera tak berujung. Kau lelahkan dirimu, dan merusak bahagiamu sendiri.
Namun, jika husnuzan yang kau ikuti, kau bak berdiri di padang rumput luas. Menengadahkan wajah ke langit sembari merasakan sensasi sejuk rintik hujan yang jatuh. Menarik napas segar kehidupan sedalam-dalamnya. Tersenyum dengan kelapangan hati dibuatnya. Bahagia dan memandang bahwa kaum muslimin baik-baik saja.
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱجۡتَنِبُوا۟ كَثِیرࣰا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمࣱۖ..
"Wahai hamba-hamba Allah yang beriman, jauhi kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa..." [Surat Al-Hujurat: 12]
***

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sabar itu mudah yg susah itu sabar terus
Ikhlas itu mudah yang susah itu ikhlas terus.
Husnudzhan itu mudah yang susah itu terus husnudzhan .
Yakin itu mudah yang susah itu selalu yakin.
Itulah kenapa puncak keimanan adalah istiqomah...
RASULULLAH TAK PERNAH AJARKAN KEBENCIAN, MALAH SEBALIKNYA
Islam adalah agama yang damai dan penuh cinta.
Islam selalu mengajak untuk berbuat baik dan menghindari balas dendam.
Mencintai sesama merupakan bentuk kita memiliki iman dan menjadi bukti akan ajaran Islam yang luar biasa.
Mungkin, tak jarang dari kita yang tidak suka dengan perilaku orang lain.
Tak satu pun dari manusia yang terbebas dari kesalahan.
Untuk itu, kita tidak boleh membenci satu sama lain dan tetaplah berbuat baik terhadap sesama.
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT dalam surah al-Baqarah (2) : 195: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan diirmu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Ipnu R Noegroho dalam bukunya, The Power of Husnudzon, menjelaskan seorang Muslim dan Muslimah yang baik adalah mereka yang tidak mementingkan dirinya sendiri, tidak fokus untuk mencari kapling di surga sendiri, dan tidak sibuk beramal saleh sendirian.
Ipnu juga menjelaskan sebuah riwayat hadis Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran (hal yang keji, buruk), maka hendaklah dia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya.
Jika tidak mampu, maka dengan lisannya.
Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya.
Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim) Maka dari itu, apabila kita menemui kezaliman dan hal yang tidak disukai, maka kita harus bertindak sekecil apapun untuk berusaha mengatasinya.
Apalagi, jika hal itu berisiko untuk menebar kebencian sesama dan mengajak orang lain untuk ikut membenci.
Belajar dari Rasulullah SAW yang tidak pernah membenci kaum Quraisy meski telah dizalimi berkali-kali.
Beliau SAW selalu memaafkan kesalahan orang lain sehingga bisa menasihatinya agar bisa kembali ke jalan yang benar.
Dalam sebuah hadis yang disebutkan pula dalam buku The Power of Husnudzon, sebagaimana anjuran Rasulullah SAW, dari Mu’az bin Jabal RA Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada.
Iringilah keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapusnya dan pergauliah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR At Tirmidzi).
Prasangka
Dulu, kusangka takdir begitu kejam, seiring dengan keadaan yang sering membuatku terjatuh, kini, ku tahu bahwa setiap hari adalah misteri, dan masa depan juga misteri, bahkan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi beberapa detik kemudian, bisa jadi detik ini kita sedang tersenyum merekah lalu beberapa detik kemudian kita menangis, Begitulah dunia, dunia untuk orang-orang mukmin bukan untuk bersenang-senang, namun untuk berjuang, berjuang menghadapi ujian untuk meraih SurgaNya.
dan karena kita tidak mengetahuinya, kita diharuskan untuk selalu berprasangka baik kepada Allah Subhanahu wa ta`ala, Allah dibalik prasangka hambanya, seperti tertera dalam sebuah hadits
عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال : قال النبي - صلى الله عليه وسلم - : يقول الله تعالى : أنا عند ظن عبدي بي ، وأنا معه إذا ذكرني
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda,’ Sesungguhnya Allah berkata: "Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku" (HR Muslim)
meskipun terkadang kita menemui sesuatu yang menurut kita buruk, kita tetap diharuskan berprasangka baik kepada Allah, karena kita tidak mengetahui sesuatu disebaliknya, sesuai Firman Allah
عَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
“ Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)
Mulai sekarang, berusaha yuk, dalam keadaan apapun kita tetap berprasangka baik kepada Allah, InsyaAllah membuat hati kita menjadi tenang .