Sifat makar Allah adalah sifat timbal balik, respon saja. Sifat jihadi muqoballah.
إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا
"Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya."
Diantara bentuk makar adalah ISTIDRAJ
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh."
Juga ayat Allah yang lain.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
فَذَرْنِيْ وَمَنْ يُّكَذِّبُ بِهٰذَا الْحَـدِيْثِ ۗ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ
"Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur'an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui"
Biasanya orang merasa aman dari makar Allah adalah orang yang tidak ada teguran atau ada teguran tapi tidak dirasakan.
Diriwayatkan dari Anas ibn Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَة
"Apabila Allah menghendaki kebaikan untuk hamba-Nya maka Dia akan menyegerakan untuknya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki kejelekan untuk hamba-Nya maka Dia akan menahan darinya hukuman karena dosanya sehingga kelak di akhirat Dia akan menyempurnakan hukuman untuknya"
(HR. At-Tirmidzi, no. 2319 dengan sanad yang hasan)
Maka, jangan merasa aman, harus segera istighfar.
Faidah Kajian Ustadzuna Firanda Andirja hafizhahullahu ta'ala | Syarah Kitab Al-Kabair (Dosa-dosa Besar Yang Membinasakan) Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab