Keberadaan Seorang Ayah
Bismillahirrohmanirrohim.
Tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan orang tua, dalam hal ini adalah Ayah sangat penting dalam keluarga. Demikian pula peran ayah yang tak dapat tergantikan oleh siapapun. Karena memang demikianlah Alloh SWT memberikan kodrat kepada figur ayah agar dapat menjadi teladan bagi keluarganya, istri dan anak-anaknya. tanpa kehadiran seorang ayah, maka keseimbangan dalam berumah tangga tidak akan pernah terwujud. Tanpa mengesampingkan sosok ibu, kali ini kita akan belajar mengenal dan memahami keberadaan seorang ayah dalam sebuah keluarga.
Ayah dalam pandangan Islam. Bagaimana islam memandang pentingnya kehadiran sosok ayah dalam keluarga yang harmonis ? Peran penting seorang ayah dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. Pemimpin dalam keluarga. 2. Pencari nafkah untuk keluarga. 3. Pengayom keluarga. 4. Pendidik dalam keluarga. 5. Teladan bagi keluarga. 6. Mencarikan pendamping yang baik bagi putra dan putrinya. Namun kita hanya akan memfokuskan tulisan ini pada peran seorang ayah sebagai Teladan bagi keluarga. Teladan artinya sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat, dan sebagainya); (KBBI Online) Ayah menjadi teladan berarti, ayah menjadi figur kebaikan / keburukan bagi keluarganya. Sebagaimana Alloh SWT firmankan dalam QS. An-Nisaa' : 34. Apapun yang kemudian seorang ayah lakukan, baik maupun buruknya akan memberikan imbas positif atau negatif kepada keluarganya. Istri dan anaknya. Jika seorang ayah memberikan teladan kebaikan kepada keluarga, maka atas izin Alloh SWT, keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang tenteram, penuh kasih sayang, penuh rahmat Alloh SWT (sakinah, mawaddah, warohmah). Namun juga sebaliknya jika teladan keburukan yang ditunjukkan oleh sang ayah, maka atas izin Alloh swt. keluarga tersebut akan jauh dari tentram, penuh kasih sayang, rahmat Alloh swt tidak akan turun padanya. Ditengah kesibukan rutinitas pekerjaan, seorang ayah masih berkewajiban memimbing dan mengajarkan kebaikan bagi istri dan anak-anaknya. Ayah harus tetap memantau ibadah istri dan anak-anaknya, mengawasi pergaulan mereka, mengajarkan baca dan tulis Al-Qur'an, Memperkenalkan Alloh swt sejak dini kepada sang buah hati, mamandu anggota keluarganya untuk senantiasa dekat kepada Alloh swt. Karena ayah bertanggungjawab atas dunia dan akhirat anggota keluarganya. Tak jarang Rasulullah SAW, mambantu istrinya Aisyah ra. memasak di dapur. Hal ini menunjukkan kepada kita keteladanan seorang ayah sebagai pemimpin rumah tangga, juga suami, sekaligus mentor bagi keluarganya. Dengan demikian dapatlah saya sampaikan, bahwa kemuliaan seorang ayah dan suami terletak pada mampu tidaknya dalam memberikan keteladanan yang baik bagi keluarganya. Jika kita para ayah dan suami ikhlas menjalankan dan tugas kita hanya karena mengharap ridlo Alloh swt. Maka atas izin Alloh swt. kita akan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita selaku hambaNya. Semoga kita termasuk hamba Alloh swt yang sholih yang menjadi ummat yang mampu meneladani Rasulullah saw sehingga mendapatkan syafa'atnya kelak di akhirat. Allohumma Aamiin.
Wallohu a’lamu bisshowab










