Kajian Kitab Arba'in An-Nawawi: Hadits ke-02 - Ustadz Badru Salam, Lc
IMAN, ISLAM, DAN IHSAN
ุนููู ุนูู
ูุฑู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ุฃูููุถูุง ููุงูู : ุจูููููู
ูุง ููุญููู ุฌูููููุณู ุนูููุฏู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ุฐูุงุชู ููููู
ู ุฅูุฐู ุทูููุนู ุนูููููููุง ุฑูุฌููู ุดูุฏูููุฏู ุจูููุงุถู ุงูุซููููุงุจู ุดูุฏูููุฏู ุณูููุงุฏู ุงูุดููุนูุฑู, ูุงู ููุฑูู ุนููููููู ุฃูุซูุฑู ุงูุณููููุฑู ูููุงู ููุนูุฑููููู ู
ููููุง ุฃูุญูุฏู, ุญูุชููู ุฌูููุณู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
, ูุฃูุณูููุฏู ุฑูููุจูุชููููู ุฅูููู ุฑูููุจูุชููููู, ููููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ููุฎูุฐููููู, ูู ููุงูู : ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุณููุงูู
ู, ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
: ุงููุฅูุณููุงูู
ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงูุฅู ูููู ุฅููุงูู ุงูููู ูู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู, ููุชูููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู, ููุชูุคูุชููู ุงูุฒููููุงุฉู, ููุชูุตูููู
ู ุฑูู
ูุถูุงูู, ููุชูุญูุฌูู ุงููุจูููุชู ุฅููู ุงุณูุชูุทูุนูุชู ุฅููููููู ุณูุจููููุงู. ููุงูู : ุตูุฏูููุชู. ููุนูุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฆููููู ููููุตูุฏูููููู. ููุงูู : ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูููู
ูุงูู, ููุงูู : ุฃููู ุจูุงูููู, ููู
ููุงูุฆูููุชููู, ููููุชูุจููู, ููุฑูุณููููู, ููุงููููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู, ูู ุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ูู ุดูุฑูููู. ููุงูู : ุตูุฏูููุชู. ููุงูู : ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุญูุณูุงูู, ููุงูู : ุฃููู ุชูุนูุจูุฏู ุงูููู ููุฃูููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅููู ููู
ู ุชููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅูููููู ููุฑูุงูู. ููุงูู : ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงูู : ู
ูุง ุงููู
ูุณูุคููููู ุนูููููุง ุจูุฃูุนูููู
ู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููู. ููุงูู : ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุฃูู
ูุงุฑูุงุชูููุง, ููุงูู : ุฃููู ุชูููุฏู ุงูุฃูู
ูุฉู ุฑูุจููุชูููุง, ููุฃููู ุชูุฑูู ุงููุญูููุงุฉู ุงููุนูุฑูุงุฉู ุงููุนูุงููุฉู ุฑูุนูุงุกู ุงูุดููุงุกู ููุชูุทูุงูููููููู ูููู ุงููุจูููููุงูู, ุซู
ุงูููุทููููู, ููููุจูุซูุชู ู
ููููููุง, ุซูู
ูู ููุงูู : ููุง ุนูู
ูุฑู, ุฃูุชูุฏูุฑููู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููุ ููููุชู : ุงูููู ูู ุฑูุณููููููู ุฃูุนูููู
ู. ููุงูู : ููุฅูููููู ุฌูุจูุฑููููู ุฃูุชูุงููู
ู ููุนููููู
ูููู
ู ุฏูููููููู
ู. ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ู
Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu โalaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata:
โHai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.โ
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam menjawab,โIslam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,โ lelaki itu berkata,โEngkau benar,โ maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: โBeritahukan kepadaku tentang Imanโ.
Nabi menjawab,โIman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,โ ia berkata, โEngkau benar.โ
Dia bertanya lagi: โBeritahukan kepadaku tentang ihsanโ.
Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam menjawab,โHendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.โ
Lelaki itu berkata lagi : โBeritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?โ
Nabi menjawab,โYang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.โ
Dia pun bertanya lagi : โBeritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!โ
Nabi menjawab,โJika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.โ
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : โWahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?โ
Aku menjawab,โAllah dan RasulNya lebih mengetahui,โ Beliau bersabda,โDia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.โ [HR Muslim, no. 8]
Sumber
----
Iman terdiri dari;
a. ucapan/lisan (mengucapkan syahadat). Tidak beriman seseorang jika sekedar percaya saja, namun tak pernah melafadzkan asyhadu alla ilaaha illallah, wa asyhadu an la muhammadar rasuulullah.
b.amal/perbuatan (dengan anggota badan). Jangan sekedar syahadat saja namun tidak mau menggerakkan tubuh kita untuk beribadah pada-Nya (bersyahadat tapi tak sholat, percuma aja dong?).ย
c. niat (meykini kebenaran Islam dengan hati,
Ada banyak banget kaidah dari hadits ini, diantaranya;
1. Berhati-hatilah dengan ideologi Khawarij (hanya amal saja sebagai syarat sah iman), jadi mudah mengkafirkan sesama muslim yang berbuat dosa. Juga ideologi Murjiโah (amal ga termasuk iman), jadi cuma sekedari ngucapin syahada, tanpa pernah sholat dan mengerjakan perbuatan wajib dalam Islam lainnya.
2. Diriwayatkan oheh Al-Qurthubi: Disunnahkan bagi seorang alim ulama yang mengajar, untuk duduk di tempat yang tinggi, agar penonton bisa ngeliat sang guru dengan jelas.
3. Selayaknya pemimpin haruslah membaur untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya.
4. Rasulullah merupakan contoh sempurna dari pemimpin yang tawadhu/rendah hati, karena dekat dengan orang miskin yang membutuhkan, padahal beliau seorang pemimpin yang sangat layak untuk disegani; layaknya ilmu padi yang makin berisi, makin merunduk.
5. Seorang alim ulama haruslah memaafkanย apabila menunjukkan akhlak yang kurang elok (contohnya seperti kisah orang Badui yang pipis di masjid, Rasulullah memaafkan karena memang orang tersebut tidak tahu, namun tegas terhadap para sahabat yang berilmu tinggi.
6. Bersikap lembut terhadap penanya, namun penanya juga harus memerhatikan kondisi sang guru, apakah sedang capek atau tidak. Alangkah tidak baik bila menyerbu ulama yang sedang lelah dengan banyak pertanyaan, bisa-bisa cuma dijawab sekenanya saja.
7. Jika memang memiliki ilmunya, berusahalah untuk menjawab lebih detail.
8. Bertanyalah hal yang bermanfaat untuk dunia akhirat (perkara yang sudah terjadi). Jangan terlalu banyak bertanya juga, sehingga dikhawatirkan akan menyelisihi sang ulama itu sendiri.
9. Bersegera ke majelis taโlim, dan kalau bisa duduk di barisan terdepan (menunjukkan adab terhadap ilmu itu sendiri). Masa nyari ilmu duniawi aja jor-joran, namun malas dalam menuntut ilmu agama?
10. Mengajar dengan tanya jawab pada penonton, agar penuntut ilmu termotivasi untuk murajaโah/mengulangi ilmu yang telah ia dapat.
11. Disunnahkan memakai baju putih (seperti nabi Jibril yang mendatangi Rasulullah dalam hadits di atas).
12. Diusahakan untuk rihlah/pergi jauh untuk menuntut ilmu, karena berkahnya makin besar (seperti Nabi Musaย โalaihissalam yang pergi jauh demi berguru pada Nabi Khidirย โalaihissalam).
13. Duduk di majelis ilmu dalam keadaan betul-betul memahami dan berusaha untuk mempraktikkan ilmu yang sudah didapat.
14. Jika tidak tahu, kembalikan ilmu pada Allah (dengan menjawab wallahu aโlam)
15. Teladanilah kecerdasan para sahabat, yang dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Makin cerdas seseorang, maka makin wajib baginya untuk terus menuntut ilmu.
16. Apabila pertanyaan yang dicetuskan bersifat global, maka jawablah dengan inti yang paling penting saja, agar pembahasan tidak melebar kemana-mana.
---
Rukun Islam adalah salah satu esensi terpenting bagi manusia, karena merupakan pintu menuju surga. Hanya dengan syahadat-lah, seseorang mengakui bahwa Allah saja yang harus disembah; suatu pengakuan atas dasar ilmu.
Syahadat memiliki 7 syarat, yakni:
1. Ilmu
2. Yakin
3. Qabul/menerima
4. Tunduk
5. Jujur
6. Ikhlas
7. Cinta
Adapun rukunnya antara lain:
1. Laa ilaaha: Meniadakan (sesembahan lain).
2. illallah: Yang berhak disembah hanya Allah.
Ternyata, ada pembatalnya juga, lho!
a. Syirik (ada syirik besar; memalingkan ibadah kepada selain Allah, juga syirik kecil; segala perbuatan yang menjerumuskan ke syirik besar).
b. Murtad (tidak diterima manusia yang mencari agama lain selain Allah).
c. Sihir (yang disertai taqarrub/mendekat kepada jin, kalau yang tidak bertujuan untuk mendekat pada jin, maka termasuk dosa besar).
d. Yakin ada undang-undang yang setara dengan hukum Allah dan Rasululllah.
e. Membenci ajaran Rasulullah.
f. Membantu kaum musyrikin untuk meruntuhkan kaum muslimin.
g. Tidak membenarkan Islam (namun jangan memudahkan dalam mengkafirkan seseorang; bisa jadi ia belum tahu ilmunya).
h. Mengolok agama Allah (contoh kecilnya seperti mengejek orang berjenggot yang bertujuan menegakkan sunnah dengan sebutanย โkambingโ, dll).
Jika salah mengkafirkan orang, lalu tuduhan tersebut tidak terbukti, maka akan berbalik ke dirinya sendiri.
Tidak benar bahwa Islam bermudah-mudahan dalam mengkafirkan orang, justru dengan kebaikan akhlak lah kita harus menghormati, tanpa perlu ikut-ikutan (mengucapkan seremonial agama lain, memakai aksesoris yang berhubungan dengan agama tertentu, dll).