Batik merupakan salah satu kesenian kebanggan Indonesia. Tak heran tiap daerah memiliki keanekaragaman motif yang unik dan berbeda. Kota Mojokerto salah satunya.
Selain terkenal menjadi titik pusat pemerintahan kerajaan Majapahit, Kota Mojokerto tak mau kalah dengan kreativitasnya dalam mengembangkan kesenian batik. Diketahui terdapat 6 motif yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Mojokerto. Salah satu motifnya telah menarik perhatian hingga ke manca negara. Motif batik tersebut tak lain adalah mrico bolong.
Motif mrico bolong menjadi salah satu motif yang terkenal dari batik Mojokerto. Dengan latar berupa bulatan-bulatan kecil seperti merica yang tampak berlubang. Yang menjadi motif utama adalah burung dan bunga sedangkan motif pelengkapnya adalah kupu-kupu. Motif ini diberi warna sogan (dominan berwarna cokelat).
Pembuatan batik memakan waktu yang cukup lama, satu kain bisa memerlukan waktu satu minggu atau bahkan satu bulan tergantung kerumitan desain motif yang dipilih. Sayangnya masih banyak yang tidak mengetahui batik khas Mojokerto ini, terlebih di kalangan generasi muda.
Keberadaan batik menjadi wadah untuk menyalurkan budaya dan kreatifitas yang dimiliki tiap daerah. Jangan sampai warisan budaya yang sudah diakui UNESCO ini dibiarkan begitu saja .
Terlepas dari itu, air juga memegang peran penting dalam proses pembuatan batik. Kualitas air tentunya akan mempengaruhi proses serta hasil akhir. Tak hanya budaya batik saja yang perlu kita jaga, melainkan juga dengan air yang ada di sekitar kita. Memang jumlahnya tampak tak terkira, namun sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat, dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai.
Melalui upaya konservasi kita selamatkan air di muka bumi.













