Sebelumnya aku tidak pernah kehilangan sesakit ini,beliau adalah sosok yang harusnya aku bahagiakan,aku kalah melawan waktu untuk memeluknya lebih dekat dan bersandar di pundaknya,sekedar bercerita tentang hidupku yang berdarah-darah di pecundangi dunia. Keadaan tidak pernah berpihak padaku dan cenderung jahat,memisahkan buah hati dari pelukannya,hingga menyusahkan luka yang tak akan sembuh sesudahnya,aku masih merasakan hembusan nafasnya,pelukannya masih terasa di bahuku,lembut,sejuk sekali. Enak yah mereka bisa berlari sambil di iringi,tidak seperti aku berjalan sambil mengiringi doa untuk beliau di alam sana,semoga hariku akan berganti jadi esok,semua yang belum selesai akan ku lanjutkan,dan mencoba melempar senyum sekedar memberi kode bahwa semuanya baik-baik saja walau tanpa pundak. Sayap-sayapku telah patah,yah kehilangan sayap saat sedang giat-giatnya belajar terbang Tapi sayap ku bukanlah sayap biasa,sayap ku akan tumbuh kembali seiring berjalannya waktu,dan aku akan mengarungi dunia yang kejam,melawan tidak!,tapi aku akan menghadapinya. Membuka pintu dengan tanganku sendiri,dan keluar di luar tidak terlalu buruk kok,dunia sepertinya sedang baik-baik saja untukku. Dan sepertinya keadaan mulai iba denganku yang siang malam meratapi Kepergiannya,sekitar memelukku lalu berkata,sudahlah! Menangis tak akan menyelesaikan masalah,walau dengan menangis penat akan sedikit turun,dan masalah akan sedikit sirna dari kepala namun jangan terus-terusan di posisi itu . Semoga beliau tenang di alam sana🙏 . . . #khusnulkhotimah #ikhlas #puisi #literasi #followforfollowback #likeforlikes #lfl💛 #viral #likesforlike (di Sumalu, Sulawesi Selatan, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CNXKqAJM80d/?igshid=1eirc68uqqoh2