Ternyata yang mengecilkan mimpi mimpi kita adalah keluarga kita sendiri.
Sad, but true :)

็ฅๆฅ / Permanent Vacation

โฃ Chile in a Photography โฃ
taylor price
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Origami Around
occasionally subtle


Discoholic ๐ชฉ
Monterey Bay Aquarium
Alisa U Zemlji Chuda
Acquired Stardust

JBB: An Artblog!

shark vs the universe
h
Aqua Utopia๏ฝๆตทใฎๅบใง่จๆถใ็ดกใ
tumblr dot com

#extradirty
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from T1

seen from Malaysia
seen from Ireland

seen from Belarus
seen from Netherlands
seen from Germany
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Brazil

seen from Canada
seen from United States
@jalan-96
Ternyata yang mengecilkan mimpi mimpi kita adalah keluarga kita sendiri.
Sad, but true :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Aamanuu bil Ghaibi
Pengen cerita yang agak personal. Ada satu hal kecil yang mengubahku di Ramadhan kali ini. Ceritanya gini..
(disclaimer: mengandung sedikit cerita seram, poin berharganya ada di beberapa paragraf akhir)
Entah, sejak pertengahan 2024 sampai awal tahun 2026 ini, rasanya ibadahku agak kering. Kayak.. sulit melibatkan sisi afektif/emosional dalam ritual ibadah mahdah. Nangis pas sholat mah pernah sih seenggaknya sebulan sekali. But often, I analyze my feelings instead of feeling them.
Aku nggak mau pakai chatgpt saat memikirkan ini dan kenapa aku bisa kayak gitu. Cuma kalau dipikir-pikir, kemampuan mengobservasi atau "helicopter viewing my feeling dari sudut pandang orang ketiga" ini sebenarnya bermula dari detachment. Alias, aku enggan merasakan perasaan, karena aku tau, aku akan terdampak lebih nyeri atas perasaanku ketimbang kebanyakan orang, begitu aku mengizinkan diriku merasakan. Akhirnya aku selalu nyepelein bahwa ujian hidupku nggak ada apa-apanya dibanding yang lain. Padahal mah nggak apa-apa juga kalau mau kasihan sama diri sendiri. Valid kok kalo mau sedih pun.
Setahun lebih, aku mulai merasa aman dengan jangkar kognitifku alih-alih afektif. Tapi aku tau ini nggak sehat. Kenapa? Aku bisa mendekati Allah dan membaca Qur'an sambil tau maksudnya, sambil pretelin maknanya, tapi aneh aja, karena justru nggak ada outcome emosional yang terasa. Kadang cuma mind-blowing aja, abis itu udah.
Padahal ngga bisa disangkal, meski "iman rasional" itu ngasih konsistensi dan understanding, "iman emosional" itulah yang biasanya ngasih bahan bakar lebih besar untuk kita ngelakuin apapun. Nah yang beberapa kali bikin nangis pas sholat tuh justru pas bilang ke Allah, "tolong ajarin aku caranya merasakan yang benar, yang Engkau mau. Ini bukan hatiku terlalu keras kan?"
Mungkin ini cuma coping mechanism yang berbentuk freeze respons aja dari apa yang udah kulalui. Mungkin sistemku sengaja shutdown karena kalo on, bakal gampang terluka dan aku cuma takut menjadi lemah gara-gara itu. Kalau nggak freeze respons paling-paling flight, kabur nyari meme atau main catur. Untungnya aku bukan tipe yang memendam terus jadi bom waktu, jadi entah kenapa kesedihan itu cukup gampang terkonversi dengan kacamata hikmah.
Nah, itu prolognya. Aku ngga tau, ini kemudian jawaban dari Allah, atau aku emang harus ngejadiin itu salah satu jawabannya. Beberapa hari lalu, aku scroll facebook (akun buat hunting meme hahaha) dan di grup meme itu ada orang yang nyaranin nonton satu video YouTube.
Videonya tentang Ghost Ranger Indonesia, which is mereka itu terdiri dari dua orang (Erik dan Dika) yang berburu entitas ghaib dengan alat pendeteksi gelombang elektromagnetik, beserta alat-alat lainnya. Yang aku tangkep, dua orang ini berusaha melakukan approachment terhadap hal ghaib dengan teknologi.
Beberapa videonya aku tonton, terutama yang paling seram itu waktu di rumah peninggalan Belanda (Anneke Frelier), hotel bekas pemb*nuhan, Desa Cimeong dan perdukunannya, bekas klinik ab*rsi, dan bekas pabrik. Nggak cuma itu, aku juga nonton collab-nya mereka dengan Jurnalrisa dan Kisah Tanah Jawa, which is, aku terakhir ngikutin dua itu kayaknya tahun 2020 deh.
Outcome-nya ke diriku setelah nonton banyak banget. Rasa takut mah ada, normal lah ya. 20-30% kali. Sisanya, mikir-mikir ulang tentang akhirat.
"Residual energi" macam apa yang seorang Giza mau tinggalkan di dunia setelah kematiannya? Hidup seperti apa sih yang Giza mau orang kenang? Kematian macam apa yang Giza inginkan?
Dan, tervalidasinya keberadaan alam ghaib dengan verifikasi dua arah (pendekatan teknologi dan kemampuan indra keenam) membuatku yakin ulang tentang adanya kehidupan lain. Entah disebutnya energi, entitas, jin, atau apapun itu. Masuk akal sih penjelasannya juga, memang ada gelombang yang nggak bisa dilihat oleh mata manusia, tapi bisa terdeteksi oleh alat.
Yang terpenting, cara pandangku tentang sholat juga diperbarui lagi. Aku mulai sadar ulang, pentingnya memelihara sholat. Inget Allah bilang jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kan?
Maka.. sabar aja, dunia mah sebentar. Katanya sholat adalah hal yang paling didambakan oleh mereka yang udah wafat. Terus berlaku baiklah, jangan tinggalkan "residual energi" yang buruk. Banyak kejahatan di surat al-Falaq yang dapat dihalau oleh sholat dan doa. Ada insight baru juga, di podcast Om Hao (Kisah Tanah Jawa), bahwa ada jenis jin/energi/entitas yang terkenal karena kemarahannya. Terus ada yang terkenal karena lust-nya, atau kata Om Hao, nafs ammarahnya (which is, ketidakmampuannya mengendalikan nafsu duniawi/materialisme seperti harta, tahta, lawan jenis). Gila ya, itu semua akarnya dari cara manusia memproses realitas yang terjadi padanya. Dari rasa takut dan harap kepada Allah juga.
Ada insight lainnya dari video terbaru Jurnalrisa tentang kematian menurut A Angga. Beuh, di situ diingetin berkali-kali tentang sholat. Betapa sholat akan menjaga kita, kalau kita memelihara sholat. Terus ke recall juga salah satu video lama tentang entitas yang dulunya nggak mau sholat jadi punya unfinished business di alam sana.
Selain itu, yang menarik juga di salah satu video Ghost Ranger Indonesia waktu nginep di hotel bekas pemb*nuhan. Kasusnya bahkan sampai entitas tersebut dapat mempengaruhi manusia untuk memb*nuh manusia lain dan memb*nuh dirinya sendiri. Even, Erik dan Dikanya sendiri pun nyaris dipengaruhi dengan cara yang sama. Tapi Dika bilang, "nggak usah. Saya mah punya Allah. Allah jagain saya."
Banyak unfinished business di "alam lainnya" yang energinya sedih, serem, miris, dan nyesek karena manusia-manusia itu nggak sabar menghadapi ujiannya. Either itu kasus perdukunan (contoh: kasus warisan di video Ghost Ranger Indonesia), atau kasus b*nuh diri, ab*rsi, dan perzinaan. Asli, sampai kedengeran bayi nangis. Apa ya kalimatnya tuh, kalo ga salah, kata Om Hao, "bahkan bayi-bayi yang diab*rsi ini sangat menginginkan kehidupan. Mereka bertanya-tanya, kenapa orang tuaku nggak menginginkan aku?" Merinding. Betapa berharganya kehidupan kita yang cuma satu kali ini.
But siapalah aku nge-judge orang-orang itu nggak sabar, ketika aku aja pun sekarang nggak sabaran juga. Tapi poinku bukan soal judge-menjudge. Lebih ke.. ketika Allah perlihatkan akhir dari sebuah perbuatan, gimana kita ambil hikmahnya? Mau ngulang kayak mereka? Apa ambil arah lain?
Maka, penting sekali punya mental yang sehat dan mensyukurinya. Jauhkan jiwa kita dari apa-apa yang dapat merusaknya. Jangan cederai fasilitas penghambaan ini dengan cinta-cintaan yang gak perlu atau hasad yang gak ada ujungnya. Ngeri kalo mental yang kena mah, setan jadi gampang pengaruhinya, mulai dari mempertanyakan self worth, mempertanyakan keadilan dan kebaikan Allah, mempertanyakan kebijaksanaan ketetapan Allah, nyari harga di pandangan manusia lainnya, paling buruknya pengen b*nuh diri.
Bayangin, hal paling indah yang Allah kasih ke kita adalah hidup itu sendiri. Allah pengen kita ada di hidup-Nya. Allah mengundang kita merasakan Dia. Allah mengadakan kita untuk menyaksikan, mendengarkan, dan menghidupi hidup beserta isinya.
Lebih dari sebuah kehormatan, hidup itu sendiri harus dirayakan dengan 'kegembiraan, kemerdekaan, dan kesyukuran'. Nggak ada pihak manapun yang bisa kasih kita eksistensi semacam itu selain Allah. Maka patutkah kita membuang hidup cuma gara-gara ada satu 'pandangan' manusia yang mengecilkan dan meniadakan kita? Patutkah kita terjajah oleh belenggu pada yang fana?
Kerasa kok, jiwa yang rusak mah nggak enak dibawa jalan di jalan kehidupan apalagi di jalan Allah. Tadinya sering agak kesel juga sama orang yang suka nyuruh sholat kalo ada orang lain yang curhat soal penyakit mental. BUT TRUST ME, sholatlah gais sambil terus sabar dalam bersholat. Yakin deh bakal turun suatu rahmat ketenangan yang ga bisa dijelasin pake akal. Emang cuma bisa dirasain sama yang ngelakuin.
Aku bilang gini pun sebagai orang yang sholatnya masih buruk, soalnya pengen coba mengizinkan apa yang aku tonton menjadi jawaban atas keringnya ibadahku. Aku mau mengizinkan ramadhan mempengaruhiku meski kayaknya bukan perubahan besar. Gapapa, mulai lagi dari yang fundamental. Mudah-mudahan efek berkahnya kebawa sampai setelah ramadhan.
Gitu aja, maaf menggebu-gebu. Ambil yang baiknya.
Insight terakhir yang agak mind blowing:
Masuk akal Allah taruh "yu'minลซna bil ghaibi" sebelum "yuqฤซmลซna ash-sholata" di awal surat Al-Baqarah. Kayak.. setangkepku, beriman kepada hal ghaib adalah salah satu penguat kita dalam mendirikan sholat.
Itu aja ah, ngga mau elaborasi panjang-panjang soal ini, dirasa-rasain aja yah wkwk. (Nanti mungkin bakal elaborasi mandiri dan bakal share kalo nemu insight mind blowing soal iman kepada yang ghaib - mendirikan sholat)
โ Giza, mau benerin sholatnya
Meminta Keberanian
Doaku di waktu terbaik, penghujung Ramadan ini adalah; aku meminta keberanian.
Berani untuk memulai hidup baru. Berkenalan dengan orang asing. Sampai dengan mengikrarkan diri untuk menjalani hidup dengan orang lain.
Sebab aku tahu, aku yang tak kunjung menikah, malas berkenalan dengan orang baru, menyuburkan banyak prasangka, itu semua karena keberanianku digilas habis oleh ketakutan-ketakutan yang kuciptakan sendiri.
"Allah terlalu baik untuk ditukarkan dengan sebuah pekerjaan."
Allah adalah Sumber Utama, Bukan Pekerjaan:ย Pekerjaan hanyalah alat untuk mencari rezeki, sedangkan Allah adalah sumber dari segala kebaikan dan berkat. Mengutamakan pekerjaan di atas Allah berarti mengandalkan hal yang sementara, bukan yang kekal.
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bekerja dengan jujur dan sungguh-sungguh, karena bekerja adalah bagian dari ibadah dan bentuk ketaatan. Pekerjaan seharusnya menjadi tempat untuk memuliakan Allah, bukan membuat kita melupakan-Nya.
Kebaikan Allah dalam hidup seringkali tidak terlihat, tetapi Allah aktif bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Pekerjaan tidak sebanding dengan kasih setia-Nya.
Jika Allah telah memulai pekerjaan di dalam hidupmu, Allah akan menyelesaikannya hingga akhir. Percaya pada rencana-Nya entah dalam kondisi senang, sedih atau sesulit apapun lebih berharga daripada memaksakan kehendak demi pekerjaan.ย
If someone told me this, Iโd prob cry

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
NGOMONG ITU GAK "AJA"
๐ค Public Speaking Itu 80% Psikologis
Ulasan Sederhana untuk Bahan Pelajaran dan Renungan
Public speaking sering dianggap sebagai kemampuan berbicara di depan banyak orang dengan suara lantang dan bahasa yang tertata. Padahal, menurut Panji Pragiwaksono, public speaking bukan hanya soal teknik, tapi terutama soal psikologis dan kesadaran diri.
โPublic speaking itu 80% psikologis, 20% teknis.โ
๐ง 1. Ketakutan yang Paling Umum: Takut Dinilai
Banyak orang grogi bukan karena tidak bisa bicara, melainkan karena takut dinilai. Padahal, disadari atau tidak, setiap orang pasti akan menilai kita.
Maka kuncinya bukan menghindari penilaian, tapi mengelola diri saat berhadapan dengan penilaian itu. Semakin kita mengenal diri, semakin tenang kita berbicara di depan orang lain.
๐ฑ 2. Mengenal Diri = Pondasi Percaya Diri
Panji menegaskan, rasa percaya diri tumbuh dari mengenal diri sendiri.
Setiap orang punya brand pribadi โ terbentuk dari cara berpakaian, gaya bicara, dan perilaku sehari-hari. Kalau kita tidak membangun citra diri dengan sadar, orang lain akan menilainya berdasarkan asumsi mereka.
โPersonal branding itu kegiatan kita bilang ke dunia kita siapa, supaya kita dapat peluang yang kita inginkan.โ
Jadi, sebelum berbicara di depan orang lain, tanyakan dulu:
Siapa saya?
Nilai apa yang ingin saya tunjukkan?
Peluang apa yang ingin saya buka lewat cara saya berbicara?
๐๏ธ 3. Setiap Orang Punya Gayanya Sendiri
Public speaking bukan soal meniru, tapi soal menemukan gaya bicara pribadi. Ada orang yang tenang, ada yang ekspresif, ada yang jenaka โ semuanya sah.
โKamu gak harus ngomong kayak Barack Obama. Ngomong aja kayak diri kamu sendiri.โ
Beberapa orang hebat justru punya keterbatasan:
Pangeran Siahaan, seorang komentator bola, tetap percaya diri meski gagap.
Indra Frimawan, komika yang introvert, tetap berhasil membuat orang tertawa.
Mereka membuktikan bahwa keaslian lebih kuat daripada kesempurnaan.
๐ฅ 4. Menyesuaikan Diri dengan Audiens
Berbicara di depan orang banyak bukan hanya soal apa yang kita sampaikan, tapi juga bagaimana kita menyesuaikannya dengan siapa yang mendengar. Audiens Kunci Pendekatan Penjelasan Anak-anak Be genuine. Mereka bisa merasakan ketulusan. Jangan pura-pura. Remaja Be a part of them. Jadilah bagian dari dunia mereka. Gunakan bahasa yang mereka pahami. Dewasa Be reasonable. Jelaskan manfaat dan alasan mengapa mereka perlu mendengar. Bapak-bapak Be humble. Awali dengan rasa hormat dan izin. Sikap rendah hati membuka hati.
Pendekatan yang tepat membuat pesan lebih mudah diterima.
๐ฅ 5. Menguasai Ruangan dengan Hotspot & Maskot
Dua strategi kecil tapi efektif:
Hotspot: fokuskan pandangan ke audiens paling responsif. Mereka memberi energi positif saat kita mulai berbicara.
Maskot: orang yang aktif merespons atau tertawa. Mereka bisa menjadi โjangkar suasanaโ saat energi mulai turun.
Semakin nyaman kita di panggung, semakin nyaman pula pendengar kita.
๐ 6. Kesimpulan: Public Speaking Adalah Cermin Diri
Public speaking bukan ajang pamer kemampuan bicara, melainkan cara mengenali dan meneguhkan diri. Ketika seseorang tahu siapa dirinya, apa yang ingin disampaikan, dan bagaimana caranya, maka berbicara di depan umum bukan lagi beban, tapi bagian dari pertumbuhan diri.
โIf you know who you are, youโll be comfortable everywhere you go.โ
Memasuki fase yang seperti menjauh dari diri sendiri.
Aku tau tujuanku apa, tapi langkah demi langkah untuk menuju ke sana seakan begitu berat dan tidak terlihat progressnya.
Tapi aku yakin, dalam kondisi seperti ini yang bagiku aku stuck nyatanya aku akan berada pada masa depan, yang artinya selama ini aku tidak stuck melainkan berproses.
Ya kan.
Aku tidak tau harus menamai apa perasaan ini.
Aku belum lama bekerja di sebuah corporate manufaktur, atasanku adalah orang asing. Beliau bisa dibilang suka sekali marah-marah bahkan untuk hal yang sepele dan miskomunikasi karena kendala bahasa.
Dalam kurun waktu satu bulan aku sudah pernah dimarahi dan dibentak. Jujur aku tidak suka. Semenjak saat itu, energiku seakan terserap. Jadi seperti membatasi diri dengan atasanku itu. Karena seakan jika aku tidak membuat suatu mekanisme defensif, dia akan memperlakukanku dengan sedemikian rupa tadi, marah-marah dan membentakku.
Ya beginilah kondisi saat ini. Aku seperti mode survival defensif ketika menghadapai atasanku itu. Hingga atasanku menjadi jarang mengajakku bercanda. Karena aku merasa jika dia sudah tidak sungkan mengajak bercanda artinya dia pun juga tidak akan sungkan untuk memarahi sedemikian rupa.
I don't like it dan mutung sepertinya :")
Januari 30
ุฑูุจูู ุฅููููู ูู ุง ุฃููุฒูููุชู ุฅูููููู ู ููู ุฎูููุฑู ูููููุฑู "rabbi inni Lima anzalta ilayya min khairin faqeer"
Recite this dua whenever ur heart feels uneasy, whenever you're in desperate need of something good to happen, recite this dua with full conviction that Allah swt is listening and will respond.
ุฑูุจูู ุฅููููู ูู ุง ุฃููุฒูููุชู ุฅูููููู ู ููู ุฎูููุฑู ูููููุฑู "rabbi inni Lima anzalta ilayya min khairin faqeer"
Recite this dua whenever ur heart feels uneasy, whenever you're in desperate need of something good to happen, recite this dua with full conviction that Allah swt is listening and will respond.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Mari tepis dinding tinggi bernama "sulit percaya" itu. Mari belajar untuk menerima bahwa manusia ada untuk menolong manusia lainnya dan itu bukanlah hal salah. Jadi, bila sudah merasa tak kuat dengan semuanya, kumohon biarkanlah dirimu mudah ditemukan oleh orang lain.
@terusberanjak
You deserve to be in environments that bring out the softness in you, not the survival In you.
Brene Brown
Apa sebaiknya aku pergi saja?
Daripada jika bersama justru saling menyakiti dan tidak mempercayai.
Mungkin jaraklah yang dapat membuat kami saling mencintai dan menyayangi serta menghargai.
Ini antara aku dan ibuku
:)
26 Feb 2025
Kita tidak bisa bersyukur dan merasakan tenangnya memiliki hati yang lapang bukan karena tidak ada hal yang bisa kita syukuri, tetapi bisa jadi karena Allah tidak memberkahi apa yang Allah beri sebab maksiat yang terus kita lakukan entah secara sadar atau tidak~
โmenunda salat misalnya?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
โI stopped explaining myself when I realized people only understand from their level of perception.โ
โ Unknown