Cerita Debu Jalanan
Terik mentari picu emosi
Segar udara pagi kian memudar
Berbaur dengan pengap polusi
Debu mulai hiasi hari tiap insan
Akal sehat perlahan menjauh
Tertutupi emosi kian meluap
Tak peduli dosa kan menjerat
Keruhkan jernihnya kata hati
Terlihat tawa para bintang kecil
Begitu lepas pecahkan keheningan
Saling berbagai kisah
Kisah indah putih biru
Alunan gitar musisi jalanan
Lengkapi lembaran kusam tiap insan
Walau terus dihiraukan
Melodi indah tetap dikumandangkan
Cucuran keringat hiasi wajah pak tua
Berjalan lintasi ratusan insan tanpa wajah
Berharap uluran tangan berikan recehan
Untuk pikulan yang semakin berat
Ribuan kisah tercurahkan
Penuh warna bagai pelangi
Namun tak seindah senja
Senja merona kan akhiri kisah pelangi















