Jantungku selalu berdebar lebih cepat setiap kali namamu muncul di notifikasi.
Sesekali kamu menyukai IG storyku, sesekali kamu membalas dengan singkatācukup untuk membuatku bertanya-tanya.
Aku hampir mengetik pesan yang seharusnya tidak kukirim.
Aku hampir mengatakan bahwa aku masih merindukanmu.
Tapi kemudian aku sadar, kamu tak pernah mengirimiku pesan dari nomor pribadimu.
Kamu punya nomorku, masih sama seperti dulu, tapi entah mengapa, kamu memilih untuk tidak menggunakannya.
Mungkin aku hanya sekadar seseorang yang kamu ingat sesekali, bukan seseorang yang ingin kamu cari.
Dan di antara semua āhampirā yang pernah ada, aku sadarāaku hampir lupa bahwa kamu sudah lama berhenti memilihku.
Andira Wu













