Kita pernah saling mengisahkan, sebelum akhirnya semesta memisahkan.
seen from Italy

seen from Canada
seen from United States
seen from India
seen from Russia

seen from United Kingdom
seen from Puerto Rico
seen from United States
seen from Thailand
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from China

seen from Canada
seen from Canada
seen from China

seen from Singapore
seen from Israel
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Canada
Kita pernah saling mengisahkan, sebelum akhirnya semesta memisahkan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Apakah bisa bertemu lagi?
Singakat yang membuat cinta
Bertaut dan menciptakan rasa
Jarak yang berbeda
Membuat awak tak bisa bertatap muka
Kamu...
Dunia yang sedikit berbeda
Mendekat saat yang lain menghujat
Berdiskusi padahal tidak satu selera
Aku pro dan kamu kontra
Berdebat selanjutnya tertawa
Tubuh-mu seperti cita-citamu, tinggi
Aku yang belum siapanya ini
Mendoai kau sukses sekarang dan nanti
Semoga malaikat mengamini
Dari aku di sebrang pulau -it's enough
Memperdaya Waktu
Tentang semua hal yang membuatku tak dewasa. Aku ingin diberi keajaiban "memperdaya waktu".
Agar banyak kesalahan yang bisa kuperbaiki tanpa harus menyakiti diri sendiri, apalagi kamu. Terakhir kali aku mengetahui kabarmu, adalah seperti setetes air yang mengalir ditengah gurun rindu dan juga sesayat luka yang tak pernah kutahu asalnya. Tiba- tiba perih teramat, bercampur kedinginan dan panas yang berubah sangat cepat.
Sejak awal, aku bukan orang yang mudah khawatir. Aku selalu menemukan asal luka itu dan tahu bagaimana cara menyembuhkannya. Dulu hidupku begitu praktis, sampai teman- temanku berkata aku adalah orang paling bijaksana. Nalarku paling bisa diterima dan sikapku jadi panutan mereka.
Tapi sepertinya semua berubah, begitu kamu hadir dalam hidupku. Tidak, tidak hanya hidupku, tetapi hatiku. Kamu seperti pohon yang tak pernah kutanam, tapi ditakdirkan tumbuh tak tahu diri dihalaman rumahku. Aku terpesona saat musim semi itu menyapa. Senyummu tiba- tiba terlihat seperti mekarnya sakura, dan hatiku bersemi mengalahkan musim semi itu sendiri.
Aku menandaimu sebagai musim semiku yang tak kurelakan gugur, bahkan saat musim gugur nantinya tiba. Aku ingin kamu tetap bersemi, pada musim demi musim. "Biarlah aku menjadi egois sekejap saja", pikirku.
Karena rasa kagumku, aku yang pandai berteman dengan waktu. Kini menjadi diperdaya olehnya. Aku menjadi budaknya, demi membersamaimu. Ketidakberdayaanku hanya satu, aku jatuh cinta padamu. Selebihnya, aku bersyukur ruang dan waktu membantu temuku.
Tidak ada yang berat, dua rasa kita saat itu sepakat dengan tanda- tanda yang kentara. Keserasian kita yang disebut- sebut begitu memabukkan. Tapi sayang, dua bibir kita tetap mengatup hingga akhir perjumpaan. Menanggung dera yang disebut rindu. Mengisi jiwa dengan balutan pedih. Dan kembali menjadi budaknya waktu.
Sepertinya aku mudah menyadari tentang ketidaktangguhanku. Tentu saja semuanya tidak sebaik dulu. Begitu ketertawanan ini dipatahkan, dan rasa dipaksa pergi dengan luka yang masih menganga.
Sedang cinta memang selalu membenarkan dirinya. Meski ia tak berdaya, meski tak sanggup dan perasaanya yang tak sempurna.
Sampai pada batas yang tak perlu diajari untuk mengadu temu. Menopang rindu yang bertengger pada malam- malam yang lugu. Kesepakatan ruang dan melodi yang sama, hanya untuk menumpahkan ketertahanan karsa. Mungkin semesta yang berperan menyadarkan, bahwa rindu adalah serangkaian hukuman bagi orang- orang yang begitu dalam mencintai.
Satu per satu perjalanan yang telah sepakat dengan jumpa, bagiku, ia tetap lintasan yang tak pernah kuketahùi batasnya yang sengaja tak kubiarkan kadaluarsa.
Barangkali, apabila keajaiban itu bisa dipilih. Aku ingin kesempatan yang sama, tentang memperdaya waktu.
Irishophiaa. Mlg. June 27 21'
Ada masa nya, semua akan selesai.
Selesai untuk peduli, selesai untuk bercerita, selesai untuk mendengarkan, dan selesai untuk menyelesaikan.
Sisanya adalah, menyaksikan pertunjukkan. Atas peran yang telah dilakukan. Responnya sudah pasti beragam. Beberapa segmen akan membuat tersenyum, tertawa, kemudian sedih, berjuang, lalu sedikit alur tentang kembali tersenyum. Hingga sebuah cerita, selesai untuk disampaikan.
Sutradara tersenyum dari balik layar. Ia mengatur sedemikian rupa alur, hingga pertunjukkan ini selesai dipertunjukkan.
Mungkin selanjutnya, cerita ini berganti. Dengan alur yang baru, dan tokoh yang baru. Dimana bukan aku didalamnya. Dimana bukan aku, yang turut memegang kendali cerita.
Tapi tenang, aku akan senang menonton pertunjukkan selanjutnya. Sejatinya aku menjadi penonton atas alur yg baru. Yang telah dibuat sebagaimana dulu aku terlibat.
Aku menjadi penonton, atas objek utama yg sama, tapi dengan alur dan objek kedua yang berbeda.
Dari titik ketinggian ini, selesai.
:-)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku akan menemukanmu lagi, di mana pun, kapan pun, setiap jengkal langkah yang kutuju adalah kamu . Aku tak gentar atau goyah oleh tatanan waktu yang memaksaku menyingkir kemudian memasrah pada takdir . Tak ada yang lebih hebat dari ini, dari apa yang ada di benakku sekarang Aku akan mengubah semua yang telah menjadi sejarah Aku akan memutar arah mata angin fajar, untuk kita tetap sejajar. . Aku Perempuan, Dengan hati yang bergetar dan menyala-nyala pada kehidupan menuntut sebuah keadilan • • #pancawati #catatanperempuan #ceritaperempuan #lfl #l4l #t4t #tft #prosa #puisi #phoem #poetry #poetrycommunity #sajak #kumpulansajak #kumpulantulisan #baper #baperasik #quote #quoteoftheday #lifequote #quoteoflife
Danau Cermin
Terserah kepadamu,
kini.
Ingin lagi ku bercerita atau tidak.
Ingin lagi ku bersenda lagi ataukah tidak.
Aku kini bayangmu di permukaan,
danau.
Aku sehening tenangmu,
Aku sekacau,
Koyakmu.
Sesungguhnya hati masih cinta karena rasa belum tiada, entah aku harus menerima atau tidak kehadirannya karena luka yang kemarin kau buatpun masih berteriak ampun-ampun.