Aku bersyukur. Iya bersyukur sekali karena tidak semua orang dapat kesempatan ini.
H+1 ini tangisku pecah. Rasanya mix feeling. Banyak hal-hal dalam diriku yang harus kugadaikan. Banyak topeng yang harus kupakai. Batas antara white lie sudah samar.
Mereka baik tapi tak sepaham. Bingung.
Aku takut tapi ku beranikan diri. Nekat.
Aku butuh. Aku tau aku butuh. Ada rasa tanggung jawab yang mengikat. Aku merasa semakin susah lari.
Aku butuh. Aku tau aku butuh. Puluhan cerita imajinasi sudah kulontarkan. Aku takut jika aku berhenti.
Aku butuh. Aku tau aku butuh. Ada keinginan luar biasa ingin diselamatkan. Bukan lagi menyelamatkan diri.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Akhir-akhir ini hidup rasanya tidak tenang. Ada saja pikiran yang membuat ibadah berantakan. Seakan-akan dunia akan lenyap kalau ditinggal sedetik. Imbasnya, waktu berasa begitu cepat. Tiba-tiba berganti hari, minggu, lalu bulan. Tak terasa hanya 3 bulan lebih sedikit tahun akan berganti.
Siang tadi aku ke dapur membuat mie. Sengaja tidak bawa HP karena sedang dicharge. Saat menunggu air mendidih, aku merasa gelisah. Padahal tidak ada 10 menit. Biasanya 10 menit kalau dipakai scroll HP untuk buka sosmed rasanya hanya sekilas, tapi kenapa untuk menunggu air mendidih rasanya lama sekali?
Oh ternyata, 10 menit itu selama ini ya kalau kita peka dengan "waktu".
Oh ternyata, waktu 24 jam sehari kalau dipakai hanya untuk urusan dunia yaa jadinya hanya lewat saja.
Padahal keberkahan waktu itu bagian dari keberkahan hidup, iya kan?
Allah berjanji mengabulkan doa setiap hambanya. Namun mengapa si hamba ini untuk berdoa saja merasa tidak punya waktu? Mengapa pikirannya selalu terbang ke hal-hal duniawi yang hanya sementara itu?
"Maka Kami kabulkan (doa)-nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman," 21:88
Awalnya aku random membuka galeri dan tidak sengaja membuka folder-folder lama. Tiba-tiba muncul gambar potongan ayat itu. Lalu kubuka Quran untuk memastikan terjemahnya. Tanpa perlu kucari, ayat itu muncul hanya selisih satu halaman dari bukaan acakku.
Merinding. Rasanya Allah sedang berkata langsung padaku. Aku menangis. Menangisi banyaknya waktu yang sudah terlewat tanpa melibatkan-Nya.
Namun aku bersyukur. Aku terselematkan dari kesia-siaan waktu oleh setitik keimanan. Keimanan yang mungkin jika dia bewujud, sudah tidak seutuh dulu.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sama persis. Bedanya, dia menjerit bukan di depan banyak orang, tapi di jalan sambil mengendarai motor berkecepatan tinggi.
Pemantiknya apa? Sepele, sepele sekali. Bahkan kalau dipikir secara akal logika dan dalam emosi tenang, pemantik ini bukan masalah besar. Hanya masalah kecil bagi seorang dewasa.
Takut mengambil keputusan itu kurang baik. Begitupun impulsif mengambil keputusan. Misal, meskipun sudah terbiasa mengambil keputusan besar sedari belia, tetap saja tiap manusia itu punya referensi terbatas.
Ini bahaya. Menginjak usia dewasa, banyak keputusan besar yang "dikiranya" tepat, tapi sesungguhnya tidak. Meskipun toh sudah dipikirkan dengan matang. Bila dia tidak mencari second opinion, keputusan itu bisa jadi sangat berbahaya.
Setiap orang pasti punya value. Ketika dia bingung saat dihadapkan pada pilihan yang harus "menormalkan" valuenya, itu tanda bahwa dia harus menilik ulang tujuan hidupnya.
Mecari tahu mengenai diri sendiri tidak akan pernah ada ujungnya. Saat ini kita merasa begitu nyaman berada di situasi ini. Bisa jadi, bulan depan semuanya terasa berbeda.
Ada satu hal yang sering tidak dirasa banyak orang. Privilege to Fail. Sebuah jaring keamanan hidup dimana ketika kita gagal, setidaknya kita masih punya orang tua yang memberi kita makan dan tempat tinggal.
PRnya, jangan sampai kamu berhenti disitu. Harus ada sesuatu yang bisa buat kamu bangkit, menatap kedepan, dan berjalan lagi. Hidup terlalu membosankan jika terus menerus ada di jaring kenyamanan.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semua orang hidup dalam alur dan jalan takdirnya masing-masing, ada yang dengan kelebihan yang ada pada hidupnya, ada pula yang hidup dalam kondisi apa adanya sehingga mewajibkan baginya untuk berjibaku untuk bertahan dan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Namun dari semua rangkaian takdir yang Tuhan gariskan dan tentukan untuk setiap manusia ini, sedikit sekali yang mencintai takdirnya, entah dalam kondisi apapun itu.
Mencintai Takdir dalam arti menerima apa yang sudah ditentukan dan mulai berjuang untuk kebaikannya, tanpa mencela Tuhan dan tanpa membanding-bandingkan hidupnya. Bukankah setiap kereta ada stasiun pemberhentiannya masing-masing? Sama halnya dengan takdir kita, pada akhirnya kita akan sampai pada ujung takdir kita masing-masing, tanpa perlu mengcopy-paste hidup orang lain yang barangkali tidak cocok dan tidak pas untuk kita.
Dan pahami saja, bahwa setiap kebaikan yang ingin kita dapatkan itu ada harga mahal yang harus kita bayar.
Ku ceritakan soal temanku yang barangkali aku baru mengenalnya 1 bulan, namun ia membawa sentuhan keyakinan soal takdir. Saat kemarin musim haji 2023 dari tanggal 19 Juni sampai 13 Juli di Makkah, Allah pertemukan aku dengan seorang laki-laki, keinginannya kuat, ilmunya menancap dalam, dan impian juga cita-citanya tinggi. Pada pertengahan takdir ia dihadapkan pada pilihan untuk melanjutkan S2 (sudah diterima di Madinah) atau pulang ke kampung halamannya karena ibunya membutuhkannya di rumah, untuk menemani di usia-usia tuanya dengan amanah yang begitu banyak.
Pada akhir pilihan ia memutuskan untuk kembali ke rumah dan meninggalkan apa yang ia inginkan dan kebanyakan orang lain juga impikan. Namun tidak apa-apa, saat ia mengatakan “sudahlah, apa artinya ilmu saya banyak-banyak tapi tidak bisa membantu ibu disaat beliau benar-benar membutuhkan, insyaallah Allah akan ganti dengan yang lebih baik dari apa yang hari ini saya tinggalkan”, rasanya aku tertampar dengan kalimat itu, sebegitu yakinnya ia dengan kebaikan atas apa yang akan Allah takdirkan untuknya di masa depan.
Mencintai takdir itu berawal dari husnudzon yang membumi dan melangit, prasangka baiknya pada Tuhan mengalahkan kekhawatirannya soal masa depan. Barangkali kita kurang yakin dengan takdir Tuhan, sampai-sampai seringkali kita berprasangka buruk pada takdir yang akan diberikan di masa depan.
Ternyata, punya tujuan aja nggk cukup. Ketika kamu tau apa tujuanmu tapi kamu belum punya kendaraan buat sampai kesana, tujuan itu hanya sekadar tujuan.
Kamu lupa, bahwa beli mobi untuk kesana itu perlu uang banyak. Usaha dan strategi yang tepat perlu untuk mendapat uang . Tidak hanya itu, kamu juga perlu keterampilan mengemudi dan juga SIM A buat bisa mengendarai mobilmu.
Sudah tau tujuanmu jauh, masih memaksa kesana jalan kaki? Kapan sampainya?