Pernahkah kalian mengunjungi sebuah taman seluas 27.868.30 Hektare?
Sangat luas bukan? Tapi taman yang satu ini bukan taman biasa, melainkan Taman Hutan Raya.
Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo adalah Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang berada dalam gugusan kompleks pegunungan Arjuno-Welirang-Anjasmoro.
Luasnya taman hutan ini mencakup 4 kabupaten, 1 Kota, 4 Gunung dengan status kawasan Hutan Lindung. Adapun kabupatennya meliputi Mojokerto, Malang, Jombang, Pasuruan, Kota Batu. Serta gunung yakni Gunung Anjasmoro, Gunung Gede, Gunung Biru, dan Gunung Limas.
Sejarah Tahura Raden Soerjo dimulai tahun 1992 terkait penetapan kawasan sebagai Taman Hutan Raya (Tahura) di Provinsi Jawa Timur.
Pada tahun 1997, dilakukan penetapan batas ulang kawasan Tahura Raden Soerjo. Hasilnya, dari luas 27.868.30 Ha sebagian besarnya berstatus sebagai Kawasan Hutan Lindung, dan sisanya kawasan cagar Alam Arjuno-Lalijiwo.
Tahura Raden Soerjo dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Selain memiliki daya tarik tersendiri dengan bentang alam yang memanjakan mata, di dalam tahura ini juga terdapat pemandian air panas, air terjun serta sejumlah satwa liar seperti kera dan burung.
Taman Hutan Raya Raden Soerjo berada di dalam kompleks gunung Arjuno-Welirang-Anjasmoro. Secara administratif kawasan ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.
Dilansir dari nativeindonesia.com Taman Hutan Raya Soerjo buka mulai jam 08.00 hingga 17.00. Namun jika sudah masuk, pengunjung bisa menganggap lokasi ini buka 24 jam. Karena setelah masuk, pengunjung bisa berpuas-puas bahkan hingga mendirikan tenda pada lokasi wisata tertentu.
Karena saking luasnya wilayah Tahura Raden Soerjo, tiket ditetapkan untuk masing-masing objek wisata di dalam area Tahura. Namun secara keseluruhan harganya berada di kisaran Rp 11.000.
Tahura diperuntukan sebagai wadah riset, atau kebutuhan dunia pendidikan. Serta penetapan status Tahura dikarenakan memiliki ciri khusus, atau pesona khusus dari kawasan tersebut. Kelestarian flora dan fauna, menjadi sebuah panorama edukasi yang mampu dirasakan langsung saat berada di Tahura Raden Soerjo.
Tahura juga memiliki potensi sebagai penyimpan sumber daya alam yang dapat dapat dimanfaatkan dikemudian hari serta dapat mendaur ulang karbon melalui lebatnya pepohonan di kawasan tersebut.
Tak berhenti disitu, taman hutan raya turut berkontribusi dalam upaya konservasi dengan menjadi bagian dari siklus air sebagai penyimpan cadangan air tanah, membantu tata kelola air dan pelestarian sumber mata air.