Cerita Tak Terbantahkan di Romadhon 1441 H
Apa yang dirasa menjadi berbeda,
Apa yang dilakukan beruangkan sempit,
Apa yang diinginkan terpendam lara,
Apa yang didapat menjadi lebih sulit
Namun, ketika Allah berkehendak maka jadilah lebih dari semudah mengedipkan mata makhluknya.
Tentara tak kasat mata yang Allah sebarkan hingga menjadi Pandemi ini telah ...
Mengebumikan berpuluh-puluh juta jiwa,
Membatasi perpindahan raga,
Merenungkan perbuatan yg sempat menggila,
dan menyadari pentingnya bersama
Hingga membuat manusia menjadi payah, banyak mengeluh ada pula yang bersimpuh. Pun ada yang bertiak dalam keheningan hatinya :
'Tuhan, kenapa ini menjadi begini ?, bukankan sebentar lagi romadhon datang ? Bagaimana kita sanggup menjalaninya ?'
Dia yang sempat berteriak mempertanyakan kegundahannya pun menjadi mematung, kala datang firman-Nya :
Karena Alloh sedang menguji makhluknya, agar mereka tau bahwa Allah itu Maha Mengetahui dan Maha berkehendak.
".... Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (Qs. Al-Ankabut : 2-3)
Jika kedatangan bulan romadhon ...
Kaum muslim bergetar hatinya akan rasa gembira menyambutnya. Walaupun romadhon datang beserta kesulitan, maka yakinlah akan Kemenangannya.
“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus : 58)
Bagaimana kesanggupan menjalaninya ?
Hendaknya kita mengetahui bahwa romadhon itu bulan yg lebih baik dari 1000 bulan, tak terbayang bukan ?
Bulan menuai pahala, bulan dilipat gandakan pahala ibadah, sarana menjadi orang taqwa pun sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (terutama unsur ibadah).
Salah satunya banyak berdzikir dan berdo'a terutama dalam keadaan sulit akan wabah ini, sebagaimana diamalkannya :
Ya Allah, sesungguhnya penyakit ini adalah salah satu tentaramu
Engkau timpakan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hindarkan darinya siapa saja yang Engkau kehendaki
Dan lindungilah kami dari apa-apa yang membuat kami takut, dan apa-apa yang harus kami waspadai.
Ya Allah, hindarkanlah penyakit ini dari kami, dari rumah-rumah kami, hindarkan dari orang tua kami, pasangan-pasangan kami, keluarga kami, dari negeri kami dan negeri kaum muslimin dan dari seluruh negeri.
Dan Engkaulah yang Maha Penyayang,
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik Pelindung.
Maka percayalah, akan ada hikmah dibalik semua itu, akan ada kemenangan setelah badai terlalui.
Semoga Alloh menghadiahi kemenangan di Romadhon kali ini, dengan memusnahnya pandemi ini, wabah ini. Agar manusia lebib banyak syukur dibanding kufur akan keluhan dan rebahan.