Selamat kepada pemenang Pilpres 2024. Meski terlalu banyak kejanggalan, apa mau dikata, negeri ini belum cukup matang untuk punya pemimpin yang cakap lagi berbobot.
Sekarang, hanya bisa berdoa semoga ke depan semua baik-baik saja.

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Ireland
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Brazil
seen from United States
seen from Brazil
seen from China

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from China
Selamat kepada pemenang Pilpres 2024. Meski terlalu banyak kejanggalan, apa mau dikata, negeri ini belum cukup matang untuk punya pemimpin yang cakap lagi berbobot.
Sekarang, hanya bisa berdoa semoga ke depan semua baik-baik saja.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Muak banget lihat pembahasan pemilu, kampanye, di timeline sosial media. Apalagi buat orang-orang yang secara terbuka mengumumkan dia mau milih siapa. Boleh nggak sih gak usah bilang-bilang???? Rasanya tuh kayak denger orang lagi ngasih tau warna celana dalemnya apa. Gua gak mau tau dan gak mau denger.
Kenapa sih dunia harus tau? Tau ga sih pemilu di Indonesia itu menganut asas LUBER Jurdil yang R-nya adalah Rahasia?
Pengen banget pemilu cepat berlalu, biar orang-orang fanatik yang mulut dan jempolnya jahat-jahat banget dan julid ini lekas mereda dan menghilang sekalian. Heran banget sama simpatisan kedua belah pihak yang berlebihan banget dalam membela masing-masing calon. Plis deh mereka semua itu manusia, ada kurang ada lebihnya, dan wajar kalau masing-masing dikritisi jadi mbok ya kalau mau membela itu sewajarnya aja.
Terus juga sejujurnya males banget sih kegiatan klaim-klaim semua kerjaan dan naikin eksposur sampe tinggi banget. Waktu itu pernah lihat iklan kementerian tertentu pas sebelum nonton bioskop dan huek banget itu adalah kampanye. Bener-bener gak etis. Itu pake duit negara!!
Jujur aja rasanya kayak lagi liat dua kultus yang saling berebut anggota. Ku yakin sih sebenarnya Indonesia juga bakalan begini-begini aja, nggak akan langsung jadi Macan Asia di tahun 2020, karena ya pasti dua-duanya ditunggangi entah siapa saja dan ada terlalu banyak kepentingan entah siapa yang harus mereka wadahi. Rakyat kecil, rakyat jelata entah ada di prioritas ke berapa belas ribu. Ini politik!!
Yang bikin Indonesia tetap bisa beroperasi ya rakyat-rakyat kecil dan lapar yang harus puter otak dan banting tulang setiap harinya, mikir mau ngapain, menggerakkan ekonomi dengan caranya masing-masing. Orang-orang baik yang bikin komunitas bertujuan mulia yang membantu banyak orang. Orang-orang yang berbagi informasi tentang orang-orang tua yang butuh bantuan di Twitter, saling mengingatkan untuk beli dan membantu kalau nggak sengaja ketemu di jalan. Orang-orang yang nyumbang makanan dan bantuan segala macem, sesaat setelah pengumuman bencana alam di pelosok Indonesia.
Jadi plis lah daripada saling musuhan cuman karena pilihan politik yang imbasnya juga toh gak bakalan kerasa-kerasa banget sama orang di lapisan paling bawah seperti kita-kita ini, mending kita semua belajar untuk bersikap biasa aja. Sewajarnya.
Tapi jangan lupa nyoblos tanggal 17 ya, teman-teman. Gak usah berantem karena masih banyak hal yang lebih penting.
I voted. I don't have much confidence in my candidate winning, but oh their faces of regret will be worth the wait! #sinister #Pemilu2019 #pilpres #electionday https://www.instagram.com/p/BwWHxFmAI-t/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=h31qpuys3g6c
Ga ada gagasan tapi maju caleg? Mau jadi apa bangsa ini kalau saja lembaga pemerintah diisi oleh orang-orang yang mencari peruntungan
Mau pilih no. 1 atau no. 2, kalau kamu tidak rajin tetap saja hidup miskin.
Dasar pemalas.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Telah kutuntaskan kewajibanku membela agamamu ya Allah, dengan memilih pemimpin yang lingkungannya dekat dengan Agamamu bukan pemimpin yang lingkungannnya menentang ajaranMu. Selepasnya kuberserah padamu ya Allah, Allahuakbar
Hati yang paling dalam
Selamat Memilih, Indonesia!
Ingat, ini bukan soal remeh-temeh, "Cuma Pemilu doang." Bukan. Ini soal kedaulatan kita--sebagai rakyat--yang akan dilimpahkan kepada mereka: Presiden dan Wakil Presiden, dan anggota legislatif terpilih nanti. Mereka yang akan mengendalikan jalannya Perahu Besar, yang bernama "Indonesia". Paku-paku yang kita tancapkan itu bisa jadi bermakna: seberapa jauh kita ikut membocorkan dinding perahu jika salah melabuhkan suara.
Pergilah keluar, ke TPS-TPS, bersuka-cita karena ini pesta kita yang punya. Tetapi tetap serius. Matangkan pilihan dengan niat-niat holistik. Bismillah, jika engkau muslim. Atau sebut nama Tuhanmu, dewamu, pacarmu, stik PS-mu, atau apapun yang engkau percaya. Tak percaya apapun juga tak masalah--selama engkau yakin Indonesia akan tetap berjaya. Kawal dan pantau suara-suara kita. Sebab tak ada lagi kekuatan yang kita punya, selain itu.
Soal pilihan, A atau B, atau bahkan C? Tak jadi soal. Mereka semua adalah anak-anak terbaik bangsa. Justru yang harus kita khawatirkan adalah gerbong yang ada di balik panggung-panggung mereka. Sebab kita tidak hanya memilih angka, tapi juga gerbong besar yang membersamainya. Mafia ekonomi, koruptor, penjahat demokrasi, penipu, pembohong, penista, dan sejenisnya bisa jadi ada di dalam gerbong-gerbong itu. Kita tidak bisa hipokrit menutup mulut, mata dan telinga ketika soal batu bara saja, penjahatnya ada di mana-mana. Jangan sampai hanya karena memilih A, lalu B engkau hina-dina. Sementara bangkai-bangkai di belakang A tak mampu engkau hirup baunya. Curigai gerbong-gerbong yang ada di belakang mereka. Periksa gerbong yang pilihanmu bawa. Dari situ setidaknya kita bisa menerka; di mana setan yang lebih sedikit berada.
Sekali lagi, ini bukan soal sederhana. Ada ideologi di situ; ada hak orang banyak; ada janji-janji yang harus dipenuhi; ada masa depan yang harus dikejar. Ada keberpihakan. Selamat memilih, Indonesia.
Kenapa pemilihan presiden tidak dibuat sepuluh tahun sekali saja, agar kita bisa lebih lama lagi menikmati kedamaian tanpa pertikaian