Ikan Belida (chitala lopis) atau yang juga dikenal dengan sebutan Lopis ini merupakan ikan endemik Indonesia yang banyak ditemui di Sumatra Selatan. Masyarakat Banjar kerap menyebutnya dengan sebutan Ikan Pipih.
Jenis ikan ini dapat ditemui di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Semenanjung Malaya. Sayangnya keberadaan ikan Belida kian terancam bahkan ada yang mengatakan bahwa ikan unik ini sudah punah. Salah satu penyebab utamanya diakibatkan karena rusaknya mutu sungai dan penangkapan ikan berlebih.
Ikan ini menjadi bahan baku untuk sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai kerupuk kemplang. Dulu lopis juga dipakai untuk pembuatan pempek namun sekarang diganti dengan tenggiri. Tampilannya yang unik juga membuatnya sering tampil di akuarium-akuarium pecinta ikan.
Chitala lopis memiliki badan pipih dan memanjang dengan bagian punggung yang tampak membesar. Pada bagian perutnya terdapat duri ganda. Ukuran sisik kecil, berbentuk sikloid, pada samping badan membentuk gurat sisi. Memiliki bukaan mulut lebar. Sirip punggung kecil, terletak di pertengahan sirip dubur yang bersatu dengan sirip ekor. Sirip perut yang bersatu pada dasarnya kecil (rudiment). Ciri khas individual pada tahap juvenil dan dewasa yaitu memiliki pola warna yang jelas.
Diketahui ikan belida juga pernah mendiami sungai-sungai di pulau Jawa, tak terkecuali sungai Brantas. Dilansir dari cnnindonesia.com, terungkap fakta bila satu dari empat spesies ikan air tawar ini dinyatakan punah pada 2020. Ikan yang punah merupakan spesies Chitala lopis atau biasa juga disebut sebagai Belida Lopis Jawa.
Menurut Dosen Fakultas Perikanan Universitas Airlangga Veryl Hasan, klaim atau deklarasi punah tersebut berdasarkan situs resmi IUCN yang dinilai peniliti ikan air tawar asal Singapura, Heok Hee Ng.
Kesadaran diri untuk menjaga air sangat penting agar bencana serupa tidak terulang.












