jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa meninggalkan bekas di hatimu.
pernah nggak merasa bulan Ramadhan ini berlalu begitu saja? terasa begitu cepat dan berlalu begitu saja tanpa berkesan di hatimu?. padahal bulan Ramadhan masih belum beranjak meninggalkanmu. kamu menyadari bahwasanya bulan ini adalah bulan dimana pintu pengampunan Allaah buka selebar-lebarnya. bulan ini adalah bulan dimana doa lebih mudah terkabul. bulan ini adalah bulan dimana sekecil kebaikan Allaah lipat gandakan. dan pada bulan ini ada satu momen dimana pada malam itu lebih baik daripada seribu bulan jika kita mengerjakan ketaatan dan kebaikan.
tidak ada bulan yang luar biasa kecuali bulan Ramadhan. Maka apabila bulan Ramadhan saja berlalu begitu saja dari hidupmu, maka bagaimana caranya agar bisa mendidik hatimu agar lebih melembutkan wahai diri?
pernah dengar dengan hadits seperti ini nggak?
"Sesungguhnya amal ibadah itu terantung penutupnya." (HR. Bukhari)
kamu pasti pernah merasa putus asa karena telah kehilangan banyak hal di bulan Ramadhan ini. tilawah Al-Quran yang tidak mencapai target, sedekah yang ala kadarnya, puasa yang masih diselingi dengan membicarakan orang lain (ghibah), awal puasa yang sudah punya hutang seperti sakit, datang bulan, hamil, atau menyusui dan hal yang membahayakan jika kamu harus berpuasa). sehingga membuat bulan Ramadhan mu terasa biasa dan berlalu begitu saja karena di awal Ramadhan sudah banyak halangan yang membuat semangatmu hampir padam.
tapi dear, bacalah kembali hadits diatas, tidakkah kamu tergugah? betapa Maha Baiknya Allaah kepada kita. Allaah masih memberi kita kesempatan untuk mengupayakan hingga akhir, Allaah melihat kita untuk mengoptimalkan apa yang masih bisa kita optimalkan meski itu kecil. Allaah memberi kesempatan kita untuk menutup akhir Ramadhan ini dengan melakukan amal kebaikan di sisa-sisa Ramadhan. karena bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita 💔
Ramadhan belum berakhir, Ramadhan masih disini, Ramadhan masih belum beranjak meninggalkan kita. maka jangan biarkan ia berlalu begitu saja. aku tahu ada begitu banyak keraguan dan ketakutan dalam benakmu. tapi percayalah , sayang, jika kamu hanya diam saja tanpa mengupayakan itu sunggulah menyakitkan. berupaya lah meski itu kecil, meski itu sedikit, meski tak banyak apresiasi. percayalah, Allaah membalas setiap upaya entah itu kebaikan atau keburukan sekalipun kecil. inilah bentuk keadilan Allaah. Allaah tidak pernah dzalim, tidak pernah sekalipun.
kamu tidak akan pernah tahu apakah tahun depan akan bertemu dengan Ramadhan. apakah kamu bisa menjamin bahwa kamu masih hidup tahun depan dan bertemu Ramadhan kembali? belum tentu. Ramadhan pasti akan datang, tapi belum tentu kamu akan bertemu dengannya. orang-orang yang hari ini ada di dalam kubur, dahulunya mereka sama seperti kita saat ini. mereka juga dulu hidup dan memiliki kehidupan. tapi pada akhirnya mereka lebih dulu kembali. dan kitapun mau tidak mau akan menyusul mereka dan yang tertinggal hanyalah amal yang kita upayakan selagi masih hidup.
"Barangsiapa yang memaksimalkan waktu yang masih tersisa, maka kesalahannya yang lalu pasti terampuni, dan barangsiapa yang melalaikan waktu yang tersisa, maka ia akan disiksa karena kesalahan yang lalu dan yang tersisa." (HR. Thabrani Fil Awsath dan dihasankan oleh Albani)
optimis dan husnuzhan-lah kepada Allaah. tabuhkan kembali genderang perjuangan kita! kencangkan kembali ikat pinggang kita! hidupkanlah waktu yang tersisa! jangan pernah berputus asa dari rahmat Allaah. masih ada waktu, masih ada yang masih kita perjuangkan. perjuangkan hingga akhir dengan maksimal. mohon pertolongan Allaah untuk dimampukan mengupayakan dengan sebaik-baik upaya.
Ingatlah!
kita akan memasuki 10 hari terakhir Ramadhan 1447 H. upayakan yang masih bisa kita upayakan hingga akhir. ingatlah dengan hadits ini sekali lagi,
"Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung penutupannya." (HR. Bukhari)
sudut ruang || 19 Ramadhy1447 H




















