Suatu hari nanti kamu akan paham mengapa Allah banyak meminta kesabaran darimu, meminta keikhlasan hatimu, meminta untuk menunggu do'a-do'a yang kamu langitkan sedari dulu.
Dan hari itu kamu akan dibuat terharu dengan cara Allah mengabulkan do'amu. Bahkan untuk do'a yang tidak pernah terucap di lisan dan malu untuk di langitkan. Semua Allah perkenankan.
***
Saat itulah.. hatimu akan merasa demikian bersyukur, sebab apa yang Allah wujudkan ternyata melebihi dari apa yang kamu pintakan. Kamu akan paham bahwa kecemasan yang pernah singgah mengusik hatimu tak ada nilainya sama sekali dibanding karunia Allah yang tidak terukur.
Itulah hari.. dimana kamu akan sadar dan mengakui bahwa Allah sebaik-baik Rabb yang Maha Mendengar segala do'a, dan percaya bahwa pada tiap-tiap tangan hambaNya yang menengadah tak akan pernah dibuat kecewa.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku pulang,
pada bait-bait doa yang mengudara.
Berhenti memerangi diri,
berserah pada takdir.
Karena ternyata,
hanya Tuhan yang mampu hilangkan segala takutku
akan kehidupan.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Silent treatment itu cuma 'bagus' untuk cooling down, tapi gak akan menyelesaikan apapun. Kalau ada masalah ya diobrolin. Bilang aja kalau gak suka, kecewa, atau marah. Orang yang kamu diemin itu bukan cenayang.
Silent treatment itu gak kayak diemnya orang yang mau nenangin diri. Diam itu gak akan jadi bahaya selama diamnya kamu itu untuk menenangkan dan menyiapkan diri untuk membuka obrolan yang sehat dan setara setelah kamu tenang.
Diam itu jadi masalah—toksik, ketika kamu diam untuk mengontrol dan menunjukkan bahwa kamu punya kuasa dan kekuatan yang lebih besar dalam sebuah hubungan. Di sini diammu tidak menyelesaikan masalah, melainkan hanya akan memanipulasi orang yang kamu diamkan untuk merasa bersalah. That's it. In the end, orang yang kamu diamkan itu akan bingung, frustasi, merasa tidak dihargai dan tidak dicintai. Silent treatment is abussive. Inilah mengapa silent treatment justru hanya akan memudarkan ikatan-ikatan emosional.
Komunikasi adalah kunci. Komunikasi dengan kata-kata ya, bukan komunikasi dengan sandi morse. Maka dari itu, bila ada masalah dengan siapapun, silakan diam untuk menenangkan diri, tapi jangan lari dari masalah.
Siapkan dirimu untuk mendengarkan dan bicara. Setelah kamu tenang, jangan pendam dan bersikap seakan semuanya baik-baik saja.
Perubahan cuaca yang tak terduga memanglah begitu adanya. Samalah halnya ketika ujian datang menerjang, tak terduga atau sekedar lambai tangan sebagai kode awal ketika akan datang. Maka mengais ilmunya juga tidak perlu di tunda-tundakan, sebab besok lusa atau bahkan lima menit ke depan tidak dapat kita sangkakan 🍃
Satu sisi, sebagaimana manusia biasa, rasanya ingin sekali diberi keberlimpahan harta yang dengannya bisa membahagiakan orang tua, menolong sesama dan berbuat banyak untuk umat.
Sayang, di sisi satunya, sebagaimana manusia yang diujiankan nafsu mencintai dunia sedemekiaan rupa, rasanya enggan memiliki harta yang diperebutkan oleh ahli waris, diributkan sanak keluarga. Bahkan, ketika sadar itu tak lagi menjadi hak, masih saja getol mendapatkannya. Dan tak jarang menyebabkan pecah perang saudara.
Ternyata benar, mabuk dunia semenyeramkan itu.
Maka, Ya Allah, biarkan aku mabuk akhirat melalui harta duniaMu.
Kebahagiaan dalam pernikahan itu kayak dialog. Harus dua arah. Artinya, gak cuma kamu yang harus membahagiakan pasanganmu tapi juga pasanganmu harus membahagiakanmu. Gak harus dengan cara yang sama, tapi masing-masing harus punya effort yang sama untuk cari tahu apa yang bikin pasangannya bahagia dan melakukannya sepenuh hati.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Jangan kotori hati dengan membuka peluang masuknya hal-hal yang buruk ke dalam hati.
Setajam apapun perkataan orang, sejahat apapun respon orang, tidak akan ada yang mampu menembus untuk melukai hatimu, selama anda tidak mengizinkannya masuk ke dalam hati."
Kisah "cegil" yang mendapat rahmat Allah dalam surah Al-Kahfi
Baru 'ngeh kalau kepribadian ala "perempuan gila" -biasa disingkat 'cegil'- yang sempat diangkat jadi lagu sama Nadin Amizah ternyata udah disebutin dalam Al-Qur'an, dan kita baca tiap hari Jum'at (Insha Allah). Kok bisa baru nyadar sekarang 😭
Disclaimer dulu, yang dibahas di sini adalah tentang kepribadiannya, yang mana ini bisa terjadi pada perempuan maupun laki-laki. Dan ini pure pemahaman pribadi, jadi masih mungkin jika ada kekeliruan.
Kisah ini adalah tentang Nabiyullah Musa shalallahu'alaihi wassalam dengan seorang Hamba Allah yang tidak disebutkan namanya, tapi beberapa riwayat menyebutkan bahwa ia adalah Khidr 'alaihissalam, jadi kita sebut saja demikian.
Ok, kita bedah versi lagunya dulu.
Lagu ini bercerita tentang keraguan seorang perempuan untuk menerima kehadiran orang baru di hidupnya.
Dia orang baik dan selalu berusaha menjadi orang baik, tapi dia juga paham betul bahwa suatu hari nanti orang lain mungkin akan kecewa padanya karena ia tak sebaik yang semestinya mereka kira.
Akan ada masa-masa di mana ia kesulitan mengendalikan dirinya sendiri, baik itu dari sisi pikiran, perasaan, bahkan tubuhnya sendiri. Dan ketika masa itu tiba, semua orang yang pada awalnya menyukainya tiba-tiba menjadi takut padanya. Maka dari itu, tak ada orang yang bisa menjalin hubungan dalam jangka waktu yang lama dengannya. Hubungan di sini bukan hanya tentang romansa, tapi bisa juga pertemanan, persahabatan, pekerjaan, atau bahkan di dalam keluarganya sendiri sekali pun.
Memang tidak mudah mencintai dirinya, apalagi jika kamu yang menjadi dirinya. Sekali pun ia telah mereda, sekelumit penyesalan, rasa bersalah dan bingung masih akan melanda dirinya. Diam-diam dia pun berusaha membuat dirinya agar lebih mudah diterima, namun kadang ia gagal dan gagal lagi. Beragam caci maki pun kembali ia terima, yang menganggapnya tak pernah berusaha untuk berubah. Namun demi Tuhan, ia telah berusaha sekeras yang ia bisa. Meski pada akhirnya, ia tahu bahwa ia akan ditinggalkan.
Itu tentang perempuan "gila" di lagu Nadin Amizah.
Bisa diambil kesimpulan kalau "gila" yang dimaksud di sini bukan yang gila permanen yang menyebabkan mereka berkeliaran di jalanan dengan kondisi badan yang tak terurus.
Tapi "gila" di sini lebih ke disabilitas mental yang membuat seseorang bisa kehilangan kendali atas dirinya sendiri untuk sementara waktu, namun mereka tetap akan mereda seperti semestinya.
Sekarang kita bahas versi surah Al-Kahfi.
Ketika Nabiyullah Musa shalallahu'alaihi wassalam meminta untuk mengikuti Khidr, maka di ayat 67, Khidr 'alaihissalam berkata "innaka lang tastathi'a ma 'iya shabra." (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar ketika bersama dengan aku.)
Ini menyiratkan keraguan Khidr 'alaihissalam kepada Nabiyullah Musa shalallahu'alaihi wassalam yang merupakan "orang normal" yang mungkin tidak akan tahan dengan berbagai "kegilaan" yang nanti akan dilakukan oleh Khidr. Seperti perbuatan Khidr melubangi perahu, di ayat 71. Atau membunuh seorang anak yang tak berdosa, di ayat 74. Dua perbuatan yang menurut Nabiyullah Musa shalallahu'alaihi wassalam, bahkan menurut kita sekali pun, yang akalnya "waras", pasti tahu kalau itu perbuatan tercela dan terlarang.
Nah, sekarang yang ketiga ini agak beda, ada di ayat 77. Ketika mereka sampai di tengah penduduk di suatu negeri, mereka minta dijamu, tapi penduduk negeri itu gak ada yang mau jamu mereka. Jadi yaudahlah gapapa. Tapi pas mereka lihat sebuah rumah yang udah mau roboh, Khidr 'alaihissalam malah menegakkannya, membantu memperbaiki kembali rumah itu. Dan di situ, lagi-lagi, Nabiyullah Musa gak terima dan berkata "lau syi'ta lattakhadzta 'alaihi ajra" (Kalau kamu mau, kamu bisa mengambil upah untuk itu). Ini sih sebenernya cenderung ngasih saran daripada bertanya (seperti yang sebelum-sebelumnya), karena kan mereka tadi minta dijamu tapi gak dijamu sama penduduknya, tapi kok tiba-tiba Khidr ini "sok baik" banget bantu memperbaiki rumah orang gak dikenal yang hampir roboh tanpa minta upah apa pun, (padahal dia tadi udah merusak perahu sama ngebunuh orang).
Ini menarik sih, karena rata-rata "co/cegil" yang pernah kukenal juga mereka rata-rata memiliki ketulusan hati yang luar biasa banget sebenernya, hanya ketika mereka menampakkan kebaikan itu, mereka malah dianggapnya "sok baik / sok alim" oleh orang-orang yang terlalu berfokus pada keburukannya, bahkan tak jarang kebaikan mereka dianggap lebay.
Sayangnya saran Nabi Musa itu tetap dianggap "menyelisih" urusan Khidr 'alahissalam, sehingga perjalanan mereka berdua harus cukup sampai di situ.
Seenggaknya ada beberapa poin yang membuatku berpendapat kenapa Khidr 'alaihissalam itu relate banget sama penggambaran kepribadian "cegil" di lagu Nadin Amizah, dan ini sebenernya bisa jadi pedoman yang lebih baik sih untuk para "co/cegil" di luar sana yang masih kebingungan dengan jati dirinya. Juga untuk orang-orang yang diberi kenikmatan dengan jalan pikiran "normal" untuk dapat lebih memahami para "co/cegil" ini.
1.
Di ayat terakhir kisahnya (ayat 82), Khidr 'alaihissalam sempat berkata "wamaa fa'altuhuu 'an amri" (dan aku melakukannya bukan atas kehendak dan kemauanku sendiri). Artinya, semua perbuatan itu dilakukan bukan atas dasar kehendak Khidr 'alaihissalam.
Di sini gak dikatakan di luar kesadaran, tapi lebih ke di luar "kehendak". Artinya dia masih sadar saat melakukan semua itu. Hanya saja itu terjadi di luar kehendaknya.
Bayangin, kalau semua ada di dalam kehendak Khidr, artinya Khidr masih memiliki pilihan, masih diberi kesempatan untuk memikirkan semua tindakannya. Mungkin Khidr 'alahissalam akan mencari cara lain selain dengan merusak perahu, atau minimal dia bakalan izin dulu sama yang punya perahunya. Atau dia akan mencari cara lain yang lebih baik selain dengan membunuh anak itu. Karena bahkan Nabi Ibrahim shalallahu'alaihi wassalam ketika dapet perintah untuk membunuh anaknya, Nabi Ismail shalallahu'alaihi wassalam, masih mikir-mikir dulu selama beberapa hari, masih sempet diskusi dulu sama anak yang mau disembelihnya. Ini Khidr 'alaihissalam, begitu ketemu itu anak langsung aja dibunuh, ya gimana gak shock itu Nabi Musa liatnya? Masalahnya ini kan manusia gitu yang dibunuh, bukan onta atau kuda.
Maka aku pribadi berasumsi bahwa yang dimaksud dengan "wamaa fa'altuhuu an amri" itu sama dengan "gila".
🗣: tapi kan di ayat 65, disebutin bahwa Khidr dapet ilmu langsung dari Allah, jadi bukan karena dia gila? Oke. Bentar, bentar. Aku jelasin di poin no 2.
2.
Di ayat 70 Khidr 'alahissalam sempat memberikan aturan kepada Nabiyullah Musa shalallahu 'alahi wassalam yang bersikukuh hendak mengikutinya, "jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang suatu apa pun sampai aku sendiri yang menerangkannya kepadamu."
See, Nabiyullah Musa disuruh nungguin penjelasan dari Khidr yang entah kapan datangnya. Ini mengindikasi bahwa "pengetahuan" tentang tindakan yang dilakukan Khidr 'alaihissalam itu justru datangnya setelah ia melakukan perbuatan-perbuatan yang diluar kehendaknya itu.
Karena, misal ni ya, kalau Khidr 'alaihissalam itu dapet perintah langsung dari Allah seumpama "Lubangilah perahu itu, karena di depan sana ada raja dzalim yang akan merampas tiap-tiap perahu bagus." Pasti Khidr langsung bilang dong ke Nabi Musa tentang penyebab kenapa dia melubangi perahu itu. Atau minimal kalau itu merupakan "wahyu", minimal mereka bisa berdiskusi dululah, apalagi yang disebelahnya itu Nabi loh, bukan orang sembarangan. Tapi ini engga, Khidr langsung satset satset gerak sendiri, sementara Nabi Musa di suruh nunggu dulu sampai Khidr 'alahissalam sendiri punya penjelasan yang logis dari Allah atas semua tindakan yang ia lakukan di luar kehendaknya itu.
Makanya di ayat 68 Khidr sempat "curhat" ke Nabi Musa, "dan bagaimana kamu bisa sabar atas sesuatu yang kamu sendiri belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal itu."
Pasti di suatu masa Khidr 'alaihissalam pun pernah ada di fase kayak kita yang gak ngerti kenapa bisa kita buat kesalahan yang sebegitu parahnya. Yang kalau dipikir-pikir secara normal rasanya gak mungkin kita bisa kepikiran buat melakukan hal itu dan ngapain juga kita melakukan hal itu.
Pasti ada suatu masa di mana Khidr pun tidak dapat bersabar dengan dirinya sendiri, sebelum akhirnya ia pasrah dan menyerahkan segala urusan tentang dirinya kepada Allah.
3.
Yang menarik, deskripsi Allah tentang Khidr 'alaihissalam sendiri adalah, "seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami." (ayat 65)
Di sini gak dikatakan bahwa Khidr 'alaihissalam itu seorang nabi, gak dikatakan juga bahwa beliau diberi hikmah kenabian (seperti para nabi pada umumnya). Allah menyebutkan bahwa Khidr hanya seorang hamba di antara hamba-hambaNya, artinya beliau sama manusia biasa seperti kita. Tapi yang menarik adalah Khidr 'alahissalam bisa menjadi orang "gila" sekaligus menjadi hamba yang dirahmati Allah dan diajarkan ilmu pengetahuan langsung dari sisi Allah. Mungkin sebelum itu dulu ada guru-guru yang telah menyerah dalam mengajarinya. Ada orang-orang yang telah lelah menegurnya. Mungkin dulu beliau pun pernah berusaha sekeras yang ia bisa agar lebih mampu mengendalikan dirinya, sayangnya beliau selalu gagal dan akhirnya lebih memilih untuk memasrahkan semuanya pada Allah. Dan di situlah Allah menurunkan rahmat padanya.
🪷🪷🪷
Pelajaran untuk para "co/cegil" dari kisah ini,
Jangan berputus asa dengan rahmat dan ampunan Allah, sekacau apa pun dirimu.
Orang lain mungkin gak akan ngerti kamu, tapi Allah yang menciptakan kamu pasti sangat mengerti kondisi kamu, maka serahkan urusan tentang dirimu pada Allah.
Perbanyak istighfar untuk semua kesalahan yang dilakukan meski pun itu diluar kehendakmu.
Tetap terus berusaha menjadi lebih baik. Tapi kalau kamu sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan dirimu, tapi masih aja gak bisa, ya gapapa. Mungkin perbuatan kamu adalah perantara Allah untuk memeberikan hikmah kepada orang-orang di sekitarmu termasuk juga dirimu.
Perbanyak membaca dan menambah wawasan. Karena kayak yang dibilang di ayat 68, "bagaimana kamu bisa sabar atas sesuatu yang kamu sendiri belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" Di sini, pengetahuan dan kesabaran itu berbanding lurus. Semakin banyak kamu tahu, semakin banyak pula stok sabar kamu. Minimal di sini kamu bisa lebih bersabar sama diri kamu sendiri, dan tidak terlalu menyalahkan diri kamu saat kamu melakukan hal-hal yang memang itu berada di luar kendalimu.
Usahakan selalu aware dengan tanda-tanda kekuasaan Allah di sekitar dan di diri kamu sendiri. Perbanyak baca Al-Qur'an dan terjemahnya juga, siapa tahu Allah mau ngasih petunjuk sama kamu lewat itu.
It's okay kalo kamu ditinggalkan sama semua orang, tenang Allah gak akan ninggalin kamu.
Yang penting kamu jangan ninggalin Allah hanya demi bisa diterima semua orang.
🪷🪷🪷
Untuk para orang "normal" di luar sana yang mungkin pernah berinteraksi dengan "co/cegil",
Gak perlu merasa diri lebih baik hanya karena kamu dikasih akal pikiran yang normal dan diberi kemudahan dalam mengendalikan dirimu. Lihatlah Khidr 'alahissalam, beliau "gila" di mata kita, tapi di sisi Allah ternyata beliau adalah orang yang dirahmati dan karuniakan ilmu yang bahkan tidak diajarkan kepada Nabiyullah Musa shalallahu'alahi wassalam.
Jika kamu keluarganya, dan meminta seorang "co/cegil" untuk berubah, dan kamu merasa jengah karena mendapati dia "tidak mau" berubah juga, mungkin sebenarnya kamu yang harus berubah. Mungkin sebenarnya Allah sedang menggunakan dirinya dan semua perbuatannya untuk merubah kamu, untuk menegur kamu.
Malaikat mengangkat penanya dari orang gila sampai ia mendapatkan akalnya kembali. Artinya, malaikat gak mencatat perbuatannya dia. Sementara perbuatan kamu mencaci, memaki, menggibah kesalahan yang dilakukan para orang "gila" yang di luar kendali mereka, tetap akan dicatat.
🪷🪷🪷
Catatan: Itu pendapatku pribadi tentang Khidr 'alaihissalam (atau Hamba Allah yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi ayat 60-82).
Kenapa gak ada ulama yang menyebutkan kalau Khidr 'alahissalam itu "gila"?
Kalau Khidr 'alaihissalam dilabeli "gila" oleh para ulama, takutnya ini juga akan dijadikan pembenaran untuk tindakan-tindakan gila yang dilakukan oleh orang-orang yang hanya dikendalikan oleh hawa nafsunya belaka. (Kalau kamu pernah punya riwayat bordeline, skizofrenia, bipolar, skizotipal atau gangguan mental lain, dan sekarang sudah agak membaik, pasti bisa bedain mana perbuatan yang dipengaruhi sifat "gila"nya kamu, dan mana yang cuma hawa nafsu belaka)
Mungkin karena kurang etis juga sih, melabeli seseorang yang disebutkan dalam Al-Qur'an dengan sebutan "gila", sementara pandangan masyarakat awam tentang sifat "gila" sendiri masih kurang bijak.
Mungkin juga karena para ulama itu gak ada yang "gila". Jadi mereka gak tau gimana rasanya jadi orang "gila". Karena mau se-ber-empati bagaimana pun mereka terhadap orang gila, mereka tidak akan mampu membayangkan apa yang dipikirkan dan dirasakan orang gila sebelum mereka sendiri mengalami jadi gila. Sama seperti orang yang buta warna sejak lahir, pasti akan kesulitan membayangkan seperti apa warna pelangi.
Wallahu a'lam bishawwab. (Hanya Allah yang mengetahui kebenaran sesungguhnya)
"Fama nihtadaa fali nafsih" (siapa yang mendapat petunjuk maka petunjuk itu untuk dirinya sendiri)
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tuhan, aku tidak ingin banyak drama lagi dalam hidupku. Lancarkan saja segala urusannya Tuhan. Berikan aku penerimaan yang lapang pada apa-apa yang aku rencanakan namun tidak sesuai rencanaMu. Berikan aku tabah sebesar dunia pada ujian-ujian yang harus aku jalani sebagai seorang hamba.