*Bumbu Manis Kami*
Di suatu perjalanan menuju kehidupan, kami dipertemukan dalam satu wadah yang titik awal arah dan jalurnya sama.
Kemudian, ntah kapan tepatnya kami menjadi berkumpul, suatu perkumpulan yg ditempakan disuatu ruangan yg tidak besarlah, tapi cukup untuk kita mengobrol, bernyanyi, menonton, makan, bercerita, berdiskusi, mengerjakan sesuatu, bersedih, dan banyak hal lainnya.
Tempat itu indah, tempat itu terukir banyak kenangan segala rasa. Tau kan tempat itu dimana ?
Seiring berlarinya waktu, kami mulai meninggalkan wadah pertemuan kami, kami sudah tidak bisa mendiami tempat berkumpul kami dan kami sudah mulai susah untuk bertemu karena kegiatan kami sekarang berbeda-beda.
Lalu, kami mulai bertelekomunikasi, kami bentuk sebuah wadah dalam grup media sosial, saat itu status kami masih sama ABG LABIL yang masih punya satu waktu sekadar untuk berceri dan bersenda gurau di dalam media grup tersebut, bisa dikatakan komunikasi itu berjalan dengan intens bahkan intim. Senang sekali rasanya dapat berpartisipasi menyumbangkan ke-absurd-an pikiran, sumbangsih hiburan bersama.
Lantas seiring perubahan mukim, perubahan iklim, perubahan cuaca bahkan perubahan status, kegiatan kami yang tidak sama lagi, yang merubah ke-intiman dan ke-instenan kami dalam bertelekomunikasi. Tidak salah sih dan tidak ada yg bisa disalahkan, hanya ada yang kurang. Kurang aktif dan menjadi pasif dalam berbagi cerita.
Dan kini kami pun menjadi fakir kabar, kami jadi kaum individual yang tidak mau tau urusan orang lain, kepekaan kami pun mulai tertimbun oleh perubahan, dan lupa bahwa kita pernah menanam benih bersosial di satu ruangan yang sama dengan waktu yang cukup lama.
Bahkan berkabar dan berbagi cerita itu sesuatu yang penting bukan ? Bisa merubah rasa, bisa membuat hati menjadi lebih baik dan bisa merubah sikap menjadi lebih friendly.
Sekian, sebuah curahan dari diri ini.













