Senja September
Akan sampai pada masa, kau lelah dengan apa yang kau juangkan. Kau lelah demgan hidup yang kau jalani. Kaupun tak paham seperti apa rasanya berbagi dan bercerita. Sebab semuanya melelahkanmu, membuatmu sesak, membuatmu payah.
Kau mengutarakan rasa sakitmu pada orang yang kau cintai. Namun responnya tidak baik menurut penerimaanmu. Kau dijatuhkan, dimarahi, dikatai lemah dan tak punya daya juang. Lalu kau membenarkan semua ucapannya. Hingga sesak sembilu, hingga retak sepilu.
Kembali kau terdiam. Bertanya pada Tuhan, kepedihan apa yang kini sedang kau rasakan. Kau mengadu segalanya padaNya. kau menangis, kau mengibah, meratap dengan segala kelemahanmu dihadapanNya. Namun kosong.
Sesaat mungkin kosong, tak ada jawaban, keluh dan membiru. Kau lelah dengan segala rasa yang kau miliki saat ini. Kau merasa sendiri dengan segala masalah dan penatmu. Kau sendiri, tak ada satupun yang peduli. Tak ada. Benar-benar tidak ada yang peduli.
Namun..
Bila sedikit saja kau mau meluaskan sabar, kepedihanmu agar berbuah kebaikan. Semua peluhmu yang kau ibahkan pada Tuhan, tidak ada yang sia-sia. Sebab Dia Maha Mendengar lebih dari apa yang sedang ingin kau utarakan.
Pada masa itu, perasaanmu akan tenang. Memang kau tak mendapat jawaban atas pertanyaanmu saat itu juga. Namun hati dan pikiranmu akan dibimbingNya. Dengan banyak kebaikan, dengan jalan keluar yang kelak kaupun tak pernah paham mengapa bisa seluar biasa itu Allah menyembuhkan segala rasa sakitmu.
Pada masa itu, kau hanya diminta untuk bersabar, menjadikan sholat sebagai penenang dan pemenang bagimu. Maka tenanglah, sepekat apapun malam akan ada masa ia berganti dengan terangnya fajar. Sedinginnya kehidupan malam, akan hangat dengan seiringnya kedatangan mentari.
Allah Ta'ala tidak pernah dzhalim, sayang. Tidak pernah sekalipun. Lantas sudah sampai mana sembilu lukamu sudah kau utarakan padaNya?
Baik-baik ya ♡

















