Sejak merasakan lagi hujan yg turun sangat lama secara konsisten di Jogja kemarin, alam renunganku tetiba menuju gambaran bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar yang penuh dengan hikmah dan penjelasan. Dalam kurun waktu 12 Jam, hujan beserta apapun yang dibawanya membasahi bumi Jogja setelah sebelumnya terasa sangat panas dan gerah. Tak hanya itu, hujan pun memaksa para manusia di Jogja untuk berteduh dan beristirahat dari nafsunya yang mungkin hampir menjadi Tuhan.
Hujan ini membawa air yang sama kepada kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi Musa. Hanya respon dan penerimaannya yang berbeda. Hujan di masa Nabi Nuh adalah musibah bagi orang beriman dan azab bagi para penolak pesan Tuhan. Namun di masa Nabi Musa, hujan adalah hasil dari manutnya Bani Israil terhadap syarat Allah agar senantiasa membina persaudaraan.
Maka perlulah kita khusyuk dalam meresapi doa ini..
โุงููููููู ูู ุตููููุจูุง ููุงููุนูุงุ ุงููููููู ูู ุตููููุจูุง ูููููุฆูุงุ ุงูููู ูุง ุชูุชููุง ุจุบุถุจูุ ููุง ุชููููุง ุจุนุฐุงุจูุ ูุนุงููุง ูุจู ุฐููุ ุงูููู ุฅูู ุฃุณุฃูู ุฎูุฑูุง ูุฎูุฑ ู ุง ูููุงุ ูุฎูุฑ ู ุง ุฃุฑุณูุช ุจูุ โูุฃุนูุฐโ โุจู ู ู ุดุฑูุงุ ูุดุฑ ู ุง ูููุงุ ูุดุฑ ู ุง ุฃุฑุณูุช ุจู
Agar Allah mengaruniakan hujan ini sebagai kebaikan yang tak berkesudahan, bukan justru menuntun pada kehancuran apalagi sebagai wujud murka-Nya kepada kita yang bangga dengan kesalahan.
Jogja, 28 Desember 2025 | @mysfibrahim














