Siapa yang tak kenal dengan tanaman talas?
Tanaman yang memiliki nama latin Colocasia esculenta L ini merupakan salah satu tumbuhan penghasil umbi-umbian yang banyak ditemui di Indonesia, tak terkecuali di Kota Mojokerto.
Tanaman talas umumnya ditanam untuk diambil umbinya. Biasanya umbinya akan dikonsumsi setelah dipanggang, dikukus, atau dimasak dalam tabung bambu. Atau diolah kembali menjadi tepung, bubur, dan kue-kue. Pemanasan diperlukan untuk menghilangkan rasa gatal yang terdapat dalam umbi talas mentah yang mengandung calsium oksalat
Di Jawa Timur, tepatnya di Kota Mojokerto dibudidayakan talas beneng. Talas beneng sendiri merupakan salah satu jenis umbi talas yang disingkat dari kata besar dan koneng (kuning). Hal ini seperti cirinya yaitu memiliki ukuran di atas rata-rata talas pada umumnya. Talas beneng memiliki panjang sekitar 120 cm, bobot sekitar 35 hingga 42 kg dan ukuran lingkar luar batang mencapai 50 cm.
Selain dimanfaatkan untuk dikonsumsi, talas juga dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit. Kandungan gizi talas Beneng baik untuk penderita diabetes, hipertensi, mencegah penyakit jantung, memperbaiki penglihatan, meningkatkan fungsi kognitif, memperbaiki kesehatan kulit, meningkatkan fungsi sistem imun, baik untuk pencernaan, anti kanker dan dapat membantu menurunkan berat badan.
Ketua DPD Pertani HKTI Jatim, Lia Istifhama menjelaskan, talas beneng yang disebut-sebut sebagai alternatif produksi rokok sehat (low-nicotine), sebagai salah satu identitas penguatan potensi lokal.
Menjaga kestabilan tanaman di sekitar sudah menjadi tanggung jawab kita bersama. Bersama memetik manfaat dari apa yang telah kita tanam.












