perfectly paired; 💛+🤎 Your awesome hijab OOTD is a captivating idea for us..

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Poland

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from India

seen from United States
seen from Ireland

seen from China
seen from Germany
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Poland

seen from China
seen from Germany
seen from Russia
seen from United States

seen from Malaysia
perfectly paired; 💛+🤎 Your awesome hijab OOTD is a captivating idea for us..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Fesyen Dan Trend Terkini
Fesyen / Trend Terkini. Perwatakan menarik merupakan sesuatu yang dicari-cari oleh kebanyakan orang terutamanya bagi mereka yang tinggal dan bekerja di kawasan bandar. Cara dan gaya hidup yang tinggi telah melahirkan berbagai-bagai permintaan terhadap Fesyen / Trend Terkini sebagai pemakaian harian sama ada semasa waktu santai mahupun semasa bekerja. Pasaran terhadap baju sebegini (Fesyen /…
View On WordPress
Tidak boleh bermudah-mudahan memakaikan pakaian mini kepada anak kecil perempuan. Dan biasakanlah anak kecil memakai pakaian yang sopan/ tertutup
Syaikh bin Baz rahimahullah berkata:
"Dan tidak boleh bermudah mudahan dengan anak kecil perempuan dalam memakaikan mereka pakaian yang pendek/mini, karena mereka akan terdidik dengannya sehingga menjadikan mereka terbiasa memakainya dan mereka akan membenci pakaian selainnya jika mereka telah dewasa"
At Tabarruj wa Khothor hal 16
Noor e Afzal By Bin Illyas. (Available)
------------------------------------------
02 pcs Suits
Shirt front in Double Shade Self Printed
Shirt Back and Sleeves full Printed
Voil printed dupatta. Fixed Price is PKR.Rs.1700/-
www.hurainfabrics.org
Bagiku, menundukkan pandangan itu bukan hanya berlaku pada lawan jenis saja (Kalo yang ini wajib ya. Karena udah jelas dalam Al-Qur'an surat An Nuur ayat 30 & 31). Tapi juga pada sesuatu yang menimbulkan rasa ingin memiliki. Seperti baju, kerudung, sepatu, perhiasan, tas, dan lain-lain. Kenapa? Karena jika tidak, barang-barang itu akan kita beli. Padahal sebenarnya itu bukan kebutuhan kita, tapi hanya sekedar keinginan. Bahkan bisa jadi cuma untuk mengikuti tren. Terus nanti hanya memberatkan hisab di akhirat kelak.
Setiap kali aku ingin membeli barang-barang baru, Mama selalu mengingatkan.
"Buat apa teh? Itu barang lama kamu juga masih bagus kok. Kata kamu kalo beli baju banyak-banyak nanti pertanggungjawaban hisabnya repot toh? Lah ini kenapa jadi pengen beli yang baru lagi. Coba dipikir lagi! Beli itu karena kebutuhan atau hanya sekedar keinginan, kalo cuma ingin mending jangan!"
Uhuk! Anaknya batuk-batuk. Padahal tenggorokannya gak gatel, terus cengengesan sambil mengangguk-angguk. Terus bilang.
"Iya deh gak jadi beli kok, Ma".
Aku sering banget bilang ke diri sendiri. "Kamu harus bisa tahan, itu kan barang lama masih layak pakai. Tahan, tahan. Nanti aja belinya. Ada hal yang harus diprioritaskan. Kuatkan Ya Allah." kalo lagi jalan-jalan ke toko swalayan, dan gak sengaja melewati barang-barang yang buat kaum wanita ingin memilikinya. Apalagi kalo dengan memakainya merasa tampil cantik dan menawan. Eaa. Tapi kayanya hal ini juga perlu aku lakukan kalo lagi main medsos. Soalnya kadang gak sengaja tiba-tiba muncul iklan sendal lah, baju lah, kerudung dan lain sebagainya. Sebisa mungkin juga jangan sampe punya aplikasi pasar online. Soalnya pasti suka berselancar sana sini. Cari barang ini itu, liat toko ini itu. Terus kerjaannya cuma memenuhi keranjang tapi gak pernah di checkout. Haha.
Tapi kalo buat beli buku aku kecualikan. Pokoknya buku-buku yang bisa dijadikan amunisi buat hati & akal aku gak bisa tahan. Meski gak punya uang pas liat iklannya, aku usahakan nabung dulu dari hasil ngajar privat. Haha. Maklum. Mahasiswa emang gitu ya. Alternatif lain ya minjem ke temen kalo mereka punya buku yang lagi pengen aku baca. Tapi buat barang-barang yang lain aku berusaha untuk ghadul bashor. Mempertimbangkan ini itu sebelum membelinya. Semoga bisa tahan ya. Ingat hisab pokoknya. :D
Anyer, 10062020
@penaalmujahidah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
✨IndonesianJavaneseoutfit✨
Appreciation post❤ ✨
Detail on male character
Detail on Female character
Tawadhu dan sombong itu tidak dinilai dari pakaian.
Cukuplah kamu menilai dirimu tawadhu jika bertemu dengan orang lain, lalu kamu merasa dia lebih baik darimu─ lebih banyak amalannya, lebih baik ibadahnya.
Lalu, cukuplah kamu menilai dirimu sombong jika menolak kebenaran─ perintah juga larangan-Nya melalui Al-Qur'an dan sunnah Nabiullah.
Maka tidak bijak rasanya jika menilai seseorang tawadhu atau sombong hanya karena dia memakai pakaian yang bermerek dan mihiiil─ ini soal kemampuan, beb. XOXO
PROVOKASI RENDAH HATI DAN APRESIASI
Untuk teman lama,
Hakikat melayani itu memenuhi harapan orang lain tanpa merasa tertindas pula tidak perlu merendahkan diri.
Di tengah waktu yang penuh kompetisi seperti sekarang ini, sangat sulit untuk menemukan orang seperti itu. Bahkan, mungkin telah ada keraguan (kalau bukan keyakinan) bagi sebagian orang bahwa kerendah-hatian sudah tidak relevan lagi hari ini karena dianggap sebagai penghalang keberhasilan, sehingga “rendah hati” mulai ditinggalkan oleh mereka. Keinginan sebagian besar orang untuk “menjadi seseorang” atau “menjadi manusia” dan penolakan untuk menjadi “bukan siapa-siapa” diduga menjadi penyebabnya. Ada dorongan yang sangat kuat dalam diri setiap orang untuk menjadi penting, menjadi berarti, dan mendapat pengakuan dari lingkungan sekitarnya. Akibatnya, terjadi persaingan yang sangat ketat untuk menjadi penting dan berarti itu.
Ironisnya, kini kesombongan menjadi “pakaian” yang dikenakan banyak orang. Satu definisi tentang kesombongan adalah harga diri yang berlebihan. Kesombongan demikian membuat seseorang secara tidak patut merasa dirinya paling penting dan paling unggul, barangkali karena kecantikan, ras, status sosial, bakat, atau kekayaan sudah menjadi fenomena yang mudah dilihat di mana-mana.
Penulis asal Amerika, Edgar Allan Poe, baru saja selesai membacakan karya barunya kepada beberapa teman. Sambil bercanda mereka berkata bahwa ia terlalu sering menggunakan nama sang pahlawan. Bagaimana reaksi Poe? Seorang teman mengenang, ”Semangat keangkuhannya membuat dia tidak tahan terhadap teguran langsung seperti itu, maka dalam luapan amarah, dan sebelum teman-teman dapat mencegahnya, ia mencampakkan setiap lembar kertas ke dalam api yang menyala.” Hilanglah sudah sebuah karya yang sangat menghibur, yang sama sekali bebas dari ciri khasnya, yaitu kemurungan. Kerendahan hati mungkin dapat menyelamatkan karya tersebut.
Keangkuhan membuat orang melakukan hal-hal yang tidak bijaksana, semangat ini merajalela di dunia. Mereka harus mengenakan kerendahan hati bagaikan pakaian yang dirancang dengan baik.
Lantas seperti apa kerendahan hati?
Kerendah-hatian adalah sebuah karakter (sifat) sekaligus sebuah sikap (perilaku). Disebut sifat karena berada di wilayah pikiran dan hati yang berperan besar dalam menghasilkan perilaku manusia. Disebut perilaku karena harus terwujud dalam perilaku-perilaku tertentu yang oleh khalayak umum dikenal sebagai tanda-tanda kerendah-hatian. Kerendah-hatian sejati muncul apabila keduanya menyatu dan saling melengkapi seperti dua sisi pada satu koin. Kita tidak dapat mengatakan seseorang itu rendah hati apabila kita tidak melihat perilaku-perilaku rendah hati dalam hidupnya. Sebaliknya, kita juga tidak serta merta dapat menyimpulkan bahwa seseorang itu rendah hati melalui perilaku-perilakunya karena ada kemungkinan sikap atau perilakunya itu adalah suatu rekayasa dan bukan merupakan dorongan alamiah dari hatinya.
Bila dicermati, kata “rendah hati” ada di dalam Alkitab – dengan bantuan aplikasi Alkitab ditemukan 22 ayat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang memakai kata itu. Selanjutnya juga ditampilkan lima ayat yang menggunakan “kerendahan hati,” dua ayat yang menggunakan “merendahkan hati” dan 38 ayat yang menggunakan “merendahkan diri.”
Alkitab berbahasa Inggris (versi King James) menggunakan beberapa istilah untuk kata “rendah hati,” yaitu meek (meekness), lowly (lowliness), humble (humility), afflict, cast down, dan courteous. Kata-kata yang paling sering dipakai adalah meek, humble dan lowly sedangkan yang lainnya hanya sesekali digunakan.
Merriam-Webster Online Dictionary menerjemahkan meek sebagai mengalami luka dengan kesabaran dan tanpa rasa pedih di hati; humble diartikan sebagai tidak merasa terhormat, tidak sombong dan tidak arogan; lowly adalah berada dalam sikap humble dan meek. Lebih lanjut tentang kata humility, disebutkan bahwa kata itu berasal dari bahasa Latin yaitu “humilitas,“ sebuah kata benda yang berhubungan dengan kata sifat “humilis,“ yang diterjemahkan tidak hanya sebagai “humble,“ tetapi juga sebagai “rendah, berasal dari bumi, dan tidak dihormati.”
Beberapa pengertian di atas tidak langsung membuat kita mampu memahami makna sikap rendah hati.
Ini tidak mengherankan karena memang arti sebuah kata berbeda dengan makna kata itu. Arti adalah tentang harfiah dan mengacu kepada referensi yang digunakan, sedangkan makna lebih merupakan tentang pemahaman kita berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan yang telah kita miliki. Oleh karena itu pemahaman orang atas “rendah hati” bisa berbeda-beda sebab banyak sekali nilai-nilai dan keyakinan yang ada di masyarakat saat ini. Bahkan dalam diri sesama manusia, makna “rendah hati” bisa tidak sama karena kemungkinan adanya nilai-nilai lain di samping nilai-nilai “Rohani” dalam diri mereka.
Situasi bersaing inilah yang menurut Paul T. P. Wong, Ph.D., C. Psych. President, International Network on Personal Meaning Coquitlam, B.C., Canada, dalam sebuah esai tentang penyebab orang tidak menyukai dan sulit memahami makna sebenarnya dari kerendah-hatian. Persaingan ini mendorong orang berlomba-lomba untuk menjadi yang utama, dan bersamaan dengan itu, berlomba-lomba pula mencegah orang lain menjadi yang utama. Semua orang ingin menjadi nomor satu. Keadaan ini berbeda sekali dengan arti dan makna rendah hati sebagaimana diulas di atas; Rendah hati dimaknai sebagai kerelaan untuk menjadikan diri rendah, tidak dihormati, dan “bukan siapa-siapa.”
Harus yang Sejati
Tidak semua orang yang tampak rendah hati memiliki kerendahan hati yang sejati. Beberapa orang yang terlihat sebagai pribadi rendah hati sebenarnya angkuh dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kemudian ada beberapa orang yang berselimut rendah hati palsu untuk memukau orang lain. Banyak demikian yang keliru berpikir bahwa mendapat apresiasi bergantung dari apakah ia makan, minum, menyentuh hal-hal tertentu, dan memelihara hari-hari raya agama, atau tidak melakukannya. Benar, mungkin kelihatan saleh dan rendah hati, namun kerendahan hati palsu ini tidak ada nilainya. Sebenarnya, hal ini membuat banyak orang berpikir bahwa pahala kehidupan akan dikaruniakan kepada mereka yang meninggalkan perkara-perkara materi. Ini juga menghasilkan bentuk materialisme yang halus karena orang tersebut memusatkan perhatiannya hanya kepada perkara-perkara materi yang dianggap hina.
Di sisi lain, kerendahan hati yang sejati mengekang agar tidak memperlihatkan sikap menganggap diri penting dalam cara berpakaian, dandanan, dan gaya hidup. Pribadi yang mengenakan kerendahan hati, tidak menarik perhatian yang tidak pantas terhadap diri sendiri atau terhadap kepandaiannya. Sebaliknya, kerendahan hati membantu seseorang untuk memperlakukan orang lain dengan cara yang terkendali dan memandang diri sendiri sebagaimana Tuhan memandang dia.
Tetap Mengenakan “Pakaian” Kerendahan Hati
Betapa penting bagi kita untuk selalu mengenakan pakaian kerendahan hati. Ini menggerakkan kita untuk bertekun sebagai pemberita Kerajaan, dengan rendah hati mengabar dari rumah ke rumah untuk mencari mereka ”yang ditentukan untuk hidup yang kekal.” Kerendahan hati membantu kita untuk terus patuh dengan segenap hormat, walaupun penentang yang angkuh membenci haluan yang benar.
Karena kerendahan hati menggerakkan kita untuk percaya dengan segenap hati pula berjalan bersama tanpa haus apresiasi.
Dari saya, yang masih peduli.