Ibuku pernah berpesan: “Nak, Jika kamu mau bepergian, kemanapun itu, jangan lupa untuk pamit. Minta izin pada orang rumah atau kepada siapapun yang akan kamu tinggal. Agar orang yang kamu tinggal mendoakanmu supaya kamu selamat diperjalanan, dan mendoakan kebaikan untukmu” lalu aku bertanya kepada ibu “bagaimana kalau suatu hari nanti aku lupa untuk berpamitan, apa ibu tidak akan mendoakan aku?” ibu tersenyum kepadaku, lalu dia menjawab, “Nak… Tidak semudah itu untuk melepas kepergian seseorang yang kita cinta tanpa mendoakan kebaikan untuknya”
Perkataan ibu kala itu, selalu aku ingat hingga sekarang, hingga hari dimana kamu pergi tanpa pamit. Pergi meninggalkan aku, seseorang yang pernah kau anggap sebagai ‘Rumah’.
Walau kepergianmu tidak sopan, aku selaku seseorang yang mencintaimu ‘dari awal aku melihat kamu datang terlambat dihari awal-awal penerimaan siswa baru putih-abu, lalu kamu dihukum di depan kelas, memakai baju hijau jaket abu dan celana pramuka, wajahmu merah, lucu; Saling curi pandang pada saat baris; Aku menyukaimu dan ternyata kamu juga menyukaiku, takdir sangat indah kala itu; melewati 3 tahun masa SMA bersama dengan segala macam rasa kejadian’ hingga kini kamu pergi tanpa meninggalkan apapun, selain doa-doa baik dan tumpukan kenangan yang memenuhi lemari ingatanku, semoga kamu baik-baik saja, disana, tanpa aku.
Semoga kamu selamat dalam jalan pencarian rumah baru penggantiku. Semoga dia yang kini kamu perjuangkan dengan susah payah mampu membuatmu bahagia hingga membuatmu lupa bahwa dulu akupun pernah membahagiakanmu; Mampu membuatmu lupa bahwa kita pernah sama-sama bahagia.
Semoga dia mampu membuatmu betah berlama-lama. Membuat mu bisa memaknai hujan bukan sebagai “Aku harus buru-buru pulang” tapi sebagai “alasan agar dapat berlama-lama; Menikmati berkah Tuhan yang turun melaui hujan; untuk makan bakso; atau hal apapun itu yang indah-indah yang bisa dilakukan selain pulang”.
Dan izinkan aku untuk tinggal dibagian gelap ingatanmu, yang akan hadir disaat kau sedih. Ingatan yang menemanimu disaat hati kamu sakit bahkan hancur karena terluka oleh dia. Dan semoga ingatan itu bukan hadir dalam bentuk penyesalan...
Dan, bukan, yang terakhir. Selamat berbahagia. Doaku selalu ada untuk setiap kabahagiaanmu. Untuk setiap kebaikan orang-orang yang aku cinta.:)