Resolusi untuk sebuah evolusi hanya bualan bagi mereka yang angkuh. Maka binasalah mereka!
Lumut

pixel skylines

Kaledo Art
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

roma★
Three Goblin Art

Discoholic 🪩

blake kathryn
YOU ARE THE REASON
hello vonnie

PR's Tumblrdome
Acquired Stardust

ellievsbear
Alisa U Zemlji Chuda

祝日 / Permanent Vacation
Not today Justin

★
TVSTRANGERTHINGS
Jules of Nature
Keni

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Indonesia
seen from United States
seen from Australia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Indonesia
seen from United States

seen from Canada

seen from Germany
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Switzerland
seen from Argentina
@satirsarka
Resolusi untuk sebuah evolusi hanya bualan bagi mereka yang angkuh. Maka binasalah mereka!
Lumut

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Masih terlalu banyak mahasiswa yang sibuk berbicara tentang kesuksesan dan pekerjaan. Pengabdian, seolah hanya tugas bagi para veteran.
Lenang
Bahagialah, mahasiswa bebal, karena kalian dibenarkan berbuat segala-galanya
Pramoedya Ananta Toer
Mahasiswa kan pada jago, tapi terjebak pada tugas-tugas kuliah. Apa karya mahasiswa hanya untuk dosen? Padahal publik juga menunggu karya mahasiswa(?)
Reads
Mei ini, Genap 20
20 tahun silam, kerusuhan meledak dimana-mana. Mobil-mobil terjungkal mengepulkan asap hitam serta apinya. Para perawan nan cantik di tanah air digauli paksa. Tengkorang-tengkorang utuh di pamerkan dalam arakan di jalan-jalan. Pembunuhan sungguh wajar, dengan alasan ras. Sungguh rasis, buat perut ini mual.
Mereka, orang-orang dewasa kala itu merasa dinding menguping obrolan. Dinding-dinding menyebarkan percakapan mereka. “Mata-mata yang muncul mungkin karna itu! Benarkan, Elga?” cakap salah satu dari mereka. Mereka takut, suasanapun sungguh mencekam. Terlebih, ketika pistol teracung menempel di tengkorak mereka.
Elga mulai menggambar, lentik jemarinya menggoreskan kuas pada kain kanvas. Tangannya gemetar, ada kegusaran yang menyelipunya. Terlebih pada wajahnya yang pucat. “Bulan Mei ini sungguh hitam, Kalan. Kau mau minum kopi? Mari hilangkan penat dalam otak.”
Sekarang, genap 20 tahun, ibu menjerit melihat anak yang meledakkan diri dalam rumah ibadah. Entah, entah apa yang ada di pikiran sang ibu. Setelah sekian lama, tak tahu siapa menyulut siapa, kerusuhan mulai menggema ‘lagi’ di setiap kota negeri ini. Negeri ini seperti ranu, ranu berisi derita.
Bunga kembali mekar, ditabur bawah pepohonan. Tak luput juga, mayat-mayat berserakkan berdampingan. Keramaian berubah menjadi angker. Bangunan berjejer mengepung para kaula di dalamnya. Bau kembang melesit melintasi hidung, ternyata sisa asap dupa. “Apa yang sebenarnya manusia inginkan, teror atau kebahagiaan?”
“Negeri ini kotor, Kalan. Peristiwa 20 tahun silam bukan impian.”
“Kalan, mengapa yang ada itu luka? Mengapa bukan cinta?!”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
NEGERI INI DICAMBUK
Para hadirin sekalian, dengarkan orasi ini dalam bentuk monolog yang membosankan!
Negeri ini adalah negeri yang kaya. Emas kita punya, laut kita indah, tanah kita subur dan diktaktor kita serakah. Kita pernah cetak sejarah, setidaknya itu yang di paparkan para veteran. Namun, dimana mereka sekarang?! Hilang dan hanya tersisa hitungan jari. Sungguh aneh, padahal sudah tidak ada lagi tanah tanah pembuangan layaknya di digul sana.
Tolong jangan ada pembungkaman! Terimalah, ini bukan suatu hujatan atau suatu hinaan. Kami hanya berharap agar negeri ini dapat keagungan yang hakiki. Sehingga apa yang kami lakukan, tak menjadi sia-sia.
Bantu kami, agar pada setiap apa yang kami lakukan bukan suatu tindakan yang radikal. Buatlah kami berkembang! Agar kami berfikir tidak selalu dogmatis.
Saya hanya bersuara, bukan untuk menghina. Jangan mengikuti saya dan jangan dengarkan saya. Saya bukan siapa siapa.
5/13, Alphabet Eleven Six Three
Lips that bite each other, it hurt may also bleed
Your words are so blushing, it's annoying
.
Your spit out of your lips, with a smile of your smirk
You succeeded, you killed me
.
Yesterday today tommorow, remains the same
Talking about the same thing, about forever
.
May be wrong if we will never be together, but maybe we will not be better
However, the result will not be too far away
.
This is the beginning of the longest, also tiring
After midnight and before the morning, the world feels unguarded
.
Did you know, I'm here to stay? With you(?)
"Hegemoni ini takkan pernah surut, hadapilah dengan dengan tenang dan kantuk di mata"
-Harian Rompok
Sarkas
Dibungkam. Di dalam rasa, raga dan bahasa. Rasionalitas di tepis. Idealisme di kikis. Jangan, jangan berhenti disini. Batasan itu ada bukan untuk di langar. Batasan itu ada untuk di lampaui. Berkembang, melaju, berdialog, fana, rancu, haru dan lainnya. Ingin rasanya menjadi pionir bersama-sama. Bersama mereka yang sama. Karna kami ada bukan untuk menjadi pion.
Prostitusi ini berkumpul. Cobalah usir dengan sopan dan santai. Lihatlah hal-hal yang tabu dikuak dengan rinci dan teliti. Berkutat disana membentuk tumpukan hitam pekat. Alirkan, pisahkan, dan nantinya akan terlihat bedanya. Kebaikan, pertahankan. Tidak baik, tinggalkan. Ancaman, hindari. Peluang, ambil celahnya.
Ada disini, bukan untuk diam. Ada disini, bukan atas tuntutan. Ada disini, bukan untuk tunduk. Ada disini, bukan hanya mendengar. Ada disini, bukan untuk menunjukan diri. Ada disini, bukan hanya mengikuti. Ada disini, bukan hanya untuk memperhatikan.
Tapi ada disini, untuk bergerak. Ada disini, atas keinginan. Ada disini, untuk membangkang. Ada disini, untuk berbicara juga. Ada disini, untuk menunduk dan megabdikan diri. Ada disini, untuk berjalan sejajar. Dan ada disini, untuk diterima.
Tibalah di ujung. Sore hari telah datang dengan suara burung-burung bersenandung. Rasa ini disimpan dengan isi yang tercerna baik di dalam akal. Akhir dari goresan pena kali ini. Kusimpan baik penaku dalam tempatnya. Kututup buku dan berharap. Jika aku punya keinginan, aku mau usaha, Tuhan dan alam-Nya akan mendukungku. Oleh karena itu, lakukanlah.
Di saat hati ini sudah tidak keciwi-ciwian lagi, masih ada tiga kawan laki-laki yang baik hati.
Dan jadi kepikiran untuk membuat fiksi dengan karakter mereka. Lucu kali, ya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
ANOTASI
Selamat datang, para penjelajah alam sarpa.
Duduk manislah ditemani secangkit minuman kesukaan.
Tarik nafas dengan dalam dan rasakan kenikmatannya.
Nyamanlan disini, dalam gubuk yang sempit ini.
Setelah cukup, mulailah berdiri dan bersiap.
Penjelajahan kalian masih panjang, jangan memutar badan dahulu.
Ikuti alur ataupun buat alurmu sendiri disini, merenunglah tapi jangan terlalut.
Jangan bingung ataupun takut, karna akan ada yang menjaga batas jalurmu.
Angkatlah kepalamu, langkahkah kakimu, teguhkan tekatmu, mantapkan pijakanmu.
Lakukanlah seakan kau tau semuanya, dan cari taulah agar tidak bodoh.
Ingatlah, untuk berdo’a pada Tuhanmu.
Ia tahu dan akan mendukungmu.
Pada saatnya nanti, ialah yang akan menuntunmu dengan tepat.
Egoislah demi aku, kamu dan kita juga jangan marah, kesal sedikit saja.
Yakinlah dengan kata-kata kita, “Hidup dan cintaku takkan sia-sia”.
Anotasi ini di tulis dengan pikiran keruh, untuk kalian saudaraku.
Terus mengembara dan jangan pernah berhenti.
Dayung terus perahumu ke Samudra luas dengan jiwa yang besar dan berhentilah saat lelah dan teruskan saat siap.
Pada akhirnya berkembanglah, majulah dan menyatulah.
Bersama-sama, bersama kami dan mimpimu.
If you want one
Dua ekor sampah berikrar,
Mecoba mendaur ulang hakekatnya,
Satu sampah mendaur dan ingin tetap utuh,
Tanpa kata dan tanpa arahan,
Itulah sampah yang tetap ingin jadi sampah.
Sampah yang lain menjajal membawa sampah yang satu mendaur mereka,
Mejajal sesuatu ke arah kehakikian,
Tapi sampah satu tetap ingin seperti itu,
Sampah lain terus ingin medaur dirinya,
Kegagalanlah yang pada akhirnya menimpa.
Setelah semua yang dilakukan,
Ternyata sampah yang lain menjadi lebih buruh dari sampah,
Dan akulah sampah yang lain itu.
SORE KEMARIN
Ada yang berbedapada senja kemarin sore. Tentang matahari yang lambat laun diselimuti gumpalan awan putih. Tentang langit luas yang biru, lalu tergurat jingga meredup murung. Dimana matahari yang sudah mulai berlabuh di pelataran barat. Selalu ada indah yang mengisahkan perpisahan mereka. Betapa sendu senja sore ini.
Aku yang sedang duduk tersandar di tempat biasa kita selalu tertawa berlama-lama, seakan mengulur waktu dan membuatku tidak berdaya. Pada kursi yang sama, pada meja yang sama. Perlahan netraku yang sayup karena memandangi rinai hujan yang jatuh dengan harmoninya. Lalu diselanya aku melihat dirimu. Pada setiap riak air tuhan yang turun. Aku memandangmu tersenyum hari ini, tanpa ekspresi datar yang biasa kamu sajikan, menyeretku kembali pada cerita awal kita bertemu.
Dengan lancangnya senja di tempat itu menghadirkan kembali kenangan yang sudah lalu. Yang selalu membuat rongga dada tersesak oleh penyesalan dan pilu. Tentang aku dan kamu yang pernah menjadi kita. Percayaku padamu masih sama, hanya cerita saja yang berbeda. Aku tidak berusaha menyalahkan keberpihakkan waktu. Aku hanya terlalu lelah hari ini dibuatnya menunggu. Untuk rahasia yang selama ini selalu menunggu diungkap.
Aku adalah pecundang yang bodoh yang kamu cintai tapi tidak pernah dibanggakan. Yang selalu mencintaimu tapi tidak pernah berkata apa-apa. Yang selalu mematung ketika bulir bening itu menyeruak mengalir dari mata kecil yang indah, yang selalu membuatku tidak mampu menatapnya. Aku yang harus mengabaikanmu ketika nurani yang selalu menjerit, “Aku membutuhkanmu!” Yang berpura-pura acuh sementara hati lebam dan sembap dibuatnya. Aku yang mencintaimu seperti parafin pada api yang membakar lilin. Yang hancur melebur untuk selalu menjagamu tetap hidup dan menjadi terang. Sementara hangatmu yang membawa waktu perlahan membuatku meleleh dan semakin tidak berwujud.
Senja hari ini terlalu berani memaksaku untuk mengungkap kebenaran. Kebenaran yang menuntunku sampai pada titik ini. Titik dimana ribuan kata yang sempat tertahan. Lalu termuntahkan keluar dengan bimbingan sang waktu. Sekarang, aku hanya bisa duduk di tempat ini bersama cerita yang sudah lalu. Sementara kamu pergi bersama cahaya jinggamu.
Selamat malam, cerita sendu sewindu lalu.
Terima kasih untuk teman yang sudah memberi inspirasi judul, semoga cerita ini membekas dalam nurani dan membawa kembali cerita yang pergi tanpa perasaan sepi. Halo, Shafira Amira Sharaswati.
KMJurnalistik
Kawan mehapus lawan, dalam ruangan ini kami bersama
Suguhan dalam banquet yang tak ternilai dengan raga
Bersatu berdalu dalam angan-angan tak berupa
Menari, bernyayi dan tertawa
Lupa akan tandu yang menjemput masing-masing dari kita
Kami berdiri dengan bangga
Tak ragu mengucap dengan lantang suara
Kami, Keluarga Mahasiswa Jurnalistik
AKU BUTUH KOMPAS
Ahh kemana ini?
Aku tersesat, di dalam hutan tropis
Yang aku tahu aku ada di lembah
Aku tak tahu kemana arah puncak
Aku berjalan tanpa arah
Aku lupa bawa kompas
Aku hanya membawa peta
Yasudah mengandalkan orientasi medan saja
Akhirnya aku menemukan jalan
Tapi jalannya ada dua,
Kanan atau kiri?
Ahh nanti saja kupikirkannya, aku mau tidur dulu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
SYAIR PENGEMBARA
Raga yang mungil tak bernilai Menyatu dan meraba kesetiap alur napasnya Selir berhasrat yang rimbun Menari dan berbagi apa yang layak darinya Biru terasa merasuki sang abu Kini kau terlihat elok Dengan pakaian longgar berwarna putih Si pembimbing akan jalur tanpa fatamorgana Jujur saja kini kau bimbang Jalur batu di dalam hatimu Kian aneh terasa saat makan malammu bertambah Guyonan yang diperlukan, iya kan? Kamu memang cantik, tapi aku belum suka Tak tahu nanti setelah bangun pagi Tapi tenang jika kau perlu, Ku siap membantu
GIDEON
Gideon yang kuat Menjejaki kaki dalam alam yang keras Mejelajahi hutan dengan arah Menaiki tebing yang curam Gideon yang tabah Belajar dan ulet dalam masalah Terus maju pantang mundur Berguru dalam pengalamannya Gideon yang sahaja Bercengrama dengan setiap insan Melindungi setiap makhluk ciptaan-Nya Mencari dan menelaah kebenarannya Gideon yang berani Membela akan jalan yang lurus Melewati batasan dalam dirinya Karna, dia tau Tuhan bersamanya