Mari berkenalan dengan pohon Walikukun (Schoutenia ovata), tanaman endemik Jawa Timur.
Walikukun dapat tumbuh hingga ketinggian 900 m dpl. Tnaman ini umumnya ditemukan di dataran rendah yang panas dan kering, di hutan-hutan gugur daun, hutan jati, sabana dan padang rumput. Kadang-kadang ditemukan di tanah yang berat dan kurang baik, serta tanah yang becek secara periodik. Walikukun tahan terhadap naungan dan biasa tumbuh sebagai tajuk lapis kedua, sering ditemukan tumbuh menggerombol
Tim Aliansi Air pernah menemukan pohon yang mirip semak perdu ini di daerah Kutogirang Ngoro. Pada jaman dulu, Walikukun terkenal sangat populer untuk dibuat panah, atau tongkat senjata tombak karena kayunya yang lentur dan kuat. Pohon ini mudah ditanam, dapat tumbuh dengan baik walaupun di bawah naungan rerimbunan pohon lain. Akarnya sangat kuat dalam memecah tanah sehingga air mudah meresap ke dalam.
Karena kurang populer jika dibandingkan jati akhirnya keberadaan pohon ini mulai langka. Padahal untuk penyelamatan air, Walikukun memang dirancang untuk daerah Welirang, Penanggungan dan sekitarnya.
Perlu dilakukan usaha masif dalam penanaman pohon. Pohon memiliki fungsi penting dalam upaya konservasi air, terlebih lagi air dalam tanah. Akar pada pohon akan menangkap air dan kemudian disimpan di dalam tanah. Selain itu, akar pohon juga turut membantu memperkokoh tanah agar tidak terjadi bencana yang tidak diinginkan.












