Interaksi sosial itu penting. Menjalin hubungan baik dengan sesama manusia itu, penting. Apalagi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga.
Hidup, kadang kala kau merasa kosong, hidup tapi tidak hidup. Ada kala kamu merasa benar-benar hidup. Ada jatuh bangun, ups and downs yang kamu alami.
Introspeksi diri, jangan menyalahkan orang lain, untuk kesalahan yang kamu sendiri tahu betul, kamu penyebabnya. Sabar, maklumi, segala hal yang tidak sesuai dengan ekspektasimu. Ingat dan fokus pada hal-hal yang bisa kamu kontrol.
Setiap kali ada kesempatan baik yang mendatangi kamu, segera ambil, segera manfaatkan. Jangan ditunda-tunda, karena kamu tidak pernah tahu, apakah kesempatan itu akan datang lagi kepadamu. Kau sudah tahu akhirnya bukan? Ya, penyesalan.
Gerak, jemput kesempatanmu. Ada banyak hal yang bisa kamu ambil hikmah, di setiap tempat yang kau kunjungi, di setiap manusia yang kamu ajak bicara.
Hati-hati dalam bertindak. Pikirkan betul-betul sebelum kamu lakukan. Think before you act, okay? Temukan jati dirimu, yakin, dan hiduplah dengan sepenuh hatimu.
Hidupmu, sudah digariskan, sudah ada yang menentukan. Meski begitu, apakah menjadi alasan bagimu untuk pasrah dan berpangku tangan? Jangan ya. Hidupmu harus kamu perjuangkan. Kencangkan usaha, doa, dan yang terakhir, untuk hasilnya, pasrahkan pada Tuhan. Hasil bukanlah ranah yang perlu kamu pikirkan.
Hidup di dunia, jadilah orang yang zuhud, yang sederhana dan tidak cinta dunia, meskipun punya dunia. Kekayaan sebenarnya ada di dalam hati, bukan pada seberapa banyak harta yang kamu punya. Hadirkan ketenangan dalam setiap hal yang kamu lakukan.
Oh iya, tentang masa depan. Itu juga bukan hal yang perlu kamu khawatirkan. Tenang, sudah ada yang mengatur. Lagi-lagi, kamu hanya diminta untuk berusaha, berdoa, dan terakhir, pasrahkan.
Tentang masa lalu, jadikan dia pelajaran, untukmu agar lebih baik lagi, supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Kemudian di masa kini, sekarang, lakukan yang terbaik, dengan berbekal pelajaran dari masa lalu yang kamu sesali itu.