my grandpas bookshelf
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
đ
KIROKAZE
One Nice Bug Per Day
Monterey Bay Aquarium
Today's Document
Sade Olutola

â

Andulka
Three Goblin Art
Keni

Xuebing Du

⣠Chile in a Photography âŁ
taylor price
hello vonnie
RMH
NASA

ellievsbear

PR's Tumblrdome
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Spain

seen from Malaysia

seen from Ukraine

seen from TĂźrkiye
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from TĂźrkiye

seen from France

seen from United States
seen from United States
seen from Algeria
@dnllamst
my grandpas bookshelf

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
âThe most painful thing is losing yourself in the process of loving someone too much, and forgetting that you are special too.â
â Ernest Hemingway
Art by Samuel Smith

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Kadang, kepenatan hidup bukan hadir karena kita kekurangan sesuatu, tetapi karena kita terlalu banyak menggenggam hal yang tidak perlu.
lepaskanlah, ikhlaskanlah, dan berdamailah dengan semuanya. Sebab pikiran dan perasaan kita berhak untuk merasakan ketenangan.
@milaalkhansah
Memulai awal bulan dengan salah satu quotes dari scene yang ada di drama When Life Gives You Tangerines.
- 1 April 2025 #1haridari30
by Petra Dvorak
Italian photographer, Valerio Minato, spends 6 years capturing the perfect moon, mountain, and basilica alignment.
Kita ingin melawan kedzaliman yang terjadi di sekitar, tapi seringkali kita justru lupa terhadap kedzaliman yang kita perbuat sendiri; waktu yang terbuang sia-sia, nyaman dalam kebodohan, tidak menjaga kesehatan, bahkan dalam soal rasa, adakah cinta selain kepada Allah dan RasulNya lebih besar bersemayam dalam hati?
Seringkali kita lantang untuk melawan kebatilan yang menganggu kehidupan, namun justru kebatilan dekat sekali dengan jiwa kita; menyekutukan Allah, menolak kebenaran yang sudah termaktub dalam Quran dan Hadits, mencela para ulama
Ini bukan berarti kita bersikap pasif dan pesimis, menunggu datangnya kesatria berkuda yang bisa melenyapkan kedzaliman dan kebatilan
Ini sikap yang perlu kita refleksikan terus menerus, agar semangat ishlah (perbaikan) dibawa oleh insan-insan yang sholih (baik) sehingga dapat menjadi mushlih (insan yang memperbaiki)
Ikhtiar yang nampak adalah bentuk sunnatullah yang perlu kita hadirkan, namun jangan lupakan kuasa Allah Yang Maha Berkehendak
Ramadhan akan selesai, semoga kita bisa menjadi insan yang siap masuk bulan Syawaal! Karena syawwal adalah naik kelas, naik tingkat, naik kualitas!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
âI canât make you understand. I canât make anyone understand what is happening inside me. I canât even explain it to myself.â
â Franz Kafka, The Metamorphosis
âWe are all different. Donât judge, understand instead.â
â Roy T. Bennett
Psychology experiment
Bayangkan sebuah hubungan yang awalnya intens, mendapat perhatian penuh, chatnya panjang, deeptalk tiap malam, anytime bisa telepon tanpa khawatir ngeganggu waktunya, dunia seperti slow motion mode on, kita dibuat sangat berharga, everything feels right.  Pada saat seperti itu, otak kita dibanjiri hormon kebahagiaan, yang memberi ekspektasi dan atensi yang tidak putus-putus.
Namun tiba-tiba timbul dopamin rush, ritmenya berubah, intensitas turun drastis, yang tadinya full batery jadi pindah ke mode hemat daya. Kita jadi yang lebih banyak nunggu, cari alasan untuk chat duluan, mulai overthinking, kemudian mulai gelisah âdia sibuk atau aku yang terlalu needy ya?â  atau âdulu dia gak gini, apa aku ada salah ya?â
Fase ini yang disebut chasing phase, kita mulai cari validasi yang dulu diberikan secara berlimpah, dan kini hanya sedikit dan semakin jarang.  Menurut BF Skiner ini yang disebut intermitten reinforcement, perhatian yang muncul tidak teratur, tak bisa ditebak yang membuat kita semakin penasaran.
Situasi ini seperti kita diberi misteri box yang saat dibuka, kadang dapat emas didalamnya, kadang kosong. Tapi justru karena tak bisa diprediksi, kita semakin addict untuk membuka setiap kotak tersebut. Lagi dan lagi, seperti ngasih umpan lumba-lumba, atau lebih tepat seperti sedang di-breadcrumbling, kita mengikuti remah-remah yang ditebarkan sedikit-sedikit.
Kita diberi atensi sedikit-sedikit dan itu bikin kita bertahan, berharap lebih, padahal itu bukan karena mereka care, tapi karena ingin mengendalikan kita dan yakin bahwa kita akan tetap tinggal tak akan pergi.  Dan ini bukan hanya perasaan saja, tapi secara neurologis, otak kita jadi kecanduan, setiap kali mereka memberi atensi, otak kita rilis dopamin lagi dan merasa this is our best moments weâve ever had.
Jadi saat mereka cuek, otak kita craving, kacau, seperti withdrawal otak dari efek napza. Kita dibuat kecanduan karena perlakuannya tersebut, sadar atau tak sadar.
Ada roller coaster emotional, mereka cuma ngasih remah-remah, tapi kita masih bisa bertahan. Yang jelas itu bukan hubungan yang baik, ini kinda manipulasi emosional. Mereka seperti sedang melakukan eksperimen psikologi kepada kita dengan sengaja, mereka yakin âkita gak akan marah jika digituin, atau dia mah solehah, gampang diredakan marahnya.â
Jadi saat harus menebak-nebak apakah dia peduli atau tidak, jawabannya kita pasti sudah tahu. Pertanyaannya sekarang adalah âmasih mau terus-terusan membuka mistery box yang dia berikan, atau⌠sudah cukup jadi eksperimen psikologinya?â
Bisa dibilang ini adalah pola yang umum dalam hubungan modern. Awalnya, semuanya terasa intensâpenuh perhatian, chat panjang, telepon tanpa batas. Tapi perlahan, intensitas itu turun, dan kita mulai merasa seperti orang yang harus terus mengejar.
Kalau kita sadar ada di pola ini, tenang, kita bisa keluar dari jebakannya dengan:
1. Sadari Polanya. Ini bukan tentang kita yang kurang menarik atau melakukan kesalahan. Ini tentang dia yang gak konsisten.
2. Stop Mengejar, Lihat Siapa yang Bertahan. Kadang kita terlalu sibuk mempertahankan sesuatu yang sebenarnya gak layak dipertahankan. Diam sebentar. Kalau dia peduli, dia akan mencari. Kalau tidak, ya sudahâanggap saja seleksi alam.
3. Bangun Validasi dari Dalam. Jangan biarkan kebahagiaan kita bergantung pada seseorang yang gak bisa memberi kepastian. Temukan kembali diri kita di luar hubungan ini.
4. Jangan Takut Kehilangan Orang yang Gak Konsisten. Cinta yang sehat itu tentang kepastian, bukan tebak-tebakan. Kalau seseorang bikin kita lebih sering overthinking daripada merasa nyaman, mungkin mereka bukan orang yang tepat.
5. Ambil Kendali, Jangan Terjebak. Keluar dari permainan mereka bukan berarti kita kalah. Justru, itu tanda kita sudah menangâmenang atas diri kita sendiri.
Susah gak melakukannya? Susah.
Keluar dari chasing phase itu bukan sekadar sadar lalu tiba-tiba bisa move on. Sebagaimana penjelasan di atas, "seperti withdrawal otak dari efek napza." Jadi wajar kalau awalnya kita merasa gelisah, kosong, bahkan mungkin pengen balik lagi.
Tapi bukan berarti gak bisa. Pelan-pelan, bisa.
Yang bikin sulit adalah:
Terbiasa dengan euforia awal. Kita masih berharap hubungan bisa kembali seperti dulu.
Ada ketakutan kehilangan. Padahal, kalau dipikir-pikir, yang hilang tuh apa? Orang yang bikin kita overthinking setiap hari?
Kita pengen kepastian dari mereka. Tapi ironisnya, kalau mereka beneran peduli, mereka gak akan bikin kira merasa kayak gini dari awal.
Jadi ya, butuh waktu, butuh keberanian buat berhenti mengejar. Tapi saat akhirnya kita benar-benar berhenti, menarik diri, dan kembali ke diri sendiri, kita bakal sadar: "Loh, ternyata hidupku lebih tenang tanpa ini semua."
Pelan-pelan, bisa. Tapi pertama-tama, kita harus mau memilih diri sendiri dulu.
Sisa-sisa kenangan itu terus berjalan, Menjejali jalan yang sudah ku tata ulang berkali-kali, Entah maunya apa, Rasa senangnya? Sedu sedannya?
Aku tau cara untuk membencimu, Tapi, Yang kulakukan malah menapaki setapak kenangan itu, Bodohnya aku dan bajingannya kamu menjadi dua hal penuh makian.
Ada sebuah nasihat dari Imam Syafi'i;
"Ketika engkau menginginkan sesuatu, maka bayangkan jika saat itu juga engkau kehilangannya. Jika engkau merasa tidak apa-apa kehilangannya, itulah tanda bahwa aman bagimu memilikinya."
Alangkah dalam hikmah yang terkandung dari nasihat itu. Bahwa penting sekali bagi kita meneliti apa yang mendasari keinginan kita untuk memiliki. Sebab tanda jika keinginan untuk memiliki didominasi oleh hawa nafsu adalah muncul rasa kepemilikan sebelum dan setelah terkaruniai sesuatu yang diinginkan itu.
Rasa memiliki seringkali menjadi sebab kelalaian (kemaksiatan).
Coba perhatikan, bukankah orang yang merasa memiliki kuasa membuat ia jadi semena-mena pada yang dianggap berada di bawah kuasanya?.
Bukankah orang yang merasa memiliki harta bisa menjadikan ia sombong dan menganggap semua bisa dibeli dengan hartanya?.
Begitu pula ketika kita merasa memiliki seseorang (baik itu pasangan, anak, saudara, atau pun orang tua), bisa menjadikan kita tak rela ketika kehilangan (entah karena ia memutuskan pergi dari hidup kita atau karena Allah yang mengambilnya kembali dari sisi kita).
Padahal sejatinya, semua yang terkarunia hanyalah titipan dari-Nya. Kita tidak pernah benar-benar memiliki, kita hanya (saling) dititipi.
Oleh karena itu, saat kita menginginkan sesuatu, kata Imam Syafi'i, tolak ukurnya adalah dengan membayangkan seberapa lapang hati kita jika kehilangannya.
Kalau sebelum Allah karuniakan saja sudah ada rasa tak rela atau jadi takut sekali kehilangannya, berarti nafsulah yang mendominasi.
Maka, segera batalkan/tinggalkan. Karena yang seperti itu, jika tetap dipaksakan berpotensi menjadikan kita punya rasa kepemilikan yang akan melalaikan dan menjerumuskan ke dalam kemaksiatan.
Ingatlah, kebaikan itu selalu menenangkan. Yang sejatinya baik, tak akan membuatmu jadi khawatir berlebihan atau takut sekali kehilangan.
Wallahu a'lam bishawab.
@rizqan-kareema.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Saat hidup ngasi banyak pilihan, bukannya makin mudah, malah makin sulit buat nentuinnya. Paradoks memang.
Lagi gak butuh semangat, butuhnya istirahat. Badan yang lagi sakit ini harus berhadapan sama kerjaan yang numpuk, anak-anak yang lincah, koreksian yang banyak.
Ya Allah, dulu aku cuma minta pengen hari libur (di sini tgl merah juga gak pernah libur) tapi kenapa aku malah dikasih sakit gini ya Allah :)))