Event Quranreview kali ini, feel-nya kayak ber-ittiba' kepada Rasulullaaah SAW dengan tadabbur QS. Al-Insyirah.
Surat yg biasa kita baca, udah hafal di luar kepala, tentang janji Allaah pada tiap masa sulit, pasti ada nikmat kemudahan yg membersamai.
Namun, tentang apa surat ini sebenarnya?
Bagaimana memang kesulitan yg dihadapi Rasulullaah?
Acara ini ngebahas makna per kata dari empat ayat ter-atas,
Maha Agung Allaah pada tiap diksi indah yang Allaah firmankan.
Baru awal udah mbrebes mili pas bagian,
bahwa kelapangan hati yg Allaah khusus berikan kepada Rasulullaah (dan kpd kita, insyaAllaah)
ternyata mukjizat Allaah yang "lebih nikmat" dibanding dengan mukijzat pada nabi-nabi lain sebelumnya.
Beraaattttt sekali bebannya Rasul, beraaaaatttttt banget, bahkan untuk sekadar bayangin aja kok kayaknya kita nda sampee π₯Ί
Dilukiskan seperti bebannya seorang ibu yg mengandung dan melahirkan,
ditambah dengan beban di punggung seberat gunung yang hampir-hampir mematahkan badan sebagai penopang.
Itu semua diksi yang Allaah pilih lhoo, bukan syair buatan manusia π
Kebayang ndaa beratnya beban Rasulullaah? Beban yg intinya hanya "keselamatan umatnya" π₯Ί
Tapi plot twistnya, Rasul tak pernah sekalipun menganggap kita ini beban, justru Rasul amat mencintai kita, yg nyusahin ini π₯Ί
Daannnnn, ternyata kado paling indah dari Allaah untuk kita di dunia ini tuhh yaa dengan hadirnya Rasulullaah buat kita π
Allaahumma sholli ala Muhammad..
Allaahumma sholli ala Muhammad..
Allaahumma sholli ala Muhammad..
Yaa Rabb, kami ingin bertemu nabi di surgaMu kelak yaa Rabb π
Bukan, kajian ini bukan ingin mengatakan,
"Tuh liat, beban Rasul aja segitu beratnya tapi beliau masih mencintai "bebannya" dan semakin mendekat sama Allaah, lha kamu? Baru juga diuji a b c d, udah ingin berputus asa."
Bukan, bukan hal itu yang semata ingin disampaikan,
bukan dengan mengkerdilkan beban kita, Al-Quran menasihati kita,
Melainkan...
Beban kita berat juga kok dan beban kita tak salah memilih pundak, kita semua punya sesak masing-masing, tapi kita sudah lebih paham kini,
bahwa Allaah telah melapangkan hati kita dan itu se-nikmat-nikmat pertolongan untuk tiap permasalahan.
Juga Allaah telah berjanji, bahwa kita mampu menghadapi masalah kita masing-masing, ada kemudahan yang mungkin perlu kita sibak sendiri, ada Rasulullaah yang senantiasa berjuang untuk melihat kita bahagia, dunia dan akhiratnya π
Sesak yang ada dalam dada ini, mungkin karena kita masih menempatkan dunia di dalamnya, padahal fitrahnya hati, bersih dari dunia, penuh dengan dzikir mengingatNya..
yaa Allaahhhh, faghfirli yaa Rabbi πππ
((beneran se-nangis itu yaa Allaah))
Belum lagi sesi sharing cerita Quranku,
diingatkan lagi tentang kekuatan doa-doa yang indah,
"Allahumastakhdimna, wa laa tastabdilna"
Yaa Allaah sungguh, jika Engkau masih memberiku waktu untuk hidup esok hari, jadikanlah hidupku untuk kebaikan.
Gunakan aku untuk kebaikan yaa Rabb, gunakan kami untuk mengabdikan diri kami hanya padaMu π
Lalu ditutup dengan quotes yang sangat menggetarkan hati,
bahwa tak pantas kita berputus asa pada kekuatan Al-Quran dan rahmat Allah Rabbul Alamin.
"Kalau Al-Quran saja bisa ngubah peradaban, pasti Al-Quran juga bisa dengan mudah ngubah hidupku.."
π€§π€§π€§